Daerah  

Dinas SDA DKI Klaim Tanggul Pesisir Jakarta Utara Sudah Diperbaiki

Penanganan Kebocoran Tanggul di Jakarta Utara

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah melakukan penanganan terhadap kebocoran tanggul di pesisir Jakarta Utara. Meskipun begitu, limpasan air laut atau rob masih terjadi di beberapa titik.

Adapun titik-titik tanggul pengaman pantai di pesisir Jakarta yang mengalami kebocoran berada di Muara Angke, Muara Baru, Nizam Zachman, Green Bay Pluit, Ancol, RE Martadinata, dan Cilincing–Marunda Pulo. Salah satu tanggul yang viral karena bocor diterjang banjir pesisir (rob) adalah tanggul Muara Baru.

Kepala SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penguatan struktur dengan cara groting, menggunakan metode shotcrete, digali 3 meter, kemudian dicor dan diisi dengan menggunakan beton cor ready mix K500 untuk tanggul pengaman pantai.

Untuk menahan limpasan air laut di Muara Angke, pihaknya telah membangun tanggul mitigasi berwarna kuning sepanjang 1,1 kilometer (km). Ika menyebut, tanggul mitigasi dibangun sebagai langkah cepat sementara, sembari pembangunan tanggul pantai proyek pengembangan terpadu pesisir ibu kota negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A rampung.

“Muara Angke ini masih dalam lingkup kampung nelayan, sambil menunggu tanggul pengaman pantai dibangun, maka kami membuat tanggul mitigasi yang berwarna kuning ini sepanjang 1,1 km,” ungkap dia.

Dia mengatakan, meski progres pembangunannya baru 80 persen, tanggul mitigasi diklaim sudah efektif menahan rob saat pasang maksimum. Termasuk Rob yang melanda wilayah pesisir Jakarta pada 4-6 Desember 2025.

“Progres 80 persen saja sudah bisa membantu menahan air laut supaya tidak masuk di Muara Angke,” jelas Ika.

Progres Pembangunan Tanggul Pantai

Panjang tanggul pengaman pantai yang harus dibangun Pemprov DKI mencapai 28,279 kilometer (km). Dari jumlah tersebut, panjang tanggul yang telah dibangun Pemprov DKI Jakarta baru mencapai 11,770 km atau sekitar 41,7 persen, sementara 16,509 km lainnya masih belum terealisasi.

Tak hanya menjadi kewenangan Pemprov DKI, beberapa tanggul pantai di pesisir utara Jakarta juga berada di bawah kewenangan Pelindo, Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung tanggul pengaman Pantai Nizam Zachman, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/12/2025). Tinjauan dilakukan menyusul adanya bagian tanggul pengaman pantai yang mengalami kebocoran saat banjir pesisir (rob) melanda kawasan pesisir Jakarta beberapa hari lalu.

Pramono menegaskan pentingnya melanjutkan pembangunan tanggul pengaman pantai yang membentang di sepanjang pesisir ibu kota. Tanggul tersebut merupakan bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A, yang dirancang untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir Jakarta.

Secara keseluruhan, panjang tanggul yang harus dikerjakan mencapai 28,279 kilometer. Pemprov DKI Jakarta hingga kini baru berhasil menuntaskan 11,770 kilometer atau sekitar 41,7 persen. Artinya, masih tersisa 16,509 kilometer yang belum dibangun.

Target Pembangunan Tahun 2026

Proyek tanggul laut ini menjadi salah satu strategi utama dalam mengatasi banjir rob serta menjaga wilayah pesisir Jakarta Utara dari risiko abrasi dan peningkatan muka air laut. Memasuki tahun 2026, Pramono meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk kembali melanjutkan pembangunan tanggul pengaman tersebut.

“Pekerjaan yang saya minta untuk dilanjutkan, yang pertama adalah segmen Asahimas panjang 1,2 kilometer, segmen Ancol Barat Seafront sepanjang 0,8 kilometer, Tanggul Mitigasi Muara Angke sepanjang 1,1 km,” kata Pramono di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/12/2025).

Adapun secara rinci, klaster pembangunan tanggul pengaman pantai berada di delapan lokasi yakni Kamal Muara, Muara Angke, Pluit, Muara Baru-Pantai Timur, Sunda Kelapa, Ancol, Marunda, Tanjungan.

Di Kawasan Kamal Muara, pembangunan telah rampung dari total target sepanjang 0,765 kilometer. Di Muara Angke, dari target 5,265 kilometer, baru 1,802 kilometer yang berhasil dibangun, sehingga masih tersisa 3,463 kilometer.

Sementara itu, di kawasan Pluit, pembangunan masih relatif rendah, yaitu dari total target 5,550 km, baru 0,390 km yang terbangun, dengan sisa pekerjaan mencapai 5,160 km.

Lalu, di kawasan Muara Baru–Pantai Timur, tanggul telah sepenuhnya rampung sesuai target sepanjang 4,008 km. Di kawasan Sunda Kelapa, dari target 2,805 km, baru 1,200 kilometer yang terbangun dan masih tersisa 1,605 kilometer.

Untuk kawasan Ancol, pembangunan hampir selesai. Dari total target 2,070 kilometer, telah terbangun 2,020 kilometer, sehingga tersisa sekitar 0,050 km. Kemudian, di kawasan Marunda, dari target sepanjang 4,556 km, baru 1,585 km yang berhasil dibangun, dengan sisa pekerjaan mencapai 2,971 km.

Lalu, di kawasan Tanjungan, hingga kini belum ada pembangunan tanggul pantai yang terealisasi dari total target 3,260 km.

“Harapan saya kalau dari 28 km itu 11 sekian sudah kita lakukan, masih kurang 16, sekian. Dan mudah-mudahan untuk tahun ini di 2026 yang paling utama adalah di Pantai Mutiara kurang lebih 430 meter sisi timur dan 100 sisi barat,” ungkap dia.

Penanganan Banjir Rob Prioritas Utama

Orang nomor satu di Jakarta itu mengatakan, penanganan banjir rob menjadi salah satu prioritas kepemimpinannya di DKI Jakarta. Ia berharap potensi kenaikan permukaan air laut ke wilayah penduduk dapat diminimalkan.

“Saya memahami betul kesulitan yang dialami warga dan kami terus bekerja memastikan kondisi ini segera tertangani. Kami sudah langsung menjadikan hal ini prioritas,” kata Pramono.

Dia juga memastikan beberapa rembesan di tanggul yang mengakibatkan banjir rob di sejumlah titik, yaitu di Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Green Bay Pluit, RE Martadinata, Ancol, dan Cilincing–Marunda Pulo sudah ditangani dengan baik.

“Maka, kenapa di Muara Angke, yang tentunya kalau tidak ada antisipasi, itu pasti robnya jauh lebih tinggi. Kemarin memang rob yang terjadi karena supermoon dan dari 15 hari yang lalu kami sudah mempersiapkan (antisipasinya),” ungkap dia.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *