Penguatan Mitigasi Cuaca Ekstrem di Jakarta Utara
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi pada musim penghujan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko banjir rob di wilayah pesisir, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Koordinasi Lintas Sektor di Wilayah Pesisir
Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya telah memastikan kesiapan penuh jajarannya dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah DKI Jakarta, termasuk Jakarta Utara, berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir, terutama pada malam hingga dini hari. Selain itu, ancaman banjir rob juga menjadi perhatian utama.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Utara, Heria Suwandi, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan dilakukan secara bertahap dan terukur. Pihaknya mengutamakan aspek pencegahan dan respons cepat di lapangan. Koordinasi lintas sektor telah dilakukan sejak 18 Desember 2025 bersama sejumlah pihak yang berpotensi terdampak banjir rob, seperti Pelabuhan Nizam Zahman, Pelindo Muara Baru, Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), serta PT Taman Impian Jaya Ancol.
Penyiapan Sarana Darurat dan Personel Siaga
Pemkot Jakarta Utara telah menyiapkan berbagai sarana mitigasi, mulai dari geobag, sandbag, hingga pompa mobile dan stasioner di titik-titik rawan banjir rob. Seluruh personel juga disiagakan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi genangan atau pasang laut ekstrem, khususnya di wilayah dengan kerawanan tinggi seperti Marunda, Penjaringan, Koja, dan Pademangan.
“Jakarta Utara memiliki karakter wilayah pesisir dengan kerawanan banjir rob yang tinggi. Kami siapkan geobag, sandbag, serta pompa mobile dan stasioner di titik-titik rawan. Seluruh personel juga kami siagakan agar dapat merespons cepat apabila terjadi genangan maupun pasang laut ekstrem,” ujar Heria.

Penempatan Pompa Mobile di Titik Rawan Genangan
Perbantuan teknis disiagakan di sejumlah titik strategis, meliputi penanggulan sementara, pengecoran rembesan tanggul, serta penempatan pompa mobile untuk mempercepat pengendalian genangan. Pompa mobile ditempatkan sejak 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026 di berbagai lokasi rawan, seperti:
- 2 unit Indopump di Rumah Pompa Stasioner Muara
- 2 unit HSP 20 dan Inopump Putih di Kali gendong Muara Angke
- 1 unit HSP 60 di PLTU Muara Karang
- 1 unit di Pelabuhan sunda
- 1 unit HSP 20 di Plusing Ancol
- 1 unit Pompa Mobil di Koyo Cabe Lodan
- 1 unit Pompa Mobil di Jalan Gunung Sahari
- 2 unit Mobil Putih di Jalan RE Martadinata
- 1 Mobil di Ketel Uap
- 1 unit Pompa Mobil di Marunda Pitung STIP
- 1 unit di Ancol Danau
- 1 unit HSP 60 Ancol Dermaga 5 Marina
“Hingga akhir Desember 2025, penanganan lapangan telah kami lakukan di kawasan Marunda, Penjaringan, Koja, Pademangan, serta area pelabuhan dan Ancol,” ujar Heria.

Tanggapan Masyarakat dan Pakar
Pemerhati kebijakan publik dari Kajian Kebijakan Publik Ampera (KKPA), A. Ramadhan, mengapresiasi langkah mitigasi banjir rob yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Utara sebagai wujud komitmen melindungi wilayah pesisir dan keselamatan masyarakat. Ia menilai pentingnya sinergi lintas kewenangan dan keberlanjutan program strategis seperti National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) sebagai solusi jangka panjang pengelolaan pesisir.
Sementara itu, tokoh masyarakat Jakarta Utara sekaligus Ketua Bamus Betawi 1982, Muhamad Ichwan Ridwan atau Bang Boim, meyakini Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung akan melanjutkan pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya, termasuk proyek Giant Sea Wall. “Kita sudah melihat adanya keberlanjutan pembangunan di wilayah Kali Baru, Cilincing dan titik lokasi lainya yang saat ini terus dilanjutkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Masyarakat Jakarta Utara sebagai entitas sosial tentunya terus mendukung arah pembangunan yang berkelanjutan,” ucap dia.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












