Daerah  

Tiga Utang Bahlil, Hanya Satu Terlunasi bagi Korban Banjir Bandang Garoga

Janji yang Belum Tercapai dan Harapan Warga Garoga

Menteri Energi Sumber Daya Air Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memiliki beberapa janji yang diberikan kepada warga Desa Garoga, Batangtoru, Tapanuli Selatan. Saat mengunjungi desa ini, Bahlil menyampaikan tiga janji utama. Hingga kini, hanya satu dari janji tersebut yang telah terpenuhi.

Salah satu janji Bahlil adalah memberikan 250 tenda untuk setiap kepala keluarga (KK) di Desa Garoga yang terkena banjir bandang. Dengan jumlah KK sekitar 240-an, artinya setiap rumah akan mendapatkan satu tenda sebagai tempat tinggal sementara. Namun, hingga saat ini, belum ada warga yang menerima tenda tersebut.

Janji ini pertama kali terungkap dari pengakuan Azhar Dalimunte, salah satu warga Garoga. Saat Bahlil berkunjung ke desa tersebut pada hari Selasa (2/11/2025), Azhar berharap desanya dapat dikembalikan seperti semula. Ia menghampiri Bahlil untuk menyampaikan aspirasinya, yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap kondisi yang masih memprihatinkan.

Desa Garoga merupakan salah satu dari tiga desa yang terdampak banjir bandang. Kondisinya sangat parah, dengan air bah nyaris menghapus desa perbatasan ini. Warga yang kehilangan rumahnya kini bertahan di posko pengungsian seperti Batu Hula, Puskesmas Batangtoru, Sopo Daganak, dan aula kantor camat. Mereka lebih memilih tinggal di posko karena tidak memiliki tempat tinggal lagi. Mereka juga berharap pemerintah memberikan perhatian sesuai janji Bahlil.

Janji tentang KUR

Salah satu janji lain yang disoroti adalah soal utang Kredit Usaha Rakyat (KUR). Saat kunjungan Bahlil, warga korban banjir mengeluhkan kesulitan mereka akibat gagal panen. Mereka kini terjerat utang KUR untuk modal sawah. Bahlil menyampaikan bahwa tanggung jawab atas utang warga Garoga akan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pihak terkait.

Camat Batangtoru Mara Tinggi Siregar mengatakan bahwa ia tidak mengetahui informasi lebih lanjut mengenai hal ini. Meskipun begitu, warga tetap berharap janji Bahlil dapat segera ditepati.

Janji Listrik Tegangan Rendah

Satu lagi janji Bahlil yang telah terpenuhi adalah tentang listrik tegangan rendah. Bahlil berjanji untuk memperbaiki tower dan menggunakan tiang listrik tekanan rendah. Janji ini tampaknya sudah ditepati, karena listrik tegangan rendah di sisi kiri jalan mulai dari Huta Godang dan Garoga sudah terpasang. Tiang listrik ini terlihat berwarna merah tua.

Harapan Warga Garoga

Warga Garoga yang kehilangan rumah mengaku bingung harus tinggal di mana setelah rumah mereka hancur diterjang banjir bandang. Mereka juga merasa sedih karena kondisi desa nyaris hilang. “Gak mungkin tinggal di rumah orang lain. Gak mungkin kampung ini kami tinggalkan karena tempat kelahiran kami,” ujar salah satu warga.

Kayu gelondongan banjir bandang membuat warga geram. Rumah mereka hancur, keluarga tewas, dan masih ada yang hilang. “Kami tidak tahu nama perusahaan yang terlibat. Penebangan pohon katanya untuk lahan plasma sawit di gunung sana. Infonya kami dapat setelah kejadian,” ujarnya.

Tenda di Setiap Rumah

Dalam kunjungannya ke Garoga, Bahlil berjanji untuk mendirikan tenda di setiap rumah. Diketahui, desa ini dihuni oleh 245 kepala keluarga. Artinya, akan ada 245 tenda di setiap rumah untuk tempat tinggal sementara masyarakat Garoga. Tenda ini menjadi solusi sementara yang diucapkan oleh Menteri ESDM Bahlil.

Selain itu, Bahlil juga akan menyediakan alat berat tambahan agar kondisi Desa Garoga bisa pulih secepatnya. “Mudah-mudahan Pak Bahlil bisa menepati janjinya. Jangan cuma dibicarakan di sini tapi tak ditepati,” kata Azhar.

Warga bernama Riswan Pohan langsung menyampaikan curahan hatinya. Riswan adalah seorang kepala desa. Ia mengeluhkan kondisi warga Garoga yang menderita akibat banjir bandang. Sawah mereka kini gagal panen, sehingga mereka terlilit utang untuk modal bersawah.

Gagal Panen, Terjerat Utang

Riswan menceritakan bahwa lahan sawah milik warga Garoga seluas 45 hektare kini gagal panen karena banjir bandang. “Banyak warga di sini meminjam uang dari program KUR (kredit usaha rakyat). Sekarang sawah kami terendam. Banyak warga gagal panen. Mau bayar pakai apa kami, pak?” ucap Riswan.

Ia juga menceritakan asal kayu gelondongan yang ikut terseret saat banjir bandang. “Ada katanya sebuah perusahaan yang tebang pohon untuk kebun sawit di hulu sana,” ujarnya.

Respons Bahlil

Bahlil Lahadalia mengucapkan rasa dukanya atas bencana alam banjir bandang yang menerjang Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel). Menteri Bahlil tiba di Garoga, Selasa (2/11/2025), satu dari tiga desa terparah diterjang banjir bandang. Kondisinya nyaris hilang.

“Saya berduka cita yang sedalam-dalamnya atas saudara-saudara kita yang dipanggilan Allah atas bencana ini. Semoga keluarga diberi kekuatan dan umur panjang dalam cobaan ini,” ucap Bahlil.

Bahlil tiba sore hari di Garoga. Ia mengakui kondisi desa ini paling terparah dari dua desa lainnya yang kena banjir bandang. Atas kejadian ini, Bahlil meminta bantuan PT Agincourt Resources (AR) untuk membersihkan semua sisa banjir, termasuk lumpur dan kayu gelondongan.

Terjerat KUR

Bahlil juga menyinggung aspirasi Kepala Desa Garoga Riswan Pohan yang meminta tenda untuk 245 kepala keluarga. Sang kepala desa juga meminta bantuan soal nasib warganya yang terjerat program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ini disuarakan karena mayoritas warga sebagai petani sudah mengalami gagal panen. “Desa ini mayoritasnya petani. Sudah mau panen tiba-tiba panen. Ada kredit. Saya sudah sampaikan sama bupati untuk menjadi tanggung jawab bersama. Jangan lagi berikan mereka beban. Kita cari solusinya,” kata Bahlil.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *