ART di Medan Buang Bayi, Sembunyikan Kehamilan Selama 7 Bulan

Kasus Pembuangan Jasad Bayi di Medan: Pelaku Ternyata Ibu dari Bayi Itu Sendiri

Kasus pembuangan jasad bayi yang ditemukan di area belakang rumah salah satu komplek di Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Timur, terungkap setelah dilakukan penyelidikan intensif oleh pihak berwajib. Dari hasil penyelidikan tersebut, diketahui bahwa pelaku pembuangan bayi itu adalah Siti Aisyah, yang merupakan ibu dari bayi tersebut.

Penemuan Jasad Bayi yang Mengejutkan

Jasad bayi ditemukan di belakang rumah pada hari Selasa (10/2/2026). Saat penemuan tersebut, Putri Novianti, rekan sesama ART di rumah yang sama, awalnya ingin membersihkan halaman belakang. Namun, ia kaget saat menemukan sesosok bayi yang tersimpan dalam kotak kardus berbentuk persegi panjang.

Putri mengaku awalnya hanya ingin memindahkan kotak tersebut karena akan menyiram lantai. Namun, karena bobotnya yang cukup berat, ia memeriksa isinya dan menemukan jasad bayi yang sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kejadian ini membuatnya gemetar dan segera memberitahu majikannya.

Penyembunyian Kehamilan yang Canggih

Siti Aisyah, yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di komplek tersebut, berhasil menyembunyikan kehamilannya selama sekitar tujuh bulan. Menurut keterangan dari pemilik rumah, Siti tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan seperti mual atau perubahan bentuk tubuh. Bahkan, hingga akhir masa kehamilannya, sang majikan tidak melihat adanya perubahan pada badan Siti.

Agus M Butarbutar, Kapolsek Medan Timur, menjelaskan bahwa Siti sangat pandai menyembunyikan kehamilannya. Hal ini membuat penghuni rumah terkejut ketika mengetahui bahwa jasad bayi yang ditemukan berasal dari dirinya sendiri.

Penyelidikan dan Pengakuan Pelaku

Setelah menemukan jasad bayi, tim Polsek Medan Timur melakukan penyelidikan lanjutan. Agus mencurigai bahwa orang yang paling mungkin melakukan pembuangan bayi adalah salah satu penghuni rumah. Setelah pemeriksaan yang cukup panjang, ditemukan tumpukan kain yang diletakkan di ember di kamar mandi. Kain-kain tersebut masih memiliki bekas darah.

Awalnya, Siti mengaku bahwa darah tersebut berasal dari haidnya. Namun, karena jumlah darah yang cukup banyak, ia akhirnya mengakui perbuatannya. Siti mengaku bahwa ia melahirkan jabang bayinya sendiri di dalam kamar mandi pada pukul 03.30 dini hari.

Proses Hukum dan Perawatan Medis

Saat ini, penyebab kematian bayi malang tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh tim dokter RS Bhayangkara melalui autopsi. Sedangkan Siti Aisyah, yang berusia 19 tahun, masih menjalani perawatan medis di RS Pirngadi sambil menunggu proses hukum yang akan menantinya setelah keluar dari rumah sakit.

Kesimpulan

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya kesadaran akan kesehatan dan kehidupan reproduksi. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan betapa pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar agar bisa segera menemukan tanda-tanda aneh yang bisa membantu proses penyelidikan lebih cepat.




Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *