Ditangkap, ART Terbukti Niat Jahat Bunuh Anak 9 Tahun Putra Maman Suherman

Pelaku Pembunuhan Anak Maman Suherman Ditangkap Saat Melakukan Aksi Kriminal Lain

Pelaku pembunuhan anak 9 tahun, yang merupakan putra dari politisi PKS Maman Suherman, akhirnya ditangkap pada Jumat (2/1/2026). Pelaku berinisial HA, seorang pria berusia 30 tahun asal Palembang, Sumatera Selatan. Foto dirinya terpampang dari status WhatsApp yang diunggah oleh Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama.

Dalam foto tersebut, HA tampak duduk di lantai lobi Mapolres Cilegon mengenakan kaus hitam dan celana hitam, dengan tangan terborgol menggunakan dua tali ties. Penangkapan ini menunjukkan bahwa HA tidak hanya bertanggung jawab atas pembunuhan anak Maman Suherman, tetapi juga sedang melakukan aksi kriminal lain saat ditangkap.

Niat Jahat HA Sebelum Ditangkap

Sebelum ditangkap, HA ternyata sudah menyimpan niat jahat. Hal itu terbukti lantaran ia ditangkap ketika sedang melancarkan aksi pencurian.

HA ditangkap ketika tengah mencuri di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri. Fakta ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/1/2026).

“Iya (ditangkap saat mencuri di sebuah rumah di Cilegon),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/1/2026).

Aksi pencurian yang dilakukan HA diketahui oleh ART yang bekerja di rumah tersebut. Sang ART lantas meminta bantuan warga untuk melapor ke pihak kepolisian.

Proses Penangkapan dan Penyelidikan

Kapolsek Cilegon Kota Kompol Firman Hamid mengatakan, sebelumnya anggota piket Polsek Cilegon dan BKO Brimob menerima laporan adanya pencurian di rumah Roisyudin Sayuri. ART yang mengetahui aksi AH panik dan berupaya kabur. Pelaku sempat berusaha mengejar, namun ART berhasil keluar dari samping rumah.

Ia kemudian mendapat pertolongan dari warga sekitar yang segera melapor ke kepolisian. Polisi datang dan melakukan penyisiran ke setiap ruangan dan bagian rumah. Beruntung HA ditemukan dan langsung diamankan.

Mengaku Membunuh Anak Maman Suherman

Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya membunuh anak Maman Suherman inisial A yang masih berusia 9 tahun. Sebagaimana diketahui, peristiwa itu terjadi pada Selasa (16/12/2025) lalu. Namun hingga kini HA telah ditangkap, polisi belum membeberkan identitas detail pelaku serta motif yang membuatnya tega membunuh anak kecil.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan berjanji akan mengungkap informasi lebih detail ketika menggelar konferensi pers resmi. “Nanti (disampaikan) pada saat ekpos resmi,” ujar dia.

Kondisi Maman Suherman Pasca-Tragedi

Seiring berjalannya penyelidikan, kondisi Haji Maman Suherman pasca-tragedi ini mulai terungkap. Ketua DPP PKS Bidang Advokasi Partai, Nurul Amalia, menyampaikan bahwa ayah korban masih diliputi kesedihan mendalam.

“Ayah korban tentu saja masih berduka karena kehilangan anaknya,” ujar Nurul dalam acara Sapa Indonesia Pagi yang tayang di Kompas TV, Senin (22/12/2025).

Nurul menambahkan, PKS tetap mengawal proses penyidikan dan mempercayakan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian. “Kami masih mempercayakan kepada penyidik ya, kepolisian yang sudah melakukan penyelidikan sesuai dengan mekanisme.”

Lebih lanjut, Nurul menjelaskan bahwa delapan orang telah diperiksa terkait motif kasus ini, namun pihaknya masih menunggu hasil resmi penyidik. “Informasinya sudah ada 8 orang yang diperiksa, terkait dengan motif dan lain-lain, terus siapa pelakunya kami juga masih menunggu karena ini memang belum dirilis oleh penyidik sebagai hasil penyelidikan untuk menentukan siapa sebenarnya pelaku dan apa motifnya,” kata Nurul Amalia, dikutip dari Tribunnews.com.

Selain itu, Nurul berharap kasus ini segera diungkap agar masyarakat tidak salah informasi. “Proses atau mekanisme penanganannya agar lebih cepat untuk segera ditemukan siapa pelakunya agar tidak terjadi simpang siur berita dan lain-lain,” ujarnya.

Pihak PKS juga menekankan pentingnya transparansi dalam penyidikan agar motif dan identitas pelaku bisa segera terungkap. “Ini kan penting ya agar proses penyidikan dilakukan secara transparan, profesional, dan segera disampaikan ke publik gitu apa motifnya, terus kemudian siapa pelakunya,” tutur Nurul.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *