Kebakaran Pasar Loak Terminal Adiwerna Tegal
Belasan kios yang menjual barang-barang bekas atau dikenal sebagai Pasar Loak Terminal Adiwerna, Kabupaten Tegal, hangus terbakar pada Jumat (23/1/2026) pagi. Hanya tersisa puing-puing barang-barang rongsokan yang kondisinya hangus akibat kobaran api. Sisa-sisa barang bekas seperti kursi, sepeda kayuh, seng, ban, kipas angin, knalpot, hingga kayu di lokasi menjadi saksi besarnya kejadian tersebut.
Garis polisi berwarna kuning mengelilingi setiap sudut kios yang terdampak kebakaran. Ini menjadi penanda bahwa siapa pun selain petugas dari kepolisian, pemadam kebakaran, ataupun petugas terkait dilarang masuk. Warga juga terlihat masih berkerumun di lokasi menyaksikan sisa-sisa kebakaran. Ada yang penasaran dan mendekat ke salah satu kios, sementara yang lain memilih berada lebih jauh sambil menyaksikan kios yang sudah tak berbentuk.
Dari sekian orang di lokasi, satu pria paruh baya terlihat murung tapi berusaha tegar dengan tetap tersenyum. Bani Adam, salah satu pemilik kios di Pasar Loak Terminal Adiwerna Tegal yang terdampak kebakaran itu. Mengenakan kemeja batik, jaket hitam, dan bawahan sarung, Bani menceritakan kesaksiannya saat pertama kali api menyambar kios penyambung hidupnya selama belasan tahun ini.
Bani mengetahui kebakaran saat sedang mengecek kios jualannya, kemudian melihat di sela-sela atap keluar asap hitam bersamaan suara gaduh. Menurut Bani, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 05.40. Sehari-hari Bani Adam tinggal tidak jauh dari kios, jaraknya sekira 20 meter. Bahkan biasanya dia juga tidur di dalam kios. Namun pada Kamis (22/1/2026) malam, Bani memutuskan pulang ke rumah.
“Saya biasanya sehabis salat subuh selalu mengecek kios. Nah pagi tadi awalnya saya melihat sudah ada asap tebal dan suara gaduh,” ujarnya. “Saya langsung mencari sumber asap dari mana, yang ternyata dari kabel sambungan listrik.”
“Sempat berusaha mematikan listrik, tapi saat hendak masuk ke dalam kios, api sudah menyambar dan saya tidak berani, saya lari menjauh.” “Tidak lama, api menyambar disusul suara ledakan sangat kencang dan ada benda yang menyembur karena di lokasi ada kompresor,” cerita Bani kepada media, Jumat (23/1/2026).
Kios jualannya habis tak bersisa. Bangunan kios, barang-barang di dalam semuanya hangus terbakar. Dikatakan Bani, estimasi kerugian yang dialami sekira 17 lapak pedagang Pasar Loak, yang kiosnya terbakar itu sekira Rp100 juta. Sedangkan untuk estimasi kerugian yang dia alami, Bani menyebut tidak banyak, sekira Rp500 ribu hingga Rp1 juta, karena barang-barang tidak terlalu banyak.
“Kios saya habis semua tidak bersisa. Dari 17 kios, yang kondisinya paling parah sekira 12 kios.” “Korban jiwa tidak ada karena kejadian pagi hari, sehingga belum ada yang berangkat di kios. Rata-rata pedagang berangkat pukul 07.00,” jelas Bani.
Bani berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk memberikan bantuan sehingga dia bisa beraktivitas seperti biasa lagi dan mencari nafkah untuk keluarga. Karena, dia menggantungkan perekonomian dari kios jualannya di Pasar Loak. Biasanya pendapatan harian tidak tentu, tetapi kisaran Rp100.000 sampai Rp150.000 per hari.
“Kios saya menjual barang-barang elektronik, sepeda, dan sparepart motor bekas.” “Saya buka lapak sejak 2013 atau sudah 13 tahun. Saya menggantungkan hidup di sini sebagai mata pencaharian utama,” ungkap Bani Adam.
Dugaan Awal Korsleting Listrik
Sementara itu, Kapolsek Adiwerna AKP Bambang Suwidagdo menerangkan, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya mendatangkan petugas ke lokasi dan mencari penyebab kebakaran berasal dari mana. Dalam proses tersebut melibatkan tim Inafis dan Satreskrim Polres Tegal. Selain itu pihaknya juga melakukan pengamanan lokasi dan mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi kebakaran.
Polsek Adiwerna juga berkoordinasi dengan PLN untuk mematikan aliran listrik sementara di lokasi kebakaran untuk meminimalisir bahaya. Ada enam mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Dua dari Kota Tegal dan empat dari Kabupaten Tegal. “Untuk memadamkan kobaran api, petugas membutuhkan waktu sekira satu jam,” ujar AKP Bambang.
AKP Bambang menegaskan, pasca kebakaran di Pasar Loak Terminal Adiwerna Tegal kondisi terkini sudah aman dan aktivitas kembali seperti biasa. Namun garis polisi masih terpasang di lokasi kios yang terbakar, agar masyarakat tidak masuk ke area tersebut. Menurut AKP Bambang, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu.
“Sesuai hasil penyelidikan sementara anggota Reskrim Polsek Adiwerna penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik (hubungan pendek arus listrik),” ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal, Elliya Hidayah menambahkan, ada 17 kios yang terdampak kebakaran dan penyebabnya dugaan sementara karena korsleting listrik. Pasca kejadian kebakaran, Elliya mengimbau kepada pedagang yang memiliki lapak di Pasar Loak Terminal Adiwerna untuk lebih berhati-hati dan waspada ketika membuat instalasi listrik. Terutama ketika selesai berjualan dan hendak menutup kios, jangan lupa mengecek dan mematikan instalasi listrik.
Elliya menilai, ke depannya perlu disediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) untuk kesiapsiagaan ketika terjadi peristiwa serupa. “Kios yang ada di sini menjual barang-barang rongsok, barang bekas, sparepart, hingga elektronik.” “Ke depan, Pasar Loak Terminal Adiwerna Tegal ini perlu ditata ulang agar tidak terkesan kumuh,” imbuh Elliya.












