Pembunuhan Pasangan Suami Istri di Tanggamus, Lampung
Pasangan suami istri Rohimi (54) dan Suryanti (48) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di Way Pring, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (14/12/2025) sekira pukul 00.00 WIB.
Kedua korban adalah pemilik warung kelontongan di desa setempat. Way Pring merupakan desa/pekon yang berada di Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus. Wilayah ini termasuk kawasan perdesaan dengan mata pencaharian warga didominasi sektor pertanian dan perkebunan, serta berada di jalur penghubung antarpekon di Kecamatan Pugung.
Pasutri itu menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh tetangga mereka, Aman Atmajaya (34) dan Ari Jupen Anggara (30). Menurut informasi dari Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, kedua terduga pelaku pembunuhan tersebut merupakan tetangga korban, yang rumahnya berdekatan. Para pelaku juga merupakan teman dari anak korban. Kedekatan tersebut membuat pelaku mengenali kondisi rumah korban.
Awal Kejadian
Menurut penyelidikan polisi, awalnya Aman dan Ari hendak mencuri di rumah korban. Namun karena ketahuan oleh pemilik rumah, dua pelaku itu nekat membunuh korban. Saat ditemukan, kedua jasad korban tergeletak berdampingan di lantai rumah. Ditemukan banyak luka di tubuh keduanya serta darah yang berceceran di sekitar jasad pasutri itu.
Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan memastikan, kedua terduga pelaku pembunuhan pasutri telah diamankan jajaran Polres Tanggamus. Ia mengatakan, dua pelaku pembunuhan tega menghabisi nyawa pasutri diduga berniat mencuri di rumah korban. Namun, aksi kedua pelaku pembunuhan dipergoki korban.
Penyelidikan dan Pengamanan Pelaku
Polisi mengamankan kedua pelaku berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B/ 25 / XII /RES.1.8. / 2025 / SPKT / POLSEK PUGUNG / POLRES TANGGAMUS / POLDA LAMPUNG, Tanggal 14 Desember 2025. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun memastikan, terduga pelaku pembunuhan pasutri di Tanggamus telah diamankan petugas. Saat ini, kata Kombes Yuni, kasus tengah ditangani jajaran Satreskrim Polres Tanggamus.
Suara Mengorok dan Jejak Kaki
Tetangga korban, Ahmad Liyasin (44) mengatakan, dia menerima informasi dari tetangga korban yang rumahnya berdekatan, terdengar suara mengorok cukup keras dari kediaman pasutri itu. “Jadi ada yang dengar, tetangga yang lain, itu ada suara seperti orang mengorok pas dini hari dari dalam rumah korban,” kata Ahmad Liyasin, saat ditemui di RS Bhayangkara, Minggu (14/12/2025).
Namun tidak terdengar ada suara keributan dari dalam rumah korban. Saat dicek di kediaman korban, warga terkejut melihat pasutri itu telah tergeletak di lantai rumah dalam kondisi bersimbah darah. Diduga, pasutri yang sehari-harinya menggembala kambing itu, menjadi korban pembunuhan.
Saat keluar rumah, Liyasin melihat rumah korban sudah ramai didatangi warga. “Saya langsung jaga di belakang rumahnya korban, karena informasinya pelaku (pembunuhan) masih berada di dalam rumah korban,” ucap Liyasin. Saat mencari keberadaan pelaku, Liyasin mengaku, menemukan jejak kaki di belakang rumah korban. Sayangnya, saat ditelusuri, jejak kaki itu menghilang. Liyasin pun langsung menghubungi pihak berwajib.
Firasat Adik
Nur Apriyanti (40), adik korban Suryanti merasakan firasat berbeda sebelum kematian sang kakak. Sehari sebelum sang kakak ditemukan tewas, Nur merasa sangat ingin bertemu kakaknya itu. Padahal Nur mengaku belum lama bertemu dengan Suryanti. Rupanya, kerinduan itu menjadi firasat bagi Nur. Ia benar bertemu dengan Suryanti, tapi kondisinya sudah meninggal.
Nur Apriyanti menceritakan, bagaimana sosok Suryanti di mata keluarga. “Kakak saya itu orangnya baik dengan siapapun. Saya memang sebelumnya kangen sekali dengan dia (Suryanti), jadi pengen benar ketemu,” ucap Nur saat diwawancarai di RS Bhayangkara, Bandar Lampung, Minggu sore. “Tapi ternyata, malah dapat kabar dia (Suryanti) meninggal bersama suaminya di dalam rumah,” sambung Nur.
Nur memastikan, keluarga kakaknya itu merupakan sosok yang baik tak hanya terhadap keluarga besar, tetapi juga tetangga lainnya. Nur bahkan tak mendengar, baik itu kakaknya maupun kakak iparnya, ribut dengan orang lain. “Kakak saya itu sering juga memberikan utangan kepada tetangga, tapi dikasih tempo. Mereka (korban) orang baik,” tutur Nur.
Apakah ada barang berharga korban yang hilang dalam insiden tersebut, Nur memastikan, tidak ada barang yang hilang, baik perhiasan atapun barang lainnya. Nur juga menjelaskan, pada saat malam kejadian, kakaknya hanya berdua dengan sang suami. Sementara anak mereka, sedang keluar rumah.
Nur berharap, pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan pasutri tersebut. “Harapan keluarga kepada polisi, bisa segera mengungkap pelaku serta motifnya,” tandas Nur.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












