Nurul Akmal, PNS Paruh Waktu Asal Aceh Curhat Kehidupannya

Nurul Akmal, Atlet Angkat Besi yang Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu

Nurul Akmal, atlet angkat besi asal Aceh, baru-baru ini diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Meski telah berkontribusi dalam berbagai even olahraga nasional dan internasional, ia mengungkapkan kekecewaannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam postingannya, Nurul menunjukkan foto dirinya menggunakan seragam Korpri, yang diduga diambil setelah pengangkatannya sebagai PPPK.

Nurul dikenal sebagai lifter berprestasi yang telah mengukir berbagai medali di berbagai ajang kompetisi. Antara lain, ia meraih medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2016, 2020, dan 2024. Selain itu, ia juga beberapa kali meraih medali dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada tahun 2013, 2015, 2017, dan 2019. Di tingkat internasional, Nurul pernah memperoleh medali perunggu dalam Kejuaraan Egat di Thailand pada tahun 2016, serta medali perak dalam Islamic Solidarity Game di tahun 2017 dan 2022. Ia juga menyabet medali perak dalam gelaran SEA Games di Vietnam pada tahun 2022 dan Kamboja setahun berselang.

Selain itu, Nurul pernah mengikuti beberapa event internasional seperti Kejuaraan Dunia International Weightlifting Federation (IWF) tahun 2018 dan Olimpiade Tokyo dan Paris meski tidak meraih medali. Namun, meskipun prestasinya terbilang luar biasa, Nurul hanya diangkat sebagai PPPK paruh waktu, bukan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Syarat Pengangkatan Atlet Berprestasi Menjadi PNS

Atlet berprestasi yang ingin dilantik menjadi PNS harus memenuhi beberapa syarat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga Dalam Bentuk Pekerjaan Sebagai Pegawai Negeri Sipil Bagi Olahragawan Berprestasi.

Dalam Pasal 5 ayat 1, disebutkan bahwa olahragawan berprestasi harus memenuhi persyaratan prestasi minimal, yaitu meraih:
– Medali perunggu pada Olimpiade atau Paralimpiade;
– Medali perak pada Asian Games atau Asian Para Games; atau
– Medali emas pada Southeast Asian Games (SEA Games) atau ASEAN Para Games.

Untuk membuktikan prestasi tersebut, atlet harus memiliki sertifikat atau medali dari penyelenggara. Selain itu, ada syarat tambahan dalam Pasal 5 ayat 3, yakni atlet harus memenuhi persyaratan menjadi PNS sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Proses Pengangkatan Atlet Berprestasi Menjadi PNS

Proses pengangkatan atlet berprestasi menjadi PNS melibatkan beberapa tahapan. Pertama, kementerian melakukan rapat koordinasi dengan instansi pemerintah terkait untuk mengajukan usulan kebutuhan khusus PNS bagi olahragawan berprestasi. Usulan tersebut kemudian masuk dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh instansi pemerintah bersama kementerian. Nota kesepahaman ini divalidasi oleh menteri dan selanjutnya diberikan ke Kemen PANRB serta ditembuskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Setelah itu, kementerian melakukan seleksi melalui panitia seleksi yang sudah dibentuk. Hasil seleksi inilah yang menjadi acuan pengangkatan atlet berprestasi menjadi PNS.

Apakah Nurul Akmal Layak Diangkat Jadi PNS?

Jika mengacu pada Permenpora tersebut, Nurul Akmal belum memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS karena belum meraih medali sesuai yang disyaratkan dalam Pasal 5 ayat 1. Di level SEA Games, Nurul hanya meraih medali perak sebanyak dua kali, yaitu dalam gelaran SEA Games Vietnam (2022) dan Kamboja (2023). Di level Asian Games, ia belum mampu meraih medali minimal perak seperti yang disyaratkan. Nurul hanya menduduki peringkat keempat dalam gelaran Asian Games Jakarta Palembang pada tahun 2018.

Di Olimpiade, Nurul pernah mengikuti dua kali, tetapi tidak menyabet medali apapun. Pada Olimpiade Tokyo 2020, ia menduduki peringkat lima, sedangkan saat berkompetisi di Olimpiade Paris 2024, ia menduduki peringkat kedelapan. Padahal, syarat minimal untuk diangkat menjadi PNS adalah meraih medali perunggu dalam Olimpiade.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *