Penangkapan Dewi Astutik, Gembong Narkoba yang Terlibat dalam Jaringan Golden Triangle
Dewi Astutik, seorang gembong narkoba asal Ponorogo, Jawa Timur, berhasil ditangkap di sebuah hotel Sihanoukville, Kamboja. Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Suyudi Ario Seto.
Dewi Astutik diketahui terlibat dalam penyelundupan narkoba jenis sabu dengan berat total 2 ton. Nilai narkoba tersebut diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Ia merupakan anggota jaringan narkoba bernama Golden Triangle, yang dikenal sebagai salah satu jalur pengiriman narkoba terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Peristiwa Pengungkapan Kasus Narkoba
Kasus ini terungkap setelah tim gabungan dari BNN dan TNI-Polri menghentikan Kapal Motor Sea Dragon Tarawa di perairan Kepulauan Riau pada Mei 2025 lalu. Saat operasi penggeledahan, tim menemukan 67 kardus berisi 2.000 bungkus sabu dengan total berat 2 ton. Barang bukti ini ditemukan di bagian bawah kapal dan juga di area kemasan teh Guanyinwang warna hijau.
Selain itu, enam tersangka diamankan dalam kasus ini, yaitu empat orang warga negara Indonesia (WNI) dan dua orang warga negara asing (WNA) asal Thailand. Nama Dewi Astutik muncul sebagai salah satu pelaku utama dalam kasus ini, karena diduga menjadi pihak yang memfasilitasi penjualan narkoba tersebut.
Profil Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto
Komjen Pol Suyudi Ario Seto, yang memimpin penangkapan Dewi Astutik, adalah alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia menjabat sebagai Kepala BNN sejak 25 Agustus 2025. Pangkatnya sebagai Komjen Pol setara dengan Letnan Jenderal, Laksamana Madya, dan Marsekal Madya di Kepangkatan Militer Indonesia.
Suyudi Ario Seto lahir pada 14 Juli 1973, sehingga usianya saat ini sekitar 52 tahun 3 bulan. Ia tercatat sebagai Jenderal Bintang 3 termuda saat ini, setelah sebelumnya pangkat tersebut dipegang oleh Komjen Nico Afinta. Suyudi Ario Seto naik pangkat setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Riwayat Karier dan Jabatan
Karier Suyudi Ario Seto sangat cemerlang. Ia pernah menjabat beberapa posisi strategis di kepolisian, antara lain:
- Kepala Unit II Reserse Mobil (Kanit II Resmob) Polda Metro Jaya
- Kepala Kepolisian Sektor Metropolitan (Kapolsek Metro) Pasar Minggu
- Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Selatan
- Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan (Kanit Jatanras) Polda Metro Jaya
- Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan (Wakapolda) Polda Metro Jaya
- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten
Sebelum menjabat sebagai Kepala BNN, ia juga pernah menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya dan Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri.
Struktur dan Tugas BNN
Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas dalam bidang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya. Dasar hukum BNN adalah Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
BNN dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Tugas utamanya adalah melindungi masyarakat dari ancaman narkoba dan menjaga stabilitas nasional.












