Penyelidikan Pembunuhan Bocah di Cilegon
Polres Cilegon telah memastikan bahwa pembunuhan bocah laki-laki berusia 9 tahun yang terjadi di sebuah rumah mewah di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, bukan disebabkan oleh perampokan. Korban, yang merupakan putra bungsu dari anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Maman Suherman, ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan 22 luka tusuk.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Hingga saat ini, pelaku pembunuhan masih dalam penyelidikan dan belum diketahui identitasnya. Polres Cilegon telah memeriksa delapan orang saksi, termasuk keluarga korban dan warga sekitar. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian.
Hasil Pemeriksaan Awal
Dugaan sementara dari Polres Cilegon menunjukkan bahwa kasus ini adalah pembunuhan. Hal ini didasarkan pada kondisi korban di rumah sakit. “Dari Polres Cilegon sudah membuat LP yang mencantumkan dugaan pembunuhan, jadi bukan perampokan,” kata Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama.
Sebelumnya, ada narasi yang menyebut bocah tersebut tewas akibat perampokan. Namun, polisi memastikan tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah Maman. “Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan.
Kejanggalan di Rumah Korban
Korban meninggal dunia di rumah mewah milik keluarganya. Saat kejadian, hanya korban dan kakaknya yang berada di dalam rumah. Sementara Maman dan istrinya sedang bekerja. Kamera CCTV yang ada di rumah tersebut rusak selama dua minggu dan tidak bisa merekam apapun. Hal ini menjadi salah satu kejanggalan dalam kasus ini.
Proses Penyelidikan
Polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan identitas pelaku. Kasi Humas Polres Cilegon, Iptu Sigit Dermawan, mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini. “Untuk pihak kepolisian saat ini sedang melaksanakan tahap penyelidikan dan untuk motif kita belum bisa menentukan karena masih dalam tahap penyelidikan,” katanya.
Hasil pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan barang yang hilang di dalam rumah. Barang bukti yang ditemukan saat ini hanya baju yang dikenakan korban serta buku yang ada di dekat korban. Senjata tajam hingga kini belum ditemukan di lokasi kejadian.
Menunggu Hasil Autopsi
Untuk mengungkap penyebab kematian korban, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi. “Dari penanganan pertama, kita sudah mengamankan TKP, sudah melakukan visum, dan kita sedang menunggu hasil autopsi korban,” kata AKP Yoga Tama.
Hasil autopsi diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat dan menjadi bagian penting dalam mengungkap peristiwa yang terjadi. Selain itu, pihak kepolisian juga sedang memeriksa rekaman CCTV dan menganalisisnya sebagai salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan.

Penanganan Oleh Polda Banten
Polda Banten turun tangan ikut memburu terduga pelaku pembunuhan. Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, mengatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. Penanganan perkara ini dilakukan oleh tim Reskrim Polres Cilegon dan Polda Banten.
Kronologi Kejadian
Peristiwa pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D yang berteriak meminta pertolongan. Setelah mendapat kabar tersebut, H. Maman langsung bergegas ke rumah dan menemukan kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah.
Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya.
Hingga saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bethsaida untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi belum mengungkap motif maupun terduga pelaku, dan masih mendalami seluruh fakta serta alat bukti yang ditemukan di lapangan.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












