Bencana Banjir dan Longsor di Sekitar Lereng Gunung Slamet
Banjir dan longsor yang terjadi di lereng Gunung Slamet telah menimbulkan dampak serius bagi masyarakat sekitar. Berbagai desa di beberapa kabupaten di sekitar lereng gunung tersebut mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Jumat malam.
Korban Jiwa dan Evakuasi Warga
Dampak banjir dan longsor menyebabkan satu orang warga dilaporkan tewas. Korban, berinisial T, merupakan warga Dukuh Wanasari, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Ia ditemukan oleh warga di jembatan sungai Kali Penakir, wilayah Dukuh Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga, pada Sabtu (24/1) dini hari.
Setelah menerima laporan dari warga, tim SAR gabungan bersama Polsek dan Koramil Moga langsung melakukan evakuasi korban ke rumah sakit Muhammadiyah Rodliyah Achid Moga, Pemalang. Selain itu, sejumlah 92 warga terdampak luapan sungai di wilayah Desa Penakir juga dievakuasi ke Kantor Kecamatan Pulosari.
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait dalam pendirian posko darurat penanganan bencana, serta bekerja sama dalam pembersihan material banjir di lokasi kejadian.

Dampak Banjir di Purbalingga
Selain di wilayah Pemalang, banjir dan longsor juga melanda daerah lain seperti Purbalingga. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Revon Hapinindriat mengatakan banjir bandang melanda Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, setelah aliran sungai meluap akibat intensitas hujan tinggi.
Akibat kejadian tersebut, akses jalan kabupaten menuju Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan terisolasi karena tertutup material banjir. Data sementara menunjukkan total pengungsi sebanyak 31 kepala keluarga atau 110 jiwa.

Banjir Lumpur di Banyumas
Di Kabupaten Banyumas, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan luapan air sungai bercampur lumpur di aliran Sungai Kali Pangkon, objek wisata Telaga Sunyi, dan Sungai Kalipelus, Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, yang berada di lereng Gunung Slamet.
Banjir lumpur tersebut terjadi sejak Sabtu (24/1), sekitar pukul 01.00 WIB, dengan ketinggian air diperkirakan kisaran 70-90 centimeter. BPBD Kabupaten Banyumas bersama unsur Muspika Sumbang dan aparat kewilayahan telah mendatangi lokasi untuk memantau kondisi terkini.
Warga sekitar diimbau untuk sementara tidak beraktivitas di sungai, khususnya di kawasan objek wisata. Hingga Sabtu (24/1) pagi, kondisi luapan air di Sungai Kali Pangkon dilaporkan telah surut dan tidak ada laporan kerusakan permukiman maupun korban jiwa.

Dampak di Guci, Tegal
Dampak banjir juga dirasakan oleh warga Guci, Tegal. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal M Afifudin menetapkan status darurat sebagai langkah penanganan darurat yang mengalami kerusakan bangunan maupun fasilitas di kawasan objek wisata tersebut.
Menurutnya, tidak ada korban jiwa dan tidak ada rumah yang terdampak, kecuali beberapa fasilitas objek wisata dan tiga jembatan yang hilang. Oleh karena itu, pihaknya menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan untuk penanganan darurat.
Beberapa fasilitas objek wisata yang rusak dan tertutup material adalah Pancoran 13, Pancoran 5, dan Pemandian Air Panas, sedangkan tiga jembatan yang hilang yaitu dua jembatan yang berada di kawasan objek wisata serta jembatan penghubung Siramp dan Bumijawa.

Kondisi Terkini di Guci
Saat ini, debit air sungai Gung yang berada di kawasan objek wisata Guci masih terpantau normal meski curah hujan masih mengguyur di wilayah kawasan tersebut. Akibat tumpukan material berupa pasir dan batu, objek Pancuran 13, Pancuran 5, dan pemandian air panas ditutup total untuk masyarakat.
Sebagai upaya penanganan darurat, pihaknya akan mendesain kawasan objek wisata Guci agar lebih aman pasca-bencana.

Pengaturan Jalur dan Pembersihan Material
Bupati Tegal mengarahkan kepada Camat Bojong dan Bumijawa agar masyarakat bisa menggunakan jalan lain, karena jembatan masih ditutup. Selain itu, 11 lokasi longsor yang terjadi di Sirampg dan Bumijawa hingga menuju wilayah Kabupaten Brebes sudah bisa dilalui kendaraan, karena sisa material yang menumpuk di jalan sekitar pukul 13.30 WIB sudah dibersihkan oleh BPBD, Polri, dan relawan.













