Jeritan hati kakak Florencia Lolita setelah identifikasi korban ATR 42-500: sangat kehilangan

Identifikasi Jasad Florencia Lolita Wibisono, Pramugari ATR 42-500

Jenazah Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat ATR 42-500 yang menjadi korban kecelakaan, akhirnya berhasil diidentifikasi melalui berbagai metode seperti sidik jari, data gigi, dan informasi medis. Proses identifikasi ini memberikan kepastian bagi keluarga bahwa sang adik telah meninggal dalam insiden tersebut.

Kondisi jenazah ditemukan dalam keadaan mengenaskan, tetapi masih utuh. Jenazah ditemukan dekat serpihan bagian kepala pesawat, yang menunjukkan bahwa lokasi penemuan tersebut sangat berkaitan dengan kejadian kecelakaan. Meski dalam kondisi yang menyedihkan, jenazah Florencia tetap lengkap, termasuk pakaian yang ia kenakan saat kejadian.

Perasaan Keluarga yang Mendalam

Rasa duka yang mendalam dirasakan oleh seluruh keluarga Florencia Lolita Wibisono. Kakak kandungnya tidak mampu menahan air mata ketika menceritakan sosok adiknya yang penuh kasih, bertanggung jawab, dan selalu menjadi sumber kekuatan bagi keluarga. Duka yang terasa begitu dalam juga terungkap dalam kata-kata yang diucapkan oleh kakaknya, yang menyebut kepergian Florencia sebagai luka tak tergantikan dalam hati mereka.

Duka tersebut juga dituangkan melalui media sosial. Salah satu kakaknya, Natasya Wibisono, menulis status di Instagram dengan foto Florencia. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sejak awal. Di samping itu, ia juga menyampaikan bahwa keluarga akan segera mengantarkan adiknya ke tempat peristirahatan terakhir.

Sementara itu, kakak lainnya, Felix, menyampaikan duka dengan kata-kata yang menyentuh. Ia menyampaikan bahwa meskipun ada banyak pertanyaan tanpa jawaban, keluarga memilih untuk percaya pada Tuhan. Bagi mereka, kehilangan Florencia bukan hanya kehilangan biasa, tetapi sebuah anugerah yang pernah diberikan oleh Tuhan.

Kronologi Penemuan Jenazah

Anggota Tim SAR, Saiful Malik, menjelaskan kronologi penemuan jenazah Florencia. Menurutnya, jenazah ditemukan sekitar jam 2 pagi, dekat posisi titik kepala pesawat. Lokasi penemuan berada sekitar 100 meter dari titik tersebut. Saiful mengungkapkan bahwa saat menemukan jenazah, ia langsung mengidentifikasi bahwa jenazah tersebut adalah perempuan, karena masih ada nametag yang menunjukkan nama Florencia Lolita.

Kondisi tubuh jenazah dalam posisi tengkurap, dengan luka patah kaki. Namun, secara keseluruhan, jenazah masih utuh, termasuk kepala dan pakaian yang dikenakan. Saiful menjelaskan bahwa Olen masih mengenakan pakaian non-uniform, seperti sepatu kets, celana jeans, dan baju ATR.

Pernyataan Dari Kabid Dokkes Polda Sulsel

Kabid Dokkes Polda Sulsel, dr. Muhammad Haris, mengonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan cocok dengan data Ante-Mortem milik Florencia Lolita Wibisono. Data yang dimaksud mencakup jenis kelamin perempuan, usia 33 tahun, serta alamat yang tercantum di apartemen Oak Tower A unit 216 Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Proses identifikasi dilakukan melalui berbagai metode, termasuk sidik jari, data gigi, dan ciri medis. Hal ini memberikan kepastian bahwa jenazah yang ditemukan benar-benar merupakan Florencia Lolita Wibisono.

Harapan Keluarga

Melalui pernyataan di media sosial, keluarga Florencia menyampaikan harapan bahwa semua yang terkait dengan kecelakaan tersebut diberikan kekuatan oleh Tuhan. Mereka juga berharap agar korban lain yang belum ditemukan dapat segera ditemukan.

Di akhir pesannya, Felix menyampaikan doa untuk Florencia, yang kini telah pergi ke tempat terbaik. Kata-kata “Flying higher” menjadi simbol dari harapan bahwa adiknya kini berada di tempat yang lebih baik.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *