Budaya  

Lembaga Film Indonesia-France Bantu Sineas Muda Buat Film Bersama



Festival Sinema Prancis (FSP) yang biasanya rutin diadakan, kini menjadi lebih istimewa pada tahun 2025. Memasuki usia penyelenggaraan ke-27, FSP kali ini menawarkan program yang lebih dari sekadar pemutaran film dan diskusi. Salah satu inisiatif utama yang diluncurkan adalah Indonesia-France Film Lab 2025, sebuah kolaborasi antara Festival Sinema Prancis dan JAFF Market dalam rangka Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025.

Indonesia-France Film Lab yang memasuki edisi kedua ini akan berlangsung dari 27 November hingga 1 Desember 2025 di Yogyakarta. Program ini didukung penuh oleh Kedutaan Besar Prancis – Institut Francais d’Indonesia (IFI), bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Asosiasi Produser Indonesia (APROFI). Dengan bantuan Pusat Nasional Sinema Prancis (CNC) dan La Fmis, enam tim sutradara-produser Indonesia akan mendapatkan dukungan untuk mengembangkan film feature pertama atau kedua mereka.

Berikut adalah daftar para sutradara dan produser yang terlibat dalam program ini:
* M. Dhaffa Attoriq dan Stephanie Ong
* Maarij Reka dan Mozad Irvany
* Daphne dan Alvin Wijaya
* Devina Sofiyanti dan Giovanni Rahmadeva
* Fanny Chotimah
* Trinisha Aksa dan Haediqal Pawennei/Rania Sulfa

Diharapkan melalui program ini, produksi bersama antara Prancis dan Indonesia dapat terwujud, serta memperkuat pertukaran kreatif dan profesional antara dua negara.

Komponen Utama Indonesia-France Film Lab

Indonesia-France Film Lab terdiri dari dua komponen utama, yaitu Scriptwriting Lab dan Industry Lab.

Scriptwriting Lab

Komponen ini berupa lokakarya yang diselenggarakan oleh La Fmis, sekolah film ternama Prancis, dan dipandu oleh konsultan skenario Prancis Eric Collins. Lokakarya ini membantu peserta menyempurnakan proyek film mereka agar siap masuk ke pasar internasional, sambil tetap menjaga identitas khas Indonesia.

Industry Lab

Komponen kedua ini memberikan wawasan tentang pengembangan, pembiayaan, distribusi internasional, dan mekanisme lanskap sinematik Prancis. Lima ahli yang aktif di seluruh value chain film memandu lokakarya ini. Mereka antara lain Thomas Rosso, Xnia Maingot, Jrmie Palanque, Christophe Bruncher, dan Marine Arrighi de Casanova.

Thomas Rosso, General Coordinator of La Semaine de la Critique (Cannes Film Festival), juga turut ambil bagian dalam program ini. Kehadirannya menunjukkan tingginya minat institusi film Prancis terhadap kolaborasi ini.

Menampilkan Sutradara Film Indonesia di Kancah Prancis

Program Indonesia-France Film Lab diharapkan menjadi momen penting bagi para pembuat film Indonesia di kancah internasional. Proyek yang dikembangkan selama Lab akan dipamerkan melalui kesempatan pertemuan produksi bersama yang diselenggarakan oleh CNC. Acara ini akan menampilkan lima belas proyek terpilih dan mempertemukan empat negara mitra, yaitu Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Michel Plazanet, Wakil Direktur Urusan Eropa dan Internasional di CNC, hadir dalam acara ini sebagai bentuk dukungan institusional terhadap program ini. Kehadirannya mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kerja sama jangka panjang antara Prancis dan Indonesia.

Selain itu, para pembuat film Indonesia akan mendapatkan visibilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya di berbagai festival film internasional besar di Prancis. Keterlibatan La Semaine de la Critique (Festival Film Cannes) dalam program ini juga patut diapresiasi. Institusi ini baru-baru ini meluncurkan Next Step Studio Indonesia, sebuah program inovatif yang didedikasikan untuk kolaborasi pembuatan film pendek oleh sutradara Indonesia yang sedang naik daun dimulai Mei 2026.

Peran Penting dalam Kolaborasi Budaya

Fabien Penone, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, menyatakan bahwa Indonesia-France Film Lab merupakan implementasi strategi budaya bersama antara Prancis dan Indonesia yang disepakati oleh kedua presiden pada bulan Mei lalu di Borobudur. Program ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung sineas Indonesia yang sedang berkembang.

Gita Fara, Head of Program, JAFF Market, menambahkan bahwa keberadaan lab ini memperkuat misi JAFF Market untuk menjadi titik temu sejati antara talenta Indonesia dan komunitas film global. Lab ini juga menjadi katalisator yang menghubungkan sutradara, produser, dan lembaga sambil menciptakan jalur kreatif jangka panjang.

Edwin Nazir, Chairman APROFI, menyambut baik kehadiran Indonesia-France Film Lab sebagai platform yang luar biasa. Program ini memberikan kesempatan bagi para pembuat film Indonesia untuk mengembangkan naskah yang kuat, memupuk potensi kolaborasi internasional, dan membawa proyek-proyek Indonesia ke pasar global.

Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *