Kebakaran Hebat di Jalan Adam Malik, Kota Jambi
Kota Jambi kembali dikejutkan oleh kebakaran hebat yang terjadi di deretan lapak pedagang di Jalan Adam Malik, kawasan Beringin, Kecamatan Jelutung, Rabu (21/1/2026) siang. Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi para korban dan warga sekitar. Api cepat membesar dan melalap bangunan semi permanen, menghanguskan berbagai lapak dagangan seperti pakaian, warung makan, hingga merenggut satu nyawa.
Faisal, salah satu pedagang pakaian, menjelaskan bahwa ia telah berdagang di lokasi tersebut sejak tahun 2014. Ia mengatakan bahwa kondisi saat ini sangat memprihatinkan, karena hanya sekitar empat lapak yang tersisa. “Api cepat sekali membesar, tidak ada lagi yang bisa diselamatkan,” ujar Faisal.
Di kawasan yang terbakar, terdapat beragam pedagang dengan berbagai jenis dagangan, mulai dari penjual pakaian, nasi goreng, bakso, sambal bako, hingga nasi udang. Salah satu pedagang nasi goreng, Mas Cokro, menjadi korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara menyebutkan bahwa Mas Cokro kembali masuk ke dalam bangunan yang terbakar untuk menolong anaknya.
Anak korban berhasil menyelamatkan diri melalui lantai atas, sedangkan Mas Cokro terjebak di dalam bangunan bertingkat dengan konstruksi papan hingga akhirnya tak tertolong. Berikut adalah petikan wawancara Faisal bersama jurnalis Tribun Jambi:
Wawancara dengan Faisal
Tribun: Selamat siang. Boleh sebutkan namanya, Pak?
Faisal: Saya Faisal.
Tribun: Sudah berapa lama Bapak berdagang di sini?
Faisal: Berdagang di sini mulai tahun 2014, berarti sudah sekitar 10 tahun.
Tribun: Jadi, Bapak berdagang pakaian?
Faisal: Iya, pakaian.
Tribun: Untuk kejadian kebakaran kemarin, mungkin Bapak bisa ceritakan sedikit kronologis yang Bapak ketahui?
Faisal: Saat kejadian kebakaran itu, saya sendiri tidak berada di sini.
Tribun: Karena waktu itu di rumah istri, ya?
Faisal: Iya. Waktu itu saya sedang membantu teman kerja. Tapi setelah saya sampai di sini, kondisi sudah terbakar habis. Tinggal sekitar empat lapak yang tersisa.
Tribun: Berarti Bapak mendapat kabar setelah rumah terbakar?
Faisal: Iya, saya dikabari setelah kejadian. Kata orang rumah, apinya cepat membesar. Waktu sampai, sudah besar. Tidak ada lagi yang bisa diselamatkan.
Tribun: Bapak sendiri berdagang apa?
Faisal: Saya berdagang pakaian.
Tribun: Di sebelah saya ada pedagang nasi goreng, saya di tengah jualan pakaian, di sebelahnya lagi ada bakso, sambal bako, dan nasi udang.
Faisal: Iya, Mas Cokro itu pedagang nasi goreng di sebelah saya.
Tribun: Saat itu, Bapak tahu bagaimana kondisi Mas Cokro?
Faisal: Waktu saya sampai, saya mencari Mas Cokro. Ada yang bilang dia masih di dalam. Tapi sudah tidak bisa lagi. Mas Cokro tidak sanggup keluar. Ada pakaian Mas Cokro yang terbakar di dalam. Jadi, Mas Cokro tidak bisa diselamatkan. Dia terjebak di dalam.
Katanya Mas Cokro masuk lagi karena ingin menolong anaknya. Itu yang saya dengar dari cerita kawan-kawan. Anaknya sempat berada di lantai atas. Bangunan itu bertingkat dua, tapi lantainya bukan beton, melainkan papan. Anaknya berhasil keluar lewat atas, sementara Mas Cokro terjebak di dalam.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
Setelah korban dievakuasi, Mas Cokro dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Selanjutnya, korban dibawa ke masjid dekat lokasi kejadian. Masjid tersebut juga merupakan tempat di mana almarhum aktif sebagai pengurus. Setelah dimandikan dan dibersihkan di masjid, korban disalatkan malam hari setelah Isya.
Kemudian, jenazah dibawa ke rumah duka di Provinsi Lampung. Kabar terakhir menyebutkan bahwa jenazah tiba di sana pagi tadi.
Kerugian yang Dialami
Faisal mengungkapkan bahwa kerugian yang dialaminya cukup besar. Semua pakaian dagangan terbakar, termasuk barang-barang jualan lainnya. “Mungkin belum ratusan juta, tapi puluhan juta. Hampir ke arah itu. Kami juga tidak sempat menghitung detailnya,” kata Faisal.
Selain pakaian, beberapa perlengkapan sekolah dan pakaian anak juga ikut terbakar. Sebagian kecil berhasil diselamatkan oleh keluarga dan warga sekitar.
Harapan kepada Pemerintah
Faisal berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada para korban. “Kami berharap ada perhatian. Mudah-mudahan ada solusi dan bantuan nyata,” katanya.
Para pedagang lainnya juga mengalami dampak serupa. Beberapa di antaranya memilih pindah ke rumah orang tua, sementara yang lain tetap tinggal di sekitar Kota Jambi.
Kondisi Pasca-Kebakaran
Saat kejadian, warga sempat mendengar suara ledakan sebelum api cepat membesar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Hingga saat ini, hanya sedikit barang yang tersisa. Faisal mengungkapkan bahwa ia tidur di rumah keluarga di kawasan Kenali malam tadi.












