Perayaan Tahun Baru 2026 di Jawa Barat Berlangsung Meriah dan Kondusif
Perayaan malam tahun baru 2026 berlangsung meriah dan kondusif di Kota Bandung serta berbagai daerah di Jawa Barat. Sejak 23 Desember 2025, puluhan ribu orang masuk ke Kota Bandung setiap harinya. Berbagai titik di Kota Bandung, khususnya di wilayah pusat kota, mengalami kepadatan pada malam tahun baru 2026.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa suasana perayaan tahun baru terasa meriah tetapi tetap kondusif. Ia menjelaskan bahwa pihaknya melakukan monitoring bersama dengan Kapolda dan Pangdam untuk meninjau langsung situasi di Ibu Kota Jawa Barat tersebut. Hasilnya, suasana dirasa baik dan terpantau dengan baik.
Farhan menjelaskan bahwa sejak 23 Desember 2025, rata-rata ada 20.000-30.000 orang yang masuk ke Kota Bandung melalui Stasiun Bandung setiap harinya. Hal ini membuat beberapa titik di Kota Bandung mengalami kepadatan pada malam pergantian tahun. Namun, ia menyebut tidak ada kejadian mencolok selama perayaan tahun baru di Kota Bandung.
“Alhamdulillah tidak ada. Kenapa tidak ada yang aneh-aneh, karena jurig-jurig Asia Afrika sudah biasa, jadi tidak terlihat aneh, sudah joget semua,” ucapnya dengan nada canda.
Ujian Komplet dalam Pemimpinan
Lebih lanjut, Farhan menyampaikan refleksi tentang tahun 2025, yang menjadi tahun pertamanya menjabat Wali Kota Bandung. Ia menilai tahun 2025 memberikan ujian yang komplet bagi dirinya dalam memimpin Pemkot Bandung, mulai dari masalah bencana, kerusuhan, hingga persoalan hukum.
“Tahun 2025 menjadi tahun pembelajaran, belajar betul bagaimana caranya menghadapi berbagai masalah. Alhamdulillah saya didukung banyak sekali pihak, terutama Forkopimda. Kepolisian, TNI tiga matra, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, semua sangat kompak,” katanya.
Farhan juga menyebut bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) memberi perhatian lebih kepada Kota Bandung. Dengan dukungan tersebut, ia mengaku bahwa berbagai permasalahan di Kota Bandung dapat tertangani dengan baik.
Memasuki tahun 2026, Farhan menyatakan tetap fokus pada pembenahan permukiman dan wilayah. Untuk pembangunan infrastruktur, saat ini sudah mulai masuk ke pembenahan pada 17 ruas jalan utama di Kota Bandung.
“Selain padat, ruas-ruas ini juga menjadi jalur banyak wisatawan. Bandung akan fokus pada pengembangan wisata, berbagai macam wisata, terutama MICE (meetings, incentives, conventions, and exhibitions) dan sport tourism,” katanya.
Kegiatan Doa Bersama dan Kilas Balik 2025
Sementara itu, kegiatan doa bersama hingga kilas balik 2025 mewarnai pergantian malam tahun 2026 di kompleks Pemerintah Kota Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Rabu 31 Desember 2025 malam. Kegiatan digelar secara sederhana dengan menekankan iklim kondusif di Kota Cimahi.
Kegiatan dibuka dengan penayangan kaleidoskop Pemkot Cimahi sepanjang 2025, dilanjutkan dengan kata sambutan dari Wali Kota-Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana-Adhitia Yudisthira. Ngatiyana menyampaikan bahwa seluruh unsur Pemkot Cimahi dikerahkan untuk memastikan keamanan warga tetap terjaga, terutama pada titik-titik yang rawan kerumunan dan potensi pelanggaran ketertiban.
Doa bersama pun menjadi pilihan kegiatan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mengisi malam pergantian tahun 2025 ke 2026. Bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemkab memohon perlindungan Allah swt, serta mendoakan warga terdampak bencana di Kabupaten Bandung, maupun di daerah lain, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan bahwa bencana melanda sejumlah warga di Kabupaten Bandung maupun di daerah lain, beberapa waktu ke belakang. Pihaknya berdoa kepada Allah swt, korban jiwa atas dampak bencana beroleh tempat mulia, sedangkan bagi warga terdampak lainnya yang selamat beroleh ketaqwaan dan kesehatan.
Suasana Malam Tahun Baru di Tasikmalaya
Ribuan warga dari berbagai wilayah memadati kawasan pusat Kota Tasikmalaya pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Jalan HZ Mustofa dipenuhi masyarakat yang berjalan santai, berkumpul bersama keluarga, hingga berswafoto di kawasan yang dikenal sebagai “Malioboro”nya Tasikmalaya.
Warga mulai dari anak-anak, remaja, hingga keluarga memanfaatkan badan jalan yang disterilkan dari kendaraan bermotor untuk menikmati suasana malam tahun baru dengan aman dan nyaman. Tak hanya sekadar berkumpul, warga juga disuguhi beragam hiburan seni dan budaya. Sejumlah pertunjukan seperti seni tari, wayang golek, serta musik digelar di beberapa titik dan menyedot perhatian pengunjung.
Secara umum, suasana malam pergantian Tahun Baru 2026 di Tasikmalaya berlangsung lebih tertib dan kondusif. Suasana konvoi kendaraan maupun kebisingan petasan berkurang signifikan.
Usep Anwar, warga Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku memilih pusat Kota Tasikmalaya sebagai lokasi menyambut pergantian tahun baru karena ingin merasakan suasana perayaan yang berbeda dibanding tahun sebelumnya.
“Biasanya kan malam tahun baru itu identik dengan kebisingan. Tapi sekarang mah lebih tenang dan menyenangkan. Kami bisa menikmati hiburan dan suasana kota dengan santai,” tuturnya.
Wisata Turun, Tapi Tetap Menarik
Sementara itu, beberapa destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Subang mendapatkan banyak pengunjung pada libur Tahun Baru 2026, Kamis 1 Januari 2026. Secara keseluruhan, tingkat kunjungan dinilai turun dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya.
Kondisi tersebut dirasakan salah satu objek wisata pemandian air panas di Kecamatan Ciater seperti diakui General Manager Sari Ater, Ari Hermowo. “Dibandingkan tahun-tahun kemarin, kita ada pengurangan hampir 40% pengunjung untuk yang tahun sekarang,” katanya.
Dia menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan ke tempatnya biasa mencapai di atas 10.000 orang. Namun, target kunjungan wisatawan pada musim liburan Nataru kali ini diperkirakan terealisasi kurang dari 10.000 pengunjung.
Tingkat kunjungan ke kawasan wisata di Kecamatan Ciater juga bisa terlihat dari arus lalu lintas di Jalur Ciater-Lembang. Menurut petugas kepolisian yang bertugas di pos pengamanan, arus lalu lintas selama momentum liburan kali ini relatif lebih lancar.
Penurunan pengunjung juga dirasakan oleh objek wisata Cikao Park di Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta. Bahkan, penurunannya diperkirakan mencapai 50% dibandingkan tingkat kunjungan pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun-tahun sebelumnya.
“Kemungkinan dampak ekonomi yang utama kemudian juga ada beberapa daerah di kita yang dilanda bencana juga, mungkin itu juga menjadi salah satu yang mengurangi (tingkat kunjungan) jadi berdampak,” kata perwakilan pengelola Cikao Park, Agus Isnaeni.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












