Fakta-Fakta Kecelakaan Kereta Api Menoreh di Cirebon
Kereta Api (KA) Menoreh, yang beroperasi pada relasi Semarang Tawang – Pasar Senen, mengalami kecelakaan menabrak truk pengangkut air di wilayah Cirebon, Jawa Barat, pada hari Rabu (21/1/2026). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.47 WIB di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Berikut adalah lima fakta penting terkait kejadian tersebut.
1. Kondisi KA Menoreh Setelah Tabrakan
Dari laporan awal, bagian depan lokomotif KA Menoreh mengalami kerusakan parah. Panel besi dan kaca depan lokomotif pecah akibat benturan dengan truk pengangkut air. Beberapa komponen mesin juga terbuka dan rusak. Lokomotif sempat berhenti sekitar 500 meter dari titik awal tabrakan. Proses evakuasi membutuhkan waktu lama karena lokomotif mengalami kerusakan dan keluar dari rel.
2. Kronologi Kecelakaan
Menurut Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, kecelakaan terjadi saat KA Menoreh sedang melaju dari Semarang menuju Pasar Senen. Truk pengangkut air yang melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu mengalami gangguan dan tidak bisa bergerak, sehingga tak dapat dihindari oleh kereta api. Akibatnya, lokomotif mengalami kerusakan dan harus diganti dengan lokomotif cadangan. Proses perjalanan penumpang sempat terganggu hingga lokomotif pengganti tiba.
3. Proses Evakuasi Lokomotif
Untuk mengangkat lokomotif yang rusak, pihak KAI menggunakan railway crane. Hingga pagi hari, satu jalur kereta api dari arah Jawa menuju Jakarta masih tertutup akibat proses evakuasi. Namun, jalur lain di sampingnya sudah kembali normal. PT KAI mengimbau pengguna jalan untuk lebih waspada saat melewati perlintasan sebidang, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu.
4. Suasana Dalam Gerbong
Meski benturan terjadi sangat keras, kondisi penumpang di dalam gerbong dinilai relatif aman. Namun, video yang diambil oleh penumpang menunjukkan suasana mencekam sesaat setelah kejadian. Seluruh lampu di dalam gerbong padam, menyebabkan penumpang berada dalam gelap gulita. Sumber cahaya hanya berasal dari lampu ponsel dan senter petugas yang mencoba menenangkan para penumpang.
5. Kondisi Masinis dan Penumpang
Muhibbuddin memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meskipun begitu, satu orang asisten masinis mengalami luka ringan. Asisten masinis dan masinis langsung dibawa ke Rumah Sakit Waluyo untuk mendapatkan perawatan medis. Seluruh penumpang KA Menoreh juga dilaporkan selamat dan telah dievakuasi dengan aman.












