Sinode IV Keuskupan Ruteng 2026 Menghasilkan 70 Rekomendasi untuk Membangun Gereja yang Sinodal
Sinode IV Keuskupan Ruteng Tahun 2026, khususnya Sesi 1 yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 8 Januari 2025, telah menghasilkan sebanyak 70 butir rekomendasi. Rekomendasi ini merupakan hasil diskusi dan refleksi para peserta sinode yang terdiri dari berbagai kalangan, termasuk Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat, para pastor paroki, pimpinan tarekat, lembaga, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), utusan komunitas umat, perwakilan pemerintah, dan kelompok masyarakat.
Sidang Sinode IV dilaksanakan di Rumah Retret Wae Lengkas, Ruteng, dengan tema “Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner”. Dalam prosesnya, peserta menyoroti pentingnya program pastoral gereja sinodal yang kontekstual dan integral di berbagai tingkatan dan bidang.
Bidang Pewartaan Sinodal
Keuskupan Ruteng berkomitmen untuk memperluas sosialisasi gagasan Gereja sinodal melalui berbagai media. Program ini mencakup khotbah, katekese, sosialisasi, imbauan, dan pengumuman baik secara lisan maupun tertulis, seperti melalui flyer atau baliho. Selain itu, media digital akan dimanfaatkan untuk mempublikasikan gerakan Gereja sinodal.
Sosialisasi dan diseminasi gagasan Gereja sinodal juga dilakukan di lembaga pendidikan, pertemuan KBG, dan komunitas persekutuan kategorial seperti OMK, Sekami, dan Komunitas Rohani. Khususnya, keuskupan berkomitmen untuk meningkatkan literasi digital kepada keluarga, anak, remaja, dan orang muda agar mampu menggunakan media dan sarana online secara tepat, produktif, dan bijaksana.
Bidang Liturgi Sinodal
Keuskupan Ruteng berkomitmen untuk merayakan Ekaristi mingguan dan harian yang partisipatif, khidmat, dan penuh sukacita. Ekaristi tersebut melibatkan khusus umat rentan dan difabel sebagai bentuk inklusivitas. Selain itu, keuskupan juga menyelenggarakan rekoleksi umat, retret, dan KRK untuk memotivasi umat dalam karya gereja yang berziarah bersama penuh pengharapan.
Spiritualitas devosi diperkuat melalui Adorasi Ekaristi mingguan, Adorasi Jumat I, prosesi Sakramen Maha Kudus, Prosesi Salib Kristus, dan novena Pantekosta. Selain itu, peningkatan prosesi Bunda Maria di paroki dan dalam perayaan Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara, Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari, serta Hari Pariwisata Internasional (HPI) juga menjadi fokus.
Bidang Diakonia Sinodal
Keuskupan ingin merayakan Ekaristi bersama kelompok rentan yang diintegrasikan dengan aksi sosial karitatif. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan kesehatan, ibu hamil, menyusui, anak stunting, dan yang mengalami penyakit kronis, yang dirayakan bersama di fasilitas kesehatan seperti Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit.
Selain itu, keuskupan juga merayakan Ekaristi bersama kelompok profesi, terutama petani-peternak, yang disatukan dengan kegiatan diakonia transformatif.
Bidang Ekologi
Keuskupan Ruteng akan merayakan Ekaristi pemberkatan benih dan syukuran panen yang terintegrasi dengan kearifan lokal Manggarai. Misa ekologis juga terpadu dengan aksi ekologis seperti penanaman pohon, pembersihan lingkungan, perayaan tanpa air kemasan, dan pengolahan sampah organik/anorganik.
Secara khusus, perawatan mata air diintegrasikan dalam perayaan ekaristi dan ritus Barong Wae.
Bidang Budaya
Keuskupan mengadakan Lonto Leok (duduk bersama) untuk menggali nilai dan ungkapan budaya yang memperkuat semangat sinodalitas dalam diri umat. Merayakan Misa Inkulturasi pada minggu III dalam bulan, serta Misa Penti tahunan agar umat mengalami kesatuan dengan Yesus Ekaristi dalam citarasa budaya Manggarai.
Selain itu, keuskupan terus menyanyikan lagu-lagu Manggarai (dere serani) yang merupakan hasil kekayaan inkulturasi liturgi yang berharga.
Bidang Persekutuan Umat
Keuskupan akan mengembangkan KBG yang inklusif, partisipatif, dan berbelarasa dengan kelompok rentan, serta mendorong penguatan ekonomi melalui arisan dan UBSP yang terintegrasi dengan Ekaristi Sosial dan Ekaristi Ekologis.
Penglibatan umat dalam karya pastoral juga ditingkatkan dengan mendengarkan aspirasi mereka sesuai konteks kehidupan mereka, terutama melalui wadah KBG. Keuskupan juga mendorong kelompok Sekami dan OMK untuk menghidupi semangat sinodal melalui kegiatan bina iman mingguan, jambore, camping, dan aksi sosial karitatif.
Bidang Pelayanan Pastoral dan Manajemen Pastoral
Keuskupan menyadari pentingnya penguatan kapabilitas pelayan terbaptis di paroki untuk mengembangkan semangat sinodalitas pelayanan. Pembekalan bagi DPP/DKP, Ketua Stasi dan KBG, serta pegawai Paroki terus dijalankan agar program pastoral, administrasi, dan pengelolaan keuangan dapat dijalankan secara kredibel, transparan, dan berkelanjutan.
Pastoral data yang obyektif sangat penting demi efisiensi dan efektifitas karya pastoral. Oleh karena itu, pembaruan sensus data umat, pembuatan diagram database umat paroki, dan penggunaan aplikasi digital data umat dilakukan secara optimal.
Penutupan Sidang Sinode IV
Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, dalam menutup Sidang Sinode IV sesi I, menekankan bahwa keberhasilan pastoral tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan/program, tetapi dari keterlibatan umat sebagai subyek, bukan sekadar obyek pelayanan. Menurutnya, perlunya mengukur perubahan dari setiap program dan kegiatan yang dilakukan. Diperlukan program yang jujur dan berkelanjutan.
“Apakah ada perubahan cara berpikir dan sikap melalui program-program itu? Apakah perubahan sikap umat? Tidak boleh terjebak dalam hanya membuat laporan, sebab tanpa indikator perubahan, kegiatan pastoral akan berisiko menjadi rutinitas yang sibuk, tapi miskin dari antara somasinya,” ujar Uskup Siprianus.
Menurut Uskup Siprianus, situasi politik, tekanan ekonomi, dan krisis ekologi membentuk pola hidup umat saat ini. Persoalan seperti judi online, pinjaman online, praktik rentenir, dan berbagai bentuk displonasi baru menjerat kehidupan umat. Karena itu, agenda Sinode ini harus terus dilaksanakan dan diselaraskan dengan situasi aktual umat.
Uskup Siprianus juga menekankan pentingnya memperluas jangkauan pelayanan program Pastoral sampai di tingkat KBG sebagai akar rumput gereja. Ia kemudian merefleksikan sebuah kisah tentang polisi Finlandia yang berhasil mengidentifikasi pencuri mobil melalui darah nyamuk yang mati. Menurutnya, kisah ini memberikan makna bahwa jalan keselamatan umat tidak harus ditemukan lewat program besar, tetapi tersembunyi dalam detail kecil kehidupan umat.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."












