Keluarga Evia Minta Bantuan Kapolda Sulut, Kritik Kinerja Polsek Tomohon

Keluarga Evia Maria Minta Penjelasan atas Kematian Putri Mereka

Keluarga Antoineta Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) Tondano Minahasa, menduga bahwa kematian putrinya di Tomohon pada Selasa 30 Desember 2025 adalah hasil dari pembunuhan. Mereka meminta perhatian Kapolda Sulut dan mempertanyakan kinerja Polsek Tomohon dalam menangani kasus kematian Evia.

Melalui kuasa hukumnya, Cyprus Tatali, keluarga memutuskan untuk melakukan otopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. “Agar supaya tidak ada multi tafsir, maka diputuskan untuk diadakan otopsi,” kata Cyprus Tatali kepada Tribunmanado di rumah persemayaman jenazah di Perum CBA Gold Mapanget, Minut, Jumat (2/1/2026). Dikatakannya, sang ayah telah membawa putrinya untuk otopsi beberapa hari yang lalu.

Terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuh Evia. “Untuk posisi kain juga agak janggal,” katanya. Dengan otopsi, ia mengatakan, segalanya akan terang benderang. Ia menerangkan pihak keluarga ingin menegakkan kebenaran. “Jika memang itu bukan bunuh diri, siapa pelakunya,” kata dia.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan kekesalan pihak keluarga terhadap penanganan kepolisian di Tomohon. “Atas izin siapa oknum polisi langsung pindahkan jenazah korban ke rumah sakit, dalam teori penyelidikan, kalau orang mati tak wajar, tak serta merta langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya. Mustinya, kata dia, untuk kasus Evia yang mati tak wajar, pihak kepolisian menghubungi pihak Inafis. Inafislah yang berwenang untuk menangani jenazah korban dan menyimpulkan penyebab kematiannya.

10 Fakta tentang Evia Maria, Mahasiswi Unima yang Ditemukan Meninggal Dunia dalam Kondisi Tidak Wajar

1. Kronologi Awal Jasad Evia Ditemukan di Indekost Matani Satu Tomohon

Dari informasi dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita. Penemuan berawal saat pemilik kost berinisial YR, yang tinggal di Kelurahan Matani Satu, menerima panggilan dari salah satu penghuni kost. Dalam panggilan tersebut, YR diberitahu bahwa ada seorang penghuni yang ditemukan meninggal. Mendengar hal itu, YR langsung bergegas menuju lokasi indekost. Setibanya di tempat kejadian, YR melihat Evia Maria berada di depan pintu masuk kost dengan kondisi sudah meninggal. Selanjutnya, YR menghubungi pihak kelurahan untuk melaporkan kejadian tersebut. Tak berselang lama, personel Polsek Tomohon Tengah langsung mendatangi lokasi kejadian. Kapolsek Tomohon Tengah IPTU Stenly Tawalujan, bersama tim identifikasi dari Polres Tomohon kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

2. Disemayamkan di Minahasa Utara

Jenazah Evia Maria disemayamkan di rumah kerabat di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut. Jenazah Evia kini disemayamkan di kediaman Kel. Pdt Roos Merry Kabuhung. Pendeta Roos merupakan tante Evi Maria yang melayani sebagai Pendeta di Jemaat GMIM Eden Mapanget. Keluarga berencana membawa pulang, jenazah Evi Maria ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro, Sulut Rabu (31/12/2025) pagi ini. Meskipun demikian, rencana ini batal menyusul keputusan jenazah Evi akan diotopsi. Pantauan di rumah duka, puluhan orang datang melayat. Beberapa di antaranya bagian dari Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe Sitaro Talaud (IKISST) Sulawesi dan Manado. Ayah Evia, Antonius Mangolo dan adiknya, Revan serta kerabat lainnya telah tiba di Manado sejak Rabu dinihari.

3. Jenazah Evia Maria Mangolo Akan Jalani Otopsi, Keluarga Temukan Lebam Biru di Tubuh

Jenazah Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal di tempat kos di Tomohon, akan menjalani otopsi di RS Kandou Manado, pada Rabu (31/12/2025). Otopsi diputuskan oleh keluarga setelah ditemukan sejumlah luka yang membiru di tubuh jenazah. Ketsia, tante dari Evia bercerita, pada Selasa (30/12/2025) malam di rumah duka di Perum CBA Gold, Mapanget, Minut, Sulut ia memperoleh sebuah dorongan untuk memeriksa kaki dari jenazah. “Saat itulah ada tanda biru serta tanda seperti luka,” katanya. Beberapa saat kemudian, atas saran seseorang, pihaknya membuka tubuh jenazah dan ditemukan tanda biru di pinggang kiri dan di paha atas. “Dari situ lantas diputuskan untuk dilakukan otopsi,” katanya. Ia menuturkan, ayah dari almarhum sudah tiba sejak Rabu dini hari. Rabu pagi, ia bertolak ke Polda untuk persiapan otopsi. Dia menerangkan, sesungguhnya jenazah direncanakan pulang pada Kamis. Namun batal karena ada otopsi.

