Penyebab Pembunuhan Sutrisno yang Terungkap
Noval (26), pelaku pembunuhan terhadap Sutrisno (65) telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk menjalani observasi kejiwaan. Hasil pemeriksaan psikiater menunjukkan bahwa Noval terindikasi sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hal ini memicu proses lanjutan di RSJ untuk memastikan apakah ia benar-benar mengalami gangguan jiwa.
Apabila hasil observasi menyatakan bahwa Noval memang ODGJ, maka penyidikan kasus ini tidak akan dapat dilanjutkan. Informasi ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Lubuk Linggau AKP M Kurniawan Azwar melalui Kanit Pidum Ipda Suwarno. Menurutnya, pihak kepolisian membawa tersangka ke RSJ untuk memastikan kondisi mentalnya. Dalam pemeriksaan psikiater, ada indikasi kuat bahwa Noval mengalami gangguan jiwa.
Suwarno juga menjelaskan bahwa dalam beberapa kali pemeriksaan, Noval memberikan keterangan yang berbeda dan tidak konsisten. Hal ini menyulitkan petugas dalam mengumpulkan informasi lebih lanjut. Ia menambahkan bahwa jika nantinya dinyatakan sebagai ODGJ, penyidikan tidak bisa diteruskan. Selain itu, pihak kepolisian juga telah memberi tahu keluarga korban tentang kondisi tersangka dan menyarankan agar mereka bertemu dengan keluarga korban.
Noval diketahui tinggal sendirian dan menumpang di rumah warga Kelurahan Lubuklinggau Ilir. Hanya kakaknya yang dapat dihubungi oleh pihak kepolisian.
Kronologi Pembunuhan
Kronologi kejadian dimulai setelah salat subuh, saat Sutrisno pulang dari masjid. Tiba-tiba, seseorang tak dikenal mengetuk pintu rumahnya. Pintu dibuka oleh cucunya, Dimas. Saat itu, pelaku langsung masuk dan menyerang korban. Korban mencoba menegur pelaku, namun justru ditusuk oleh pelaku.
Motif pembunuhan masih dalam penyelidikan. Menurut keterangan saksi, korban, dan pelaku sama sekali tidak saling mengenal. Dimas, cucu korban, mengatakan bahwa kakeknya diserang secara membabi buta menggunakan senjata tajam. Kejadian ini bermula ketika adik Dimas yang duduk di bangku SD membuka trali pintu rumah. Saat itu, suasana lorong rumah masih sepi karena waktu masih pagi.
Tiba-tiba, seorang laki-laki menggunakan hoodie hitam muncul di depan rumah. Laki-laki tersebut langsung mengejar adik Dimas, yang kemudian masuk ke dalam rumah. Mendengar teriakan adiknya, Sutrisno yang baru saja selesai salat subuh langsung keluar kamar.
Saat melihat korban, pelaku langsung masuk ke dalam rumah dan mendorongnya. Pelaku kemudian menusuk Sutrisno bertubi-tubi. Meski korban melawan dengan menendang pelaku hingga terjatuh, pelaku kembali menyerangnya dengan pisau. Akibat serangan ini, Sutrisno menderita 13 luka tusuk, termasuk beberapa luka besar.
Peristiwa yang Mengakhiri Kehidupan Sutrisno
Setelah kejadian, Dimas langsung meminta pertolongan warga sekitar. Warga kemudian membantu menyelamatkan Sutrisno ke rumah sakit dan mengejar pelaku. Pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh warga bersama senjata tajam miliknya.
Alex, Ketua RT 05 Kelurahan Megang, mengatakan bahwa pelaku dan korban tidak saling mengenal. Menurutnya, korban dikenal baik dan tidak memiliki musuh sama sekali. Bahkan, penuturan keluarga selama ini menunjukkan bahwa korban tidak pernah melakukan hal yang merugikan orang lain.
Sutrisno meninggal dunia pada Sabtu 17 Januari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB malam setelah menjalani perawatan di RS AR Bunda Lubuklinggau. Sebelumnya, korban sempat diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Namun, infeksi dari lukanya membuat korban kembali dilarikan ke rumah sakit.
Endang, anak Sutrisno, membenarkan kematian ayahnya setelah menjalani perawatan. Awalnya, kondisi orang tuanya membaik dan sudah bisa diajak ngobrol. Setelah operasi, korban bahkan bisa berkomunikasi seperti biasa. Namun, karena jumlah luka yang cukup parah, kondisi kesehatannya menurun drastis.












