Laga Persija Jakarta vs Madura United: VAR Tidak Memberikan Kartu Merah untuk Taufik Hidayat
Pertandingan antara Persija Jakarta melawan Madura United dalam lanjutan match day ke-18 Super League 2025/2026 berlangsung di Stadion Gelora Utama Bung Karno, Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026. Pertandingan ini dimulai pukul 19.00 WIB dan menjadi salah satu laga yang menarik perhatian penggemar sepak bola.
Salah satu momen penting dalam pertandingan ini adalah keputusan wasit yang tidak memberikan kartu merah kepada Taufik Hidayat, bek Madura United. Pada menit ke-74, wasit menghentikan laga untuk mengecek VAR setelah terjadi tabrakan antara Rayhan Hannan dan Taufik Hidayat. Awalnya, wasit memberikan kartu kuning kepada Rayhan Hannan akibat tabrakan tersebut. Namun, karena ada potensi kartu merah untuk Taufik Hidayat, wasit memutuskan untuk meninjau rekaman VAR.
Dalam tayangan ulang, Taufik Hidayat tampak melakukan gerakan susulan dengan menginjak kaki Rayhan Hannan. Meskipun demikian, setelah mengecek VAR, wasit memutuskan bahwa pelanggaran tersebut tidak layak diberi kartu merah. Akhirnya, skor tetap bertahan pada 1-0 untuk keunggulan Persija Jakarta.
Jalannya Laga
Babak Pertama
Persija Jakarta mendapatkan peluang emas di menit ke-5 melalui tendangan bebas setelah Gustavo Almeida dilanggar oleh Rogert Bonet di dekat kotak penalti Madura United. Maxwell Souza yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal mengonversi peluang tersebut karena tendangannya melambung di atas mistar gawang.
Roger Bonet melakukan penyelamatan gemilang dengan memotong umpan silang Dony Tri Pamungkas pada menit ke-13. Jika bukan karena penyelamatan tersebut, umpan Dony Tri Pamungkas berpotensi disambar Gustavo Almeida dan membuahkan gol.
Maxwell Souza mendapat peluang emas di dalam kotak penalti Madura United pada menit ke-20. Sayang, ia terlalu lama mengontrol bola sehingga berhasil di-block Ahmad Rusadi. Witan Sulaeman memiliki momentum untuk mencetak gol setelah berhasil memanfaatkan bola liar pasca-Maxwell Souza dilanggar. Ia berhasil membawa bola ke dekat gawang Madura United tetapi terburu-buru sehingga tendangannya berhasil ditangkap Dicky Indriyana.
Maxwell Souza menyia-nyiakan peluang emas pada menit ke-28. Ia berdiri bebas dan mampu membawa bola ke dalam kotak penalti Madura United setelah lolos dari pengawalan bek tim tamu. Maxwell Souza punya opsi untuk mengirim umpan ke Gustavo Souza, tetapi ia memilih menendang bola langsung ke gawang Madura United yang berhasil ditangkap Diky Indriyana.
Tiga menit berselang, Maxwell Souza melesatkan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti Madura United dan hampir membuahkan gol. Diky Indriyana tampil gemilang dengan menepis tendangan pemain bernomor punggung 99 milik Persija Jakarta tersebut.
Witan Sulaeman mendapat peluang emas di depan gawang Madura United setelah menerima umpan cut inside dari Rio Fahmi pada menit ke-36. Namun Witan Sulaeman gagal mengontrol bola sehingga peluangnya terbuang sia-sia.
Persija Jakarta mendapat peluang lewat tendangan bebas pada menit ke-37 setelah Allano Lima dilanggar Taufik Hidayat di sisi kanan pertahanan Madura United. Allano Lima yang menjadi eksekutor gagal memanfaatkan peluang setelah umpannya dipotong bek Madura United.
Wasit menunjuk titik putih pada menit ke-40 setelah Gustavo Almeida dilanggar oleh Mendonca di kotak terlarang Madura United. Gustavo Almeida yang menjadi eksekutor berhasil mengeksekusi penalti dengan dingin dan membawa Persija Jakarta unggul di menit ke-43.
