Perayaan Haul Guru Zuhdi di Banjarmasin
Minta halal, minta ridho. Ucapan itu sering terdengar dari banyak kaum muslim di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa ucapan ini populer lewat KH Ahmad Zuhdiannor bin Muhammad atau akrab disapa Guru Zuhdi.
Hari ini, Sabtu (14/2/2026), digelar haul ke-6 ulama khatismatik yang sering menyisipkan kisah jenaka pada ceramahnya. Kegiatan haul dilaksanakan di kubah beliau kawasan Antasan Kecil Timur, jalan belakang Masjid Jami Banjarmasin.
Guru Zuhdi wafat pada usia 48 tahun pada 9 Ramadan 1441 Hijriah, atau Sabtu 2 Mei tahun 2020. Semasa hidup, Guru Zuhdi mengisi banyak pengajian agama Islam. Di antaranya di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Masjid Harun Aliyah, Masjid Ar-Raudhah, dan tentunya Masjid Jami. Jemaahnya tidak hanya dari Banjarmasin, tapi juga berbagai kabupaten kota se-Kalsel. Bahkan, tak sedikit yang berasal dari luar provinsi.
Karakter yang Lembut dan Disukai
Guru Zuhdi dianggap sosok teladan bagi jemaahnya. Semasa hidup, sosok Abah Haji dikenal dengan tutur kata dan sikap yang sangat lembut. Penyampaian yang lugas dan selalu menyentuh hati diselingi candaan pada tiap ceramah, membuat Guru Zuhdi dicintai ribuan jemaahnya hingga kini.
Selain itu, Abah Haji juga aktif di dunia relawan Badan Pemadam Kebakaran (BPK) serta ikut langsung memadamkan api saat musibah kebakaran. Hal ini membuat ulama yang menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru ini sangat dekat dengan warga. Saat prosesi pengantaran jenazah almarhum ke kediaman juga diiringi ribuan relawan BPK.
Profil Guru Zuhdi
Guru Zuhdi yang memiliki nama lengkap KH Ahmad Zuhdiannor dilahirkan di Alabio, Kabupaten HSU pada 10 Februari 1972 dari keluarga yang menekuni ilmu-ilmu agama. Ayah beliau dikenal sebagai ulama yang cukup terkenal di Banjarmasin. Sedangkan kakek beliau dari pihak ibu, KH Asli adalah tokoh ulama yang berdomisili di Alabio. Keduanya nanti terlibat secara penuh dalam pendidikan Zuhdi kecil.
Guru Zuhdi memiliki sembilan orang saudara. Dua orang di antaranya sudah meninggal, sehingga ada tujuh orang yang masih hidup. Nama-nama saudara beliau, Hj Naqiah, Sa’aduddin, Jahratul Mahbubah, As’aduddin, Zulkifli, Najiah, Nashihah dan Nafisah.
Pendidikan formal yang dijalani KH. Ahmad Zuhdiannor hanya sampai tingkat SD. Setelah itu, beliau melanjutkan ke Pesantren Al-Falah, selama sekitar dua bulan, namun karena sakit kemudian berhenti. Kemudian beliau belajar dari kakek beliau sendiri dari pihak ibu, KH. Asli selama satu tahun. Bidang ilmu yang dipelajari di sana, yaitu Ilmu Tajwid, Fikih, Tashrif, Tauhid, Tasawuf.
Setelah satu tahun di Alabio, kemudian meneruskan mengaji dengan orang tuanya, belajar Tauhid, Fikih, Nahwu, Tasawuf. Selama di Banjarmasin, beliau juga belajar dengan KH. Abd. Syukur Teluk Tiram, di sana dia belajar tasawuf, fikih, ushul fikih, Arudh. Setelah meninggal KH Abd Syukur kemudian menambah lagi ilmu dengan KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul). Beliau belajar beberapa ilmu, terutama akhlak kurang lebih selama tujuh tahun.
Pengaruh Guru Sekumpul
Pengaruh Guru Sekumpul terhadap Guru Zuhdi sangat kuat. Pada banyak hal beliau selalu merujuk kepada figur sang guru ini, seperti dalam hal tarekat, beliau mengikuti Tarekat Sammaniyah. Bahkan dalam berpakaian pun ketika mengisi pengajian, beliau sangat mirip dengan ulama kharismatik asal Martapura ini. Yakni baju putih dengan sorban besar di kepala.
KH Ahmad Zuhdiannor pernah mengajar selama sekitar dua tahun di Pondok Pesantren Al-Falah Banjarbaru. Semasa hidup Guru Zuhdi juga sering membuka pengajian di Mesjid Jami pada Malam Ahad. Pengajian di rumah Guru Zuhdi pada Malam Sabtu, pengajian di Teluk Dalam, Langgar Darul Iman malam kamis, dan pengajian di Sabilal Muhtadin pada malam Jumat.
Relawan Aktif BPK
Di sela-sela waktu memberi pengajian dalam beberapa majelis di Banjarmasin Abah Haji (Guru Zuhdi) juga menjadi anggota pemadam kebakaran. Dia pernah beberapa kali terlibat dalam kegiatan pemadaman api yang menghanguskan rumah warga di Kota Banjarmasin. Beberapa kisah lucu saat menjadi anggota pemadam, terkadang beliau sampaikan di depan jamaahnya, sebagai selingan.
Hubungan dengan Klub Barito Putera
Selain itu, Guru Zuhdi juga merupakan sosok yang dekat dan dihormati para petinggi klub sepak bola Kalimantan Selatan, Barito Putera. Beberapa kali beliau terlibat acara-acara penting klub berjuluk Laskar Antasari tersebut mulai dari launching pemain dan jersey klub, kegiatan buka bersama, hingga acara-acara lainnya.
KH Zuhdiannor atau Guru Zuhdi meninggal dunia pada Sabtu (2/5/2020), setelah sebelumnya terakhir beliau dikabarkan sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Medistra Jakarta.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












