Persebaya Surabaya Hadapi PSIM Yogyakarta di Laga Perdana Putaran Kedua Super League
Persebaya Surabaya memasuki putaran kedua Super League 2025/2026 dengan komposisi baru yang menarik perhatian. Laga perdana mereka di putaran ini akan digelar melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (25/1/2026) sore. Pertandingan ini menjadi pertemuan keenambelas dalam kompetisi dan sekaligus pembuka babak kedua bagi kedua tim.
PSIM Yogyakarta menghadapi laga ini dengan kondisi kurang ideal karena kehilangan salah satu pemain utama di lini belakang. Franco Ramos Mingo, bek asal Argentina yang sering menjadi tulang punggung pertahanan, harus absen akibat hukuman kartu merah. Ia mendapat sanksi setelah diusir wasit dalam pertandingan tandang melawan Madura United pada 10 Januari lalu.
Franco, yang dikenal sebagai pemain tangguh dalam duel udara dan disiplin menjaga area kotak penalti, sempat mencetak gol penting dalam laga kontra Madura United. Sundulannya pada menit ke-63 membawa PSIM meraih kemenangan berharga. Namun, momen itu berubah menjadi kekecewaan setelah ia menerima kartu merah. Franco mengaku merasakan banyak emosi dalam satu pertandingan tersebut.
“Ini sulit karena saya merasakan banyak emosi. Pertama kebahagiaan, lalu kesedihan, tapi ini sepak bola dan bisa terjadi pada siapa saja,” ujarnya. Meski sedih, Franco tetap bersikap dewasa dan menerima kenyataan. Ia berjanji akan memberikan kontribusi maksimal selama sesi latihan untuk membantu rekan-rekannya tampil baik saat pertandingan tiba.
Situasi ini memberi peluang besar bagi Persebaya Surabaya. Tim Green Force datang dengan kekuatan baru dan motivasi tinggi menyambut putaran kedua. Sejak awal Januari 2026, Persebaya melakukan perombakan signifikan pada skuad. Tiga pemain asing asal Brasil resmi bergabung, yaitu Bruno Paraíba, Jefferson da Silva, dan Gustavo Fernandes. Kehadiran ketiganya diharapkan menambah variasi permainan dan daya gedor.
Selain itu, Persebaya juga dikabarkan segera mengumumkan Pedro Matos, gelandang asal Portugal yang diproyeksikan menjadi motor kreativitas lini tengah. Publik menantikan debutnya dalam laga kontra PSIM. Pertandingan ini disebut sebagai momen perkenalan seluruh rekrutan anyar Green Force.
Di lini depan, Persebaya kemungkinan besar mengandalkan Perovic. Situasi ini muncul setelah Diego Maurício dikabarkan bakal hengkang ke klub India. Nasib Dejan Tumbas juga belum jelas jelang putaran kedua. Penyerang tersebut dua kali absen latihan dan belum dipastikan masuk rencana utama tim. Kondisi ini membuat Bernardo Tavares harus menata ulang strategi permainan.
Pelatih asal Portugal itu menekankan pentingnya keseimbangan dalam skuad. Menurut Tavares, tim kuat harus memiliki kompetisi sehat di setiap posisi. Setiap pemain dituntut siap bersaing demi kepentingan tim.
“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya kekuatan ruang ganti. Harmoni tim dianggap sebagai kunci konsistensi performa sepanjang musim.
“Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tambah Tavares.
Absennya Franco Ramos di kubu PSIM bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Persebaya Surabaya. Green Force berpeluang menekan sejak awal laga. Dengan wajah baru dan energi segar, Persebaya Surabaya datang ke Bantul membawa optimisme. Laga ini menjadi ujian pertama hasil perombakan tim.
Pertemuan PSIM dan Persebaya Surabaya pun diprediksi berjalan menarik. Satu tim kehilangan bek terbaiknya, sementara tim lain tampil dengan komposisi anyar. Bagi Persebaya Surabaya, pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Laga ini menjadi pembuktian awal magis Bernardo Tavares di putaran kedua.
Bonek tentu menanti hasil positif dari laga perdana ini. Momentum di Bantul bisa menjadi titik awal kebangkitan Green Force di Super League.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."