4. Unggah Story Menyentuh Sebelum Natal

Evia Maria, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal di Tomohon dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, pintar dan agak pendiam. Hal ini diutarakan Ketsia, tante korban kepada Tribunmanado.com di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut, Rabu (31/12/2025). “Ia memang pendiam, tapi rajin,” katanya. Ia bercerita, Evia sangat rajin membuat tugas kelompok. Kadang, kata dia, saat menginap di rumahnya, Evia sering lupa makan karena kerjakan tugas. “Saya sering tegur makan dulu, dan ia tetap dengan laptopnya,” katanya. Sebut dia, Evia juga pintar. Selain itu baik hati. Meski pendiam, Evia punya semangat tinggi untuk belajar. Dikatakannya, ia sempat menelepon Evia, apakah hendak pulang saat Natal. “Jawabnya tidak jadi, karena tidak dapat tiket,” katanya. Dirinya terakhir ketemu Evia pada beberapa bulan lalu. Kala itu Evia tengah KKN dan mencari tempat kos. “Ia dan dua temannya sempat menginap di rumah saya dan sewaktu hendak pulang saat itu hujan, ia katakan makaseh (terima kasih) Ma Abo (panggilan Ketsia),” katanya. Ia mengatakan, sang ponakan sempat mengunggah story tengah mandi di pantai bersama adiknya sebelum Natal. Lalu menyusul story lainnya. “Ia unggah sesuatu seperti kertas, mungkin tanda berhasil menyelesaikan KKN dan menulis kado Natal untuk mama,” katanya.

5. Rencananya Akan Tunangan Setelah Wisuda

Evia Maria ternyata sudah punya tambatan hati. “Ia sudah punya pacar,” kata Ketsia, tante korban kepada Tribun manado di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Rabu (31/12/2025). Sebut dia, sang pacar saat ini bertugas di Papua. Keduanya direncanakan akan tunangan setelah Evia wisuda. Ia ingat, Evia pernah mengantar pacarnya naik kapal di Bitung. “Evia juga pernah mengunggah foto sang pacar,” katanya.

6. Evia Maria Cerita Ingin Jadi Pramugari

Di mata sahabatnya, Nadia, Evia adalah gadis ceria dengan mimpi besar untuk terbang tinggi dengan pesawat meninggalkan pulau kecil asalnya di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut). Evia Maria kerap berbicara tentang langit dan seragam pramugari yang suatu hari ingin ia kenakan. Kepada wartawan, Indri Panigoro, Nadia mengungkap cita-cita Evia Maria. Nadia mengenang Evia sebagai sosok yang ceria dan memiliki mimpi besar. Salah satu cita-cita Evia yang sering ia ceritakan adalah keinginannya untuk menjadi pramugari. “Dia sering bilang sebenarnya dia sangat ingin jadi pramugari,” katanya.

7. Evia Sempat Curhat ke Sahabat Sambil Menangis

Nadia juga mengungkap percakapan terakhirnya dengan almarhumah. Evia, kata Nadia kerap curhat soal kasus dugaan pelecehan seksual yang ia alami. Sosok yang kerap disebut Evia dalam curhatannya yakni salah satu oknum dosen di Unima. Beberapa waktu sebelum meninggal dunia, Evia sempat mendatangi kos Nadia. Saat itu, Evia mengatakan ingin ke kos Nadia untuk bercerita, sembari menunjukkan rencana foto studio seperti foto kelulusan SMA. “Waktu di kos, dia tiba-tiba curhat sambil menangis. Dia cerita tentang dosen yang diduga melecehkannya,” kata Nadia saat diwawancarai di akun Facebooknya bernama Nadia, Kamis 1 Januari 2026 sore. Nadia menuturkan, Evia juga pernah menyampaikan bahwa dirinya telah menerima perlakuan tidak pantas melalui pesan langsung (DM) dari dosen yang bersangkutan. Evia bahkan sempat mengirimkan pesan suara (voice note) kepada Nadia, mengaku telah melaporkan dugaan pelecehan itu kepada Wakil Dekan III (WD III). “Almarhumah bilang sudah lapor ke WD III soal pesan DM dan perlakuan dosen itu,” kata Nadia. Pada 15 Desember, bertepatan dengan ulang tahun Nadia, Evia kembali mencurahkan ketakutannya. Ia meminta pendapat Nadia karena merasa tertekan dan takut dengan sikap dosen tersebut. “Saya bilang ke dia, lebih baik lapor saja. Kalau tidak, takutnya dosen itu bisa bertindak seenaknya lagi ke mahasiswa lain,” ujar Nadia. Lanjut Nadia, pada keesokan harinya, Evia mengabarkan bahwa ia telah resmi melaporkan dugaan pelecehan seksual tersebut secara lisan kepada WD III. Kata Nadia berdasarkan cerita Evia, pihak WD III kemudian menyarankan agar laporan tersebut dituangkan dalam bentuk surat pernyataan tertulis dan dilanjutkan ke pihak pusat atau pimpinan kampus.

