JAKARTA – Pesta pernikahan yang seharusnya menjadi momen paling bahagia bagi pasangan pengantin justru berubah menjadi kekacauan ketika ratusan tamu terpaksa menunggu hidangan yang tidak kunjung datang. Kejadian ini memicu dugaan penipuan yang dilakukan oleh sebuah wedding organizer (WO) di Jakarta Timur.
Para korban, yang berasal dari berbagai daerah seperti Cimanggis, Cileungsi, Bogor, dan Bekasi, awalnya mendatangi rumah pemilik WO tersebut sebelum melaporkan kasus ini ke Mapolsek Cipayung. Kanit Reskrim Polsek Cipayung AKP Edi Handoko mengatakan bahwa pelaku belum diamanakan oleh para korban.
“Dari korban-korbannya ke Polsek. Namun, pelakunya enggak diamanin kita, dia (pelaku) masih di sana (TKP),” ujar AKP Edi Handoko pada Senin (8/12/2025). Para korban kemudian diarahkan untuk melapor ke Polda Metro Jaya karena laporan polisi sudah dibuat sebelumnya.
Dugaan penipuan pertama kali terungkap melalui media sosial. Kasus ini mulai menyebar setelah seorang perias pengantin mengunggah video tentang pernikahan bermasalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025). Warganet yang mengaku sebagai korban saling berkomunikasi melalui grup WhatsApp untuk menyamakan informasi. Dari diskusi itu, diketahui bahwa WO diduga memberikan penawaran menarik untuk menarik pelanggan.
“Jadi dia ada beberapa acara hari Sabtu itu, terus ternyata bermasalah. Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya,” kata salah seorang korban, Tamay (26).
Saat ini, pihak WO sudah dibawa ke Mapolres Jakarta Utara, diikuti oleh korban yang ingin memastikan kejelasan dugaan penipuan. Beberapa korban yang acara pernikahannya sudah berlangsung dimintai keterangan. Sementara korban yang acaranya baru akan dilaksanakan, seperti Tamay yang menikah April 2026, belum bisa diproses karena kasusnya dianggap belum termasuk tindak pidana penipuan.
“Yang dipanggil orang-orang yang acaranya udah selesai. Kami yang acaranya masih lama enggak bisa diganti (uangnya), karena acaranya belum terjadi. Cuma kan kami meminimalisir jangan terjadi,” tambah Tamay.
Nasib serupa menimpa Akmal dari Tanjung Duren, Jakarta Barat. Ia memesan katering 1.000 porsi untuk resepsinya, tapi hanya 20 porsi yang diantar. “Kami masih mikir mungkin telat, atau seperti apa jadi terlambat,” ujar Akmal. Namun ketika makanan datang, hanya diantarkan oleh driver, tanpa kehadiran pihak WO, dan jumlahnya jauh dari yang dipesan.
Dari 16 gubukan makanan, hanya lima yang tersaji, dan sushi yang seharusnya dari brand ternama diganti merek lain. Dekorasi ruangan juga tidak selesai. Akmal dan istrinya terpaksa memesan makanan secara terpisah agar tamu bisa makan. “Buat makanannya itu kan ada beberapa yang dari luar (WO), itu sudah datang dari awal. Sedangkan yang dari WO itu masih kami tungguin waktu itu,” jelas Akmal.
Akmal berencana melapor ke Polres Jakarta Barat, namun karena sudah ada laporan yang sedang diproses di Jakarta Utara, ia mempertimbangkan untuk menyatukan laporan. “Kayaknya kasusnya lebih baik kami jadikan satu, jadi mungkin bakal ke Jakarta Utara nanti,” ujarnya.
Kasus serupa sebelumnya
Tragedi penipuan WO ini bukan pertama kali terjadi. Tahun 2023, M (29) dan calon suaminya tertipu WO bernama Rina Rahmadi Project. Mereka telah mentransfer Rp 25 juta, tapi WO tidak menepati janji. “Uang saya yang sudah masuk ke beliau senilai Rp 20 jutaan dari total Rp 47 juta,” ujar M. M dan calon suami mengetahui dugaan penipuan setelah menghubungi fotografer dan katering yang seharusnya bekerja sama dengan WO tersebut, hingga terungkap pelaku memiliki utang Rp 350 juta.
“Dari Rp 20 juta baru dikembalikan Rp 3 juta setelah didatangi ke rumahnya. Si WO tersebut hanya janji-janji aja, bahkan sudah sampai tanda tangan (di atas) materai, ada juga korbannya yang mencapai (kerugian) Rp 50 juta,” kata M.
Tips agar calon pengantin tidak tertipu
Setelah melihat bagaimana dugaan penipuan WO dapat menghancurkan resepsi pernikahan, penting bagi calon pengantin untuk lebih berhati-hati dalam memilih jasa WO. Daniel Budi, CEO & Founder Shilo Planner & Organizer, memberikan beberapa tips agar calon pengantin terhindar dari penipuan WO. Berikut daftarnya:
- Cek media sosial: lihat akun WO/WP, testimoni, dan vendor yang bekerja sama.
- Lihat pernikahan pelanggan: Pastikan hasil karya WO sesuai selera.
- Hadiri pameran pernikahan: Vendor yang ikut pameran biasanya sudah dikurasi.
- Cek pengalaman: Seberapa lama WO beroperasi menunjukkan keseriusan mereka.
- Teliti kontrak kerja sama: Pastikan semua poin sesuai kesepakatan sebelum tanda tangan.
“Kalau dirasa ada yang mengganjal, ditanyakan. Tapi kalau penjelasannya masih kurang mengena, silakan pilih vendor yang lain,” imbau Daniel.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."












