Trasi 2026: Event Pariwisata yang Menggerakkan Ekonomi Lokal
Trabas Alam South Bangka Island (Trasi) 2026 menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh para penggemar olahraga motor trail. Sebanyak 500 rider hadir meramaikan event ini di Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Acara ini berlangsung di kawasan Perkantoran Terpadu Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (25/1/2026), dan menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari peserta.
Deru mesin motor trail memecah suasana siang yang terik. Jalanan yang biasanya sepi kini menjadi tempat berkumpulnya ratusan offroader dari berbagai daerah. Para rider tampak berbaris rapi di atas motor trail masing-masing. Helm dan pelindung tubuh terpasang rapat, sementara jersey berwarna-warni komunitas mereka menambah semarak suasana.
Beberapa peserta terlihat sibuk memeriksa gas dan rem, sementara yang lain saling menyapa dan melepas senyum tegang sebelum memulai petualangan. Debu tipis mulai beterbangan ketika bendera start dikibarkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda. Dalam hitungan detik, para rider langsung tancap gas, meninggalkan garis start menuju jalur trabas yang telah disiapkan panitia dalam ajang Trasi 2026.
Pengembangan Trasi sebagai Event Internasional
Sekda Bangka Selatan Hefi Nuranda menilai Trasi 2026 bukan sekadar ajang olahraga otomotif, tetapi telah berkembang menjadi motor penggerak pariwisata dan ekonomi daerah. Antusiasme peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa Bangka Selatan memiliki daya tarik besar bagi komunitas offroad nasional.
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi panitia dan seluruh peserta. Ini event yang luar biasa dan pertama kalinya digelar di Bangka Selatan dengan skala sebesar ini,” ujar Hefi kepada wartawan.
Alasan Trasi Bisa Naik Kelas
Menurutnya, dominasi peserta dari luar daerah serta dampak ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat menjadi alasan utama pemerintah daerah siap mendorong Trasi naik kelas. Tidak hanya berhenti sebagai event nasional, Pemkab Bangka Selatan menargetkan Trasi ke depan bisa menjadi agenda internasional.
“Homestay dan hotel penuh, pelaku UMKM bergerak. Dampaknya sudah terasa sejak kemarin hingga beberapa hari ke depan. Ini bukti nyata sport tourism bisa menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.
Hefi juga menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) serta Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan yang menjadi inisiator utama penyelenggaraan Trasi 2026. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci sukses pelaksanaan event berskala besar di daerah.
Dalam rangka memperluas jejaring, Pemkab Bangka Selatan mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh trabas yang memiliki jaringan nasional hingga internasional. Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, disebut telah berdiskusi langsung dengan Om Muzakir, salah satu figur trabas nasional yang aktif mengikuti event di dalam maupun luar negeri.
“Kalau memungkinkan, tahun ini kita bisa kembali gelar event nasional bahkan internasional. Pemerintah daerah siap mendukung penuh,” tegas Hefi.
Potensi Besar Bangka Selatan untuk Trabas Adventure
Sementara itu, Ketua Pelaksana Trasi 2026, Andi Zega, mengungkapkan jumlah peserta jauh melampaui target awal panitia. Dari perkiraan awal, total peserta justru menembus angka 500 rider, dengan sekitar 90 persen berasal dari luar Kabupaten Bangka Selatan.
“Kondisi ini menunjukkan Bangka Selatan punya daya tarik yang kuat bagi komunitas offroader. Ini potensi besar yang harus dijaga dan dikembangkan,” kata Andi.
Ia menilai Bangka Selatan memiliki keunggulan alam yang sangat mendukung untuk event trabas adventure, mulai dari jalur hutan, perbukitan, hingga kawasan pesisir. Kombinasi lanskap tersebut diyakini mampu menarik rider profesional, termasuk dari luar negeri.
Andi juga berharap Trasi 2026 menjadi titik balik kebangkitan komunitas offroad lokal yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir. Melalui event ini, ia ingin semangat trabas di Bangka Selatan kembali hidup sekaligus memperkuat citra daerah sebagai destinasi sport tourism unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Dulu offroad di Bangka Selatan sangat ramai. Sekarang ini saatnya kita bangkitkan lagi. Trasi harus menjadi pemantik,” pungkasnya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












