Rindu setelah putus bukan untuk mantan, ini penjelasan psikolog

Rindu yang Tidak Selalu Berarti Kembali

Perasaan rindu sering kali muncul setelah seseorang mengalami putus hubungan. Perasaan ini bisa sangat kuat, hingga membuat seseorang tergoda untuk kembali menghubungi mantan kekasihnya. Mereka mungkin ingin bertanya kabar, berbicara, atau sekadar memastikan bahwa mantan masih ada di sekitar.

Menurut Fitri Jayanthi, pendiri Cup of Stories dan psikolog, perasaan rindu tersebut sering kali disalahpahami. Ia menjelaskan bahwa apa yang dirindukan bukanlah orang itu sendiri, melainkan versi diri kita saat masih bersama dengan mantan.

“Kita merindukan perasaan ketika kita merasa dipilih, dicintai, dilihat, didengar, dan dipahami,” ujar Fitri dalam sesi Kelas Kehidupan Cup of Stories. Hal ini menyebabkan banyak orang mengatakan bahwa mereka merindukan mantan kekasih dan ingin kembali menghubunginya. Namun, yang sebenarnya mereka rindukan adalah perasaan yang pernah mereka alami selama hubungan tersebut.

Fitri menekankan pentingnya memahami dorongan emosional ini secara benar. Keinginan untuk menghubungi mantan tidak selalu berarti ingin kembali bersama. Terkadang, logika dan emosi saling bertentangan, sehingga sulit untuk membedakan antara rindu dan keinginan untuk kembali.

Logika dan Emosi yang Bertentangan

Sebagai psikolog klinis, Fitri kerap menemui kasus di mana seseorang merindukan mantan pasangan. Meskipun demikian, fakta menunjukkan bahwa orang-orang tersebut sadar bahwa mantan tidak lagi cocok dengan kebutuhan mereka saat ini. Mereka tahu bahwa mantan tidak memberikan rasa aman, cinta, atau perhatian yang diperlukan.

Namun, pertanyaannya tetap muncul: mengapa mereka merindukan mantan dan hubungan yang pernah terjalin? Jawabannya, kata Fitri, karena mereka masih sangat bergantung pada perasaan yang pernah mereka miliki selama hubungan tersebut. Setiap hubungan memiliki ritme dan perasaan yang unik. Ritme dalam hubungan dengan mantan A mungkin berbeda dengan ritme hubungan dengan mantan B.

Namun, sebelum menjalin hubungan romantis dengan siapa pun, setiap orang juga memiliki ritme dan perasaan sendiri. Dengan demikian, seseorang bisa menciptakan ritme yang baru setelah hubungan berakhir.

Bukan Kembali ke Diriku yang Lama, Tapi Membangun yang Baru

Setelah putus, banyak orang merindukan diri mereka sebelum menjalin hubungan dengan mantan. Alhasil, mereka ingin kembali ke masa lalu. Namun, hal ini tidak mungkin dilakukan karena pengalaman masa lalu telah membentuk diri mereka saat ini.

Fitri menyarankan agar seseorang menciptakan versi diri yang baru. Misalnya, menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan, lebih paham pola komunikasi dengan pasangan, dan lain sebagainya. Dengan begitu, hubungan yang akan dibangun di masa depan bisa lebih baik dari sebelumnya.

“Kita bisa menciptakan versi diri yang belum pernah kita temui sebelumnya,” ujar Fitri. Dengan menambah pengetahuan dan pengalaman, seseorang dapat berkembang dan tumbuh menjadi versi diri yang lebih baik.

Mengubah Rindu Menjadi Dorongan untuk Maju

Dengan cara ini, rindu tidak lagi menjadi dorongan untuk kembali ke masa lalu. Sebaliknya, rindu bisa menjadi pengingat bahwa diri sendiri terus bertumbuh dan bergerak maju. Ini membantu seseorang untuk fokus pada masa depan dan membangun kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *