Eks Gelandang Leicester City Ternyata Rela Keluarkan Uang Pribadi untuk Bonus Timnas Nigeria

Sosok Wilfred Ndidi, Kapten Timnas Nigeria yang Rela Bayar Bonus Sendiri

Wilfred Ndidi, kapten Tim Nasional (Timnas) Nigeria dan mantan gelandang Leicester City, menunjukkan sikap luar biasa di tengah Piala Afrika 2025. Ia mengungkapkan keputusan tak terduga dengan memutuskan untuk membayar bonus sendiri kepada para pemain Timnas Nigeria karena Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF) belum mencairkan dana tersebut.

Ndidi menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan agar seluruh pemain bisa fokus sepenuhnya pada pertandingan tanpa adanya beban finansial yang mengganggu persiapan mereka. “Saya tidak ingin bonus yang belum dibayar ini memengaruhi persiapan kami,” ujarnya. Ia juga memberi tahu para pemain dan staf teknis bahwa dirinya akan membayarkan bonus tersebut jika mereka belum menerimanya.

Kini, Timnas Nigeria akan menghadapi pemenang Piala Afrika 2025, Aljazair, dalam babak perempat final yang digelar pada Sabtu (10/1/2026) pukul 23.00 WIB. Nigeria berhasil melaju ke babak semifinal Piala Afrika 2025, menunjukkan performa yang kuat di turnamen ini.

Latar Belakang Karier Wilfred Ndidi

Wilfred Ndidi lahir di Lagos, Nigeria, pada 16 Desember 1996. Ia memulai kariernya di dunia sepak bola sejak tahun 2006 hingga 2015 bersama Nath Boys. Setelah itu, ia memilih berkarier di Liga Jerman bersama KRC Genk. Di sana, ia sempat berpartisipasi dalam kompetisi Europe League musim 2016/17 dan mencetak dua gol.

Pada 2017, ia bergabung dengan Leicester City. Debutnya bersama klub ini terjadi dalam gelaran FA Cup musim 2017 melawan Everton. Sedangkan debut di Liga Inggris tercipta saat melawan Chelsea di musim yang sama. Di musim pertamanya, ia menjadi starter secara konsisten dan hanya absen satu kali. Totalnya, ia tampil dalam 23 pertandingan dengan raihan 3 gol dan 1 assist dalam 2.002 menit bermain.

Selama kariernya di Leicester City, Ndidi mengalami naik turun tahta. Misalnya, di musim 2023/24, klubnya terdegradasi ke Liga 2 Inggris, namun di musim 2024/25, ia berhasil membawa tim kembali ke Liga 1. Di musim terakhirnya di Leicester, ia tetap menjadi andalan dengan tampil dalam 28 pertandingan dan menyumbangkan 5 assist. Namun, cedera hamstring membuatnya absen dalam 9 laga.

Selama delapan tahun bersama Leicester City, ia sukses membawa klub meraih beberapa gelar, seperti English 2nd Tier Champions musim 2023/24, English Super Cup musim 2021/22, dan English FA Cup musim 2021.

Perjalanan Karier di Klub Baru dan Kontribusi untuk Timnas

Setelah meninggalkan Leicester City, Ndidi resmi bergabung dengan klub Liga 1 Turki, Besiktas JK, sejak 7 Agustus 2025. Kontraknya berakhir pada 30 Juni 2028. Selain itu, kontribusinya sebagai pemain sepak bola bagi Nigeria tidak dapat dipandang remeh. Ia sukses memboyong Timnas Nigeria untuk tampil di Piala Dunia 2018 dan ikut memperkuat skuad Nigeria dalam dua edisi Piala Afrika, yaitu 2019 dan 2022.

Nilai pasar sang pemain saat ini mencapai Rp173,82 miliar.

Profil Wilfred Ndidi

  • Nama di negara asal: Onyinye Wilfred Ndidi
  • Tanggal lahir/Umur: 16 Desember 1996 (29)
  • Tempat kelahiran: Lagos, Nigeria
  • Tinggi: 1,83 m
  • Kewarganegaraan: Nigeria – Inggris
  • Posisi: Gelandang – Gel. Bertahan
  • Kaki dominan: kanan
  • Agen pemain: HCM Sports
  • Klub Saat Ini: Besiktas JK
  • Bergabung: 7 Agustus 2025
  • Kontrak berakhir: 30 Juni 2028
  • Pilihan kontrak: Option for a further year

Statistik Berdasarkan Klub

  • Leicester City: 303 pertandingan, 18 gol, 22 asis, dan 24.053 menit bermain
  • KRC Genk: 83 pertandingan, 7 gol, 3 asis, dan 7.113 menit bermain
  • Besiktas JK: 16 pertandingan, 1 gol, 1 asis, dan 1.376 menit bermain

Statistik di Timnas

  • Nigeria: 74 pertandingan, 1 gol, 5 asis, dan 6.025 menit bermain
  • Nigeria U20: 9 pertandingan dan 810 menit bermain


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *