Suasana Duka di Rumah Duka Capt. Egon Erawan dan Capt. Baskoro
Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Capt. Egon Erawan, pilot dari maskapai Smart Air yang tewas akibat penembakan di Bandara Korowai Batu, Papua Selatan. Jenazah Capt. Egon tiba di rumah duka wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, menggunakan ambulans Bandara Soekarno-Hatta setelah diterbangkan dari Timika, Papua Barat.
Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga yang mengenakan pakaian serba hitam. Beberapa anggota keluarga tampak tak kuasa menahan air mata saat peti jenazah yang ditutupi untaian bunga putih diturunkan perlahan dari mobil ambulans. Para pelayat yang terdiri dari tetangga, rekan sesama pilot, dan kerabat tampak memadati area depan rumah yang telah dipasangi tenda berwarna hijau.
Tak hanya keluarga, warga sekitar yang hadir pun tampak mengabadikan momen kedatangan sang kapten dengan ponsel mereka, sembari melantunkan doa-doa. Sepanjang jalan menuju rumah duka, terlihat deretan karangan bunga dari berbagai orang dan instansi berjajar rapi. Salah satu karangan bunga mencolok bertuliskan “Selamat Jalan Pahlawan Kami Capt. Egon Erawan”, yang dikirimkan oleh rekan-rekan sejawat sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Setibanya di lokasi, peti jenazah langsung dibawa masuk ke dalam rumah duka untuk disemayamkan sejenak. Pihak keluarga diberikan waktu untuk mendoakan almarhum untuk terakhir kalinya sebelum prosesi pemakaman. Lantunan doa, shalawat, dan dzikir pun berkumandang hingga terdengar ke area luar rumah.
Tak berselang lama, bertepatan dengan adzan Maghrib berkumandang, jenazah Capt. Egon kembali dibawa keluar rumah menuju masjid yang berjarak hanya beberapa meter dari kediaman. Jenazah kemudian dishalatkan secara berjamaah usai pelaksanaan salat Maghrib, sebelum akhirnya diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Jenazah Co-pilot Capt. Baskoro Adi Anggoro
Sementara itu, co-pilot Smart Air, Capt. Baskoro Adi Anggoro, tiba di rumah duka Duren Sawit, Jakarta Timur, pukul 18.32 WIB. Jenazah Baskoro diantar menggunakan ambulans Bandara Soekarno-Hatta dan disambut keluarga, termasuk sang ibu, yang tampak meneteskan air mata. Saat peti jenazah diturunkan dari ambulans, kerabat langsung memeluk ibu Baskoro yang tampak meneteskan air mata. Sejumlah tetangga dan keluarga berusaha menguatkannya.
Di sekitar rumah duka juga terlihat karangan bunga dari rekan dan kerabat sebagai ungkapan duka cita. Paman Baskoro, Doni (56), mengatakan keponakannya akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada Jumat (13/2/2026). “Besok pukul 15.00 WIB, di TPU Pondok Kelapa. Dimakamkan di sana,” kata Doni kepada wartawan, Kamis.
Doni menjelaskan, Baskoro telah bekerja di maskapai Smart Air selama sekitar lima tahun sejak lulus dari sekolah penerbangan. “Kalau di penerbangannya sudah 5 tahun, kalau tugas di Papua baru lima hari,” katanya.
Insiden Penembakan di Papua
Capt. Egon Erawan dan Capt. Baskoro Adi Anggoro gugur setelah pesawat perintis yang mereka kemudikan ditembaki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (11/2/2026). Pesawat melayani rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu dengan manifes awal 12 penumpang, namun terungkap membawa 13 orang. Meskipun sempat melarikan diri ke hutan, pilot dan co-pilot ditemukan dan dieksekusi hingga meninggal dunia.
Tanggapan Militer dan Evakuasi
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyatakan TNI AD menunggu perintah dari Mabes TNI terkait situasi di Papua pasca-penembakan. Sampai saat ini, belum ada arahan langsung, termasuk apakah akan dilakukan pengejaran terhadap pelaku.
Wakil Ketua IPI, Capt. Fauzi Ramadan Diansyah, memastikan kedua jenazah telah dievakuasi dari Bandara Korowai Batu ke Timika untuk dilakukan otopsi sebelum diterbangkan ke Jakarta. Pihak keluarga kemudian menyelenggarakan prosesi doa dan pemakaman sesuai tradisi Islam.
Permintaan Perlindungan untuk Pilot Sipil
Fauzi menekankan bahwa pilot sipil di armada perintis bertugas murni untuk melayani kebutuhan masyarakat di daerah tertinggal, bukan untuk bertempur. “Tidak adil bagi kami sebagai penerbangan sipil ini menjadi korban kekerasan yang sifatnya kami ini adalah membantu jalur ekonomi di daerah tertinggal seperti Papua,” kata Fauzi.
Fauzi pun mendesak pemerintah agar segara turun tangan dalam mencegah terulangnya kejadian serupa. Menurutnya, pilot-pilot yang terbang ke pedalaman Papua tidak meminta fasilitas mewah, melainkan hanya jaminan keselamatan kerja agar bisa kembali pulang bertemu keluarga.
Kecam Penembakan Pilot
Sebelumnya diberitakan, Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyampaikan kecaman keras atas insiden penembakan pesawat perintis yang menewaskan dua pilot, Capt. Egon Erawan dan Capt. Baskoro Adi Anggoro, di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).
Ketua Umum IPI, Capt. Muammar Reza Nugraha, menilai aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut sebagai tindakan yang tidak manusiawi terhadap warga sipil yang tengah bertugas melayani kebutuhan masyarakat. “Bahwa pada hari Rabu tanggal 11 Februari 2026, dua rekan sejawat kami selepas mendarat diserang, dianiaya, ditembak, dan dibunuh secara biadab, keji, dan brutal oleh kelompok kriminal bersenjata,” ujar Muammar dalam konferensi pers di Tangerang Selatan, Kamis (12/2/2026).
Menurut Muammar, tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum nasional maupun internasional. “Tindakan tersebut adalah pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009, khususnya Bab 14 Keamanan Penerbangan. Pelanggaran berat terhadap aturan internasional ICAO Annex 17 tentang Security, dan pelanggaran berat terhadap Chicago Convention 1944,” tegasnya.
Muammar secara spesifik meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pemulihan situasi dan menjamin keamanan penerbangan di bandara-bandara pedalaman Papua yang berisiko tinggi. “Kami juga meminta Komite Nasional Keamanan Penerbangan untuk mengambil langkah pencegahan berupa penghentian operasional bandara berisiko keamanan tinggi, sampai terjaminnya keamanan penerbangan,” kata dia.