Tak lama berselang, Lulinha mencoba menyerang dan berhasil membahayakan gawang Persija Jakarta. Namun tendangan Lulinha melambung tipis di atas mistar gawang Persija Jakarta. Allano membahayakan gawang Madura United pada menit tambahan waktu babak pertama. Ia mengirim umpan crossing ke arah Maxwell Souza tetapi berhasil dibuang bek Madura United.
Babak Kedua
Pemain Persija Jakarta mencoba mengobrak-abrik pertahanan Madura United untuk menambah pundi gol di lima menit awal babak pertama. Namun upaya mereka kerap terhenti di tengah lapangan akibat solidnya lini belakang Madura United.
Maxwell Souza mendapat momentum setelah berhasil berlari membawa bola dari tengah lapangan ke dalam kotak penalti Madura United pada menit ke-51. Ia terlalu deras berlari dan bola malah keluar lapangan.
Persija Jakarta sulit membongkar pertahanan Madura United pada menit ke-52 hingga 62. Dalam kurun waktu 10 menit tersebut, Persija Jakarta banyak memainkan bola di tengah sembari mencari celah untuk menciptakan peluang.
Pada menit ke-63, Allano Lima melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti Madura United tetapi melenceng dari target. Selang semenit, Madura United mendapat peluang lewat emas lewat kerja sama Gio Numberi dan Lulinha. Gio Numberi melesatkan crossing dari sisi kanan pertahanan Persija Jakarta dan berhasil diterima oleh Lulinha. Sayang, tandukan Lulinnha melambung di atas mistar gawang Persija Jakarta.
Alaaeddine Ajaraie hampir mencetak gol perdana setelah ia dimasukkan pada menit ke-69. Pada menit ke-70, ia memiliki peluang emas di depan gawang Madura United setelah memanfaatkan umpan dari Dony Tri Pamungkas. Sayang, tandukan Alaaeddine Ajaraie melenceng dari target karena diganggu Taufik Hidayat.
Pada menit ke-74, wasit menghentikan laga buat mengecek VAR setelah Rayhan Hannan bertabrakan dengan Taufik Hidayat. Wasit semula memberi kartu kuning untuk Rayhan Hannan akibat tabrakan tersebut. Namun, wasit memilih melihat momen pelanggaran melalui VAR karena ada potensi kartu merah untuk Taufik Hidayat.
Dalam tayangan ulang, Taufik Hidayat tampak melakukan gerakan susulan dengan menginjak kaki Rayhan Hannan. Namun, setelah mengecek VAR, wasit tak memberikan kartu merah untuk Taufik Hidayat.
Susunan Pemain
Persija Jakarta
Starter: Carlos Eduardo, Dony Tri Pamungkas, Rio Fahmi, Jordi Amat, Rizky Ridho (C), Thales Lira, Aditya Warman, Allano Brendon Lima, Witan Sulaeman, Maxwell Souza dan Gustavo Almeida.
Cadangan: Andritany Ardhiyasa, Hansamu Yama, Rayhan Hannan, Dia Syayid, Arlyansyah Abdulmanan, Alan Cardoso, Alaaeddine Ajaraie, Eksel Runtukahu dan Fajar Fathurahman.
Pelatih: Mauricio Souza
Madura United
Starter: Moch. Diky Indriyana, Ahmad Rusadi, Jorge Ambrosio Mendonca, Pedro Filipe Tinoco, Roger Bonet, Ilham Syah, Kerim Palic, Riquelme Sousa Silva, Taufik Hidayat, Jose Brandao Goncalves Junior, dan Lulinha (C).
Cadangan: Novan Setya Sasongko, Paulo Sitanggang, Ahitya Harlan, Make Aldo Maulidino, Fransiskus Alesandro Nimo Olepue, Riski Afrisal, Iran Junior, Aji Kusuma, Muhammad Kemaluddin dan Giovani Numberi.
Pelatih: Carlos Perreira












