Bus malam sedang melanjutkan perjalanan setelah mengisi makanan di rest area. Semua penumpang terlihat puas dan siap melanjutkan perjalanan. Tapi tidak lama kemudian, bus tiba-tiba berhenti di bahu jalan tol. Sopir keluar dari kendaraan. Apa yang terjadi? Kejadian ini terasa tidak biasa dan menimbulkan kecurigaan.
Kogori Mori Tidur: Detektif dalam Tubuh Kecil
Dalam kasus-kasus kriminal, Kogori Mori (yang sebenarnya adalah Sinichi Kudo dalam tubuh kecil Conan Edogawa) selalu menggunakan data yang paling kecil, seperti sehelai rambut, untuk mengungkap fakta. Dengan analisis akurat dan insting kuat sebagai detektif, Sinichi bisa mengungkap kejahatan yang tersembunyi.
Perjalanan Menuju Jawa Tengah
Minggu sore, saya ditemani oleh tulang menuju pool bus dengan tujuan ke Jawa Tengah. Saya harus berpisah dengan anak dan istri karena pekerjaan. Saya harus pulang duluan agar bisa segera masuk kerja di hari Senin. Mereka akan pulang belakangan. Ini adalah salah satu risiko menjadi guru.
Sekitar pukul 21.00, kami mampir di rest area untuk makan malam. Agen bus yang biasa digunakan cukup nyaman. Ada ruang untuk meluruskan kaki, toilet di dalam bus, serta makanan lengkap. Meskipun ada kritik beberapa waktu lalu karena laptop penumpang hilang saat ditinggal di bis.
Biasanya, di perjalanan seperti ini, saya bisa menonton film detektif atau mengetik artikel. Tapi malam itu, saya merasa lelah dan otak tidak bisa bekerja.
Jalanan tol yang kami lalui gelap, hanya ada lampu LED di beberapa titik. Belum sepuluh menit berlalu, bus yang kami tumpangi tiba-tiba berhenti di bahu jalan. Mungkin sopirnya ingin buang air kecil. Mengapa tidak di rest area saja?
Atau mungkin ada masalah dengan ban atau mesin? Kenapa lama sekali! Tidak ada penjelasan kepada penumpang. Setelah lebih dari lima belas menit, saya dan penumpang di samping mulai gelisah. Penumpang lainnya masih tertidur nyenyak. Bisa-bisa!
Gara-gara menonton film detektif sebelumnya, pikiran saya penuh kecurigaan terhadap sopir bus ini.
Keempat Hal yang Menyebabkan Kecurigaan
Pertama, dari percakapan sopir dengan kondektur. Kondektur perempuan tinggi sekitar 163 cm, rambut cepak, cantik, dan slim. Usianya baru lulus SMA, 18 tahun—seusia anak sang sopir. Suaranya lembut dan agak kaku. Salut jika ada anak cewek gen-A mau bekerja jadi kondektur.
Kedua, pria di balik kemudi adalah pria berusia 50-an dengan kumis tipis, badan agak gempal. Ada orang lain yang keluar masuk bangku sopir, berbeda orang. Siapa dia? Saya pernah melihat ada sopir dan asistennya di bis malam. Tapi, tidak selalu mereka bergantian. Siapa orang barusan?
Ketiga, tidak ada tabrakan atau guncangan. Jika masalah ban bocor, harusnya terasa saat jalan. Atau ada bamper yang tergores? Padahal bus kami tidak menyenggol apa pun.
Keempat, tidak ada pemberitahuan kepada penumpang. Jangankan penumpang, kondektur baru pun tidak diberitahu apa yang terjadi. Pikiran saya mulai membayangkan hal-hal buruk. Bagaimana kalau si sopir ternyata jahat dan melukai si kondektur cantik itu?
Jalanan ini gelap. Semua mobil melaju bak balap Formula 1. Kalau ada tindak kejahatan, tidak akan jelas kejadiannya, mudah dimanipulasi. Bagaimana kalau tiba-tiba ada serombongan orang bertopeng menodongkan senjata tajam, menyita barang berharga kami, lalu kabur di balik pepohonan gelap?
Bukan apa-apa, di HP saya hanya ada foto keluarga, dan saldo seratus ribu rupiah. Dapat apalah uang segitu. Tapi, kan repot kalau HP-ku dijambret? Gimana aku pesan ojek online ke rumah?
Tindakan Antisipasi
Aku mengambil tindakan antisipasi. Aku kirim lokasiku ke istri, kalau kenapa-kenapa bisa dilacak. Aku cari CS agen bus untuk komplain. Aku berpikir, apa aku bawa kabur saja bis ini? Aku pernah kursus stir mobil, bisa membawa ke jalan raya. Hanya nyerempet dikit bodi belakangnya, hehe…
Aku mengharap ada seseorang yang membiusku lalu aku nyerocos membeberkan bukti-bukti. Tapi itu tidak terjadi.
Akhirnya kondektur masuk. Dia dalam keadaan aman, masih cantik di balik jaket korporasinya. Dia memanggil beberapa penumpang dan tujuannya, lalu diminta oper ke bis lain. Owalah… misteri terpecahkan. Kasus ditutup.












