Potensi Banjir dan Longsor di Provinsi Jambi
Hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi memiliki potensi terkena banjir dan longsor. Informasi ini didasarkan pada data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi. Menurut data tersebut, sembilan daerah berpotensi mengalami banjir level menengah, sedangkan lima daerah memiliki potensi longsor level menengah-tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menjelaskan bahwa data ini berasal dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia menyatakan bahwa hampir semua wilayah di Jambi memiliki potensi banjir kategori menengah, kecuali Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Potensi Banjir dan Longsor:
Potensi Banjir:
– Level Menengah: Batanghari, Bungo, Kota Jambi, Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo.
– Nihil: Kerinci, Sungai Penuh
Potensi Longsor:
– Level menengah-tinggi: Merangin, Sarolangun, Kota Sungai Penuh, Batanghari, Bungo
– Level Menengah: Muaro Jambi, Tebo, Kerinci
– Level Berpotensi: Tanjung Jabung Barat
– Nihil: Kota Jambi, Tanjung Jabung Timur
Sumber Data: BPBD Provinsi Jambi, November 2025
Selain itu, peta rawan banjir dan longsor telah disiapkan oleh masing-masing BPBD kabupaten dan kota sebagai dasar antisipasi dini. Bachyuni menekankan bahwa peta ini sangat penting dalam mempersiapkan mitigasi bencana sejak dini.
Antisipasi di Tiap Daerah
Berdasarkan analisis data BPBD, curah hujan menjadi faktor utama meningkatnya potensi banjir dan longsor di Provinsi Jambi. Bachyuni menjelaskan bahwa setiap tahun, saat terjadi hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi, bencana banjir dan longsor cenderung terjadi.
Status kesiapsiagaan masih berlaku, dan penanganan teknis dilakukan oleh masing-masing BPBD kabupaten dan kota. Antisipasi dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada. Bachyuni mengimbau masyarakat untuk aktif dalam upaya mitigasi bencana, terutama di tengah meningkatnya intensitas curah hujan.
Daerah Rawan di Daerah
Sejumlah daerah telah memetakan daerah rawan banjir dan longsor serta menyiapkan langkah antisipasi. Di Kabupaten Muaro Jambi, Kepala BPBD Paruhuman Lubis menyampaikan bahwa daerah di sepanjang aliran Sungai Batanghari memiliki potensi banjir. Beberapa kecamatan seperti Jaluko, Sekernan, Kumpeh Ulu, dan Maro Sebo menjadi area paling rawan.
BPBD Muaro Jambi telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Batanghari. Peringatan ini disusul oleh potensi banjir limpahan dari wilayah hulu Sumatra Barat (Sumbar) dan tingginya intensitas hujan saat ini.
Di Kabupaten Merangin, Sekretaris BPBD Hendri Putra menyebutkan ada tiga potensi bencana utama, yaitu banjir, banjir bandang, dan cuaca ekstrem. Potensi banjir tersebar di sebagian besar kecamatan, terutama di empat Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS Batang Tabir, Batang Merangin, Batang Masumai, dan Batang Nalo Tantan.
BPBD Merangin juga telah meningkatkan status kebencanaan menjadi Siaga Darurat sejak 19 November hingga 31 Desember 2025. Antisipasi dilakukan melalui sosialisasi, pemasangan spanduk dan banner, serta penyebaran informasi lewat media daring dan grup WhatsApp kebencanaan.
Batang Hari Siaga hingga Februari
Pemda Batang Hari telah menyiagakan personel sejak November lalu. BPBD Kabupaten Batang Hari menyiagakan 62 personel dalam tiga regu untuk memantau wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir dan longsor, mengingat sebagian besar permukiman warga berada di kawasan bantaran sungai.
Kota Jambi Siaga Darurat 15-31 Desember
Pasca banjir yang cukup luas di Kota Jambi, Wali Kota Jambi Maulana menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi. Status siaga darurat ini berlaku mulai 15-31 Desember 2025 atau selama dua pekan ke depan.
Maulana menjelaskan bahwa penetapan status siaga darurat itu menyusul meningkatnya debit Sungai Batanghari yang tercatat naik hingga 55 sentimeter per hari. Di sisi lain, curah hujan diprediksi terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Dengan ditetapkannya status siaga darurat, seluruh unsur dan komponen mitigasi bencana di Kota Jambi diaktifkan. Saat ini, masing-masing instansi terkait mulai melakukan pengecekan logistik, peralatan, serta kesiapan personel untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