8. Evia Maria Mangolo Seharusnya Ujian Proposal Skripsi 6 Januari 2026

Evia Maria seharusnya tinggal beberapa langkah lagi menuntaskan kuliahnya di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Jurusan Pendidikan Guru SD Universitas Negeri Manado. Tapi harapan tinggal harapan. Beberapa hari jelang ujian, Evia ditemukan meninggal di tempat kosnya di Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Selasa 30 Desember 2025 pagi. Evia dijadwalkan ujian seminar proposal skripsi pada Selasa 6 Januari 2025. “Kasiang anak ini. Padahal tanggal 6 Januari somo ujian,” kata paman Evia, Jhonli Mangolo di rumah persemayaman, Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara, Rabu (31/12/2025). Kata Jhonli, mungkin karena sudah terjadwal ujian tanggal 6 sehingga Evia memutuskan tidak pulang ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro. “Sebenarnya kasiang depe papa deng mama suka skali dia pulang mo ba Natal deng Tahun Baru. Ya siapa mo sangka jadi bagini,” kata sang paman lirih.

9. Tangis Revan Adik Evia Maria Mangolo yang Meninggal di Tomohon: Kak Bilang Pulang Setelah Tahun Baru

Revan Mangolo, adik dari Antoineta Evia Maria Mangolo. tak kuasa menahan tangis. Ia histeris di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut, Rabu 30 Desember siang ini. “Kakak, kenapa begini. Tuhan tolong,” ujar Revan dalam tangisnya. Seorang kerabat perempuan berusaha menghibur remaja yang duduk di kelas 2 SMP ini. Ia tak menyangka, komunikasi dengan sang kakak via WhatsApp pekan lalu jadi yang terakhir. “Bilang mau pulang setelah tahun baru. Bagaimana kak, kaaaak kaaak,” ujarnya lirih. Revan mengaku, ia sangat berharap bisa merayakan Natal dengan kakaknya.

10. DM Oknum Dosen yang Diduga Lecehkan Mahasiswi Unima Diperiksa Polisi

Universitas Negeri Manado (UNIMA) Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) membebastugaskan oknum dosen berinisial D.M. DM dibebastugaskan sebagai dosen imbas dugaan kasus kekerasan seksual yang ditulis Evia Maria melalui surat pernyataan. Wafatnya Evia Maria membuat warga Sulut menyoroti Unima. Menanggapi kasus ini, Unima langsung membebastugaskan DM. Kebijakan tersebut diambil menyusul pemeriksaan internal kampus terhadap dosen yang bersangkutan pada Rabu (31/12/2025). Kepala Humas Unima Titof Tulaka menyebut, setelah diperiksa di lingkungan kampus, oknum dosen tersebut langsung menuju kepolisian. “Setelah diperiksa, oknum tersebut langsung menuju ke polisi untuk pemeriksaan,” ujar Kepala Humas Unima saat diwawancara, Kamis (1/1/2026). Ia menjelaskan, pemeriksaan itu merupakan panggilan dari pihak kepolisian terhadap dosen tersebut terkait adanya dugaan pelecehan yang dialami mahasiswi. Namun, saat dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tomohon Tengah, Iptu Stenly Tawalujan, mengatakan pihaknya tidak menerima laporan terkait kasus tersebut. “Laporan tidak masuk ke kami, dia diperiksa ke Polda Sulut,” ujar Iptu Stenly saat dihubungi via telepon, Jumat (2/1/2026). Hingga berita ini diturunkan, saat dihubungi, pihak Humas Polda Sulawesi Utara belum memberikan tanggapan.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *