Daerah  

Dedi Mulyadi Temui Korban Longsor Cisarua, Janjikan Bantuan Rp 10 Juta per KK

Kunjungan Gubernur Jabar ke Lokasi Bencana Longsor Cisarua

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru saja melakukan kunjungan ke lokasi bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Ia bertemu langsung dengan para korban yang mengungsi setelah mengalami dampak dari peristiwa tersebut.

Bencana longsor melanda wilayah tersebut pada Sabtu (24/1/2026), mengakibatkan korban meninggal dan hilang. Dedi Mulyadi menyampaikan komitmennya untuk memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta per kepala keluarga (KK) kepada para korban. Selain itu, ia juga menyerahkan seribu kotak nasi untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

“Nanti (ada bantuan) Rp10 juta per kepala keluarga ya, pakai untuk ngontrak dulu di mana terserah,” ujar Dedi dalam kunjungannya. Ia menilai bahwa warga yang terlalu lama tinggal di tempat pengungsian berisiko mengalami tekanan mental.

Dedi juga menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, agar segera menyiapkan alokasi anggaran untuk bantuan tersebut. Bantuan ini diharapkan mampu mencukupi kebutuhan dasar para korban dalam waktu dekat.

Proses Pencarian Korban yang Masih Tertimbun

Proses pencarian korban yang masih tertimbun longsor berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Tim gabungan bersama aparat kepolisian berhasil mengevakuasi 10 kantong jenazah dari timbunan material longsor.

Langkah ini dilakukan guna memastikan identitas para korban secara akurat dan resmi. Hingga Sabtu (24/1/2026), sebanyak 10 kantong jenazah berhasil diangkat dari lokasi longsor. Dari jumlah tersebut, 6 jenazah telah teridentifikasi dan dikonfirmasi oleh pihak keluarga.

Sembilan jenazah ditemukan dalam kondisi utuh, sementara satu kantong lainnya berisi potongan tubuh korban. Salah satu bagian tubuh berupa tangan telah berhasil diidentifikasi melalui pencocokan sidik jari, sedangkan potongan tubuh lainnya berupa kaki masih menunggu hasil uji DNA.

Puluhan warga masih dilaporkan hilang. Berdasarkan data posko pengaduan, sekitar 81 warga masih dinyatakan hilang akibat longsor yang menerjang kawasan permukiman dan lahan pertanian di lereng Gunung Burangrang.

Pencarian Korban Dihentikan Sementara

Operasi pencarian korban terpaksa dihentikan sementara pada Sabtu sore karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan serta faktor keselamatan tim penyelamat. Pencarian akan dilanjutkan pada Minggu (25/1/2026) pagi, melibatkan tim gabungan dari kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, relawan, dan warga setempat.

Kronologi Bencana Longsor

Sebelumnya, bencana longsor disertai aliran air deras terjadi di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi secara mendadak saat sebagian besar warga tengah terlelap tidur.

Material tanah bercampur air mengalir deras dari lereng Gunung Burangrang dan menghantam kawasan permukiman warga. Akibat kejadian itu, sekitar 30 rumah warga terdampak, sementara proses pendataan korban meninggal maupun luka-luka masih terus berlangsung.

Evakuasi dan Antisipasi Longsor Susulan

Untuk mencegah risiko longsor lanjutan, pemerintah desa bersama aparat terkait telah mengevakuasi warga yang tinggal di zona rawan ke Aula Kantor Desa Pasirlangu. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan karena kondisi tanah di lokasi kejadian masih sangat labil.

Luas wilayah terdampak longsor diperkirakan mencapai sekitar 30 hektar. Berdasarkan hasil penelusuran awal, longsor diduga dipicu oleh kombinasi tanah labil dan curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Cisarua dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tanah di lereng bukit kehilangan daya ikat, sehingga mudah runtuh dan terbawa aliran air deras.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *