Empat Kesalahan Dime Dimov Terungkap, Bonek Minta Bek Persebaya Hengkang!

Kesalahan Besar Dime Dimov yang Mengundang Kritik Keras dari Bonek

Kemarahan suporter Persebaya Surabaya, Bonek, semakin memuncak setelah bek asal Balkan, Dime Dimov, kembali menunjukkan performa buruk dalam pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Hasil imbang 1-1 dalam laga pekan ke-14 Super League 2025/2026 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Jumat (28/11), menjadi pemicu utama keluhan para penggemar.

Pertandingan tersebut berjalan ketat, tetapi fokus Bonek justru tertuju pada rapuhnya pertahanan Persebaya Surabaya dalam momen penting. Dimov dianggap menjadi titik lemah, sehingga Green Force kehilangan kemenangan di detik akhir pertandingan. Kekecewaan ini telah menumpuk sejak awal musim dan kini semakin menggema.

Persebaya Surabaya sejatinya sempat memimpin setelah kemelut di depan gawang Bhayangkara membuat bola liar disambar Catur Pamungkas sebelum membentur Putu Gede dan masuk ke gawang sendiri. Sayang, keunggulan itu luluh pada menit 90+8 saat Dendy Sulistyawan menyundul bola ke tiang jauh setelah memenangkan duel udara melawan Dimov. Momen tersebut menjadi pemicu kritik besar yang sudah menumpuk sejak awal musim.

Bonek mengungkap “4 dosa Dimov” dalam empat laga berbeda saat berhadapan dengan Bali United, Persija Jakarta, Arema FC, dan Bhayangkara FC yang seluruhnya berujung gol karena kesalahan personalnya.

Bali United

Pada laga melawan Bali United, Dimov kalah duel satu lawan satu melawan Boris Kopitovic. Kekalahan itu dinilai fatal karena membuka ruang bagi sang striker untuk mencetak gol yang seharusnya bisa dicegah dengan antisipasi lebih baik.

Persija Jakarta

Di pertandingan kontra Persija, ia kembali bermasalah saat gagal mengawal Gustavo Almeida. Gustavo lolos dari penjagaannya dan menyundul bola dengan leluasa hingga membuat Persebaya Surabaya kembali kebobolan di situasi yang tidak berbahaya.

Arema FC

Saat menghadapi Arema FC, kesalahannya mencapai puncak ketika ia melakukan gol bunuh diri. Bonek menilai blunder tersebut tidak bisa diterima karena terjadi dalam situasi yang sama sekali tidak memberikan tekanan berarti kepada lini pertahanan.

Bhayangkara FC

Kesalahan teranyar terjadi di Lampung saat ia kalah duel udara dari striker lokal Dendy Sulistyawan. Padahal postur tubuhnya lebih tinggi, tetapi penempatan posisinya dianggap buruk hingga Dendy bisa menanduk bola bebas ke tiang jauh tanpa gangguan berarti.

Akun fanbase @onlinepersebaya menuliskan kritik keras yang mewakili kekecewaan mayoritas suporter. Mereka juga merinci empat kesalahan Dimov di semua laga tersebut sebagai bentuk evaluasi terbuka.

Dalam unggahan yang sama, admin menegaskan sikapnya terhadap komentar miring yang menilai kritik itu terlalu keras dengan menulis. “Lho, mereka pemain profesional dibayar untuk main bagus untuk membantu tim. Wajar untuk dikritik jika tidak mampu melakukan pekerjaan dengan baik. Yang terpenting tidak kelewat batas.”

Reaksi Bonek lain juga tak kalah lantang dan semakin mempertegas gelombang penolakan terhadap sang bek. Ada yang menulis, “Putaran kedua Dimov evaluasi total,” sementara lainnya secara tegas menyerukan, “#DimovOut.”

Beberapa suporter menilai Dimov tampil menurun karena selama ini tertolong oleh duetnya dengan bek asing lain. “Musim lalu dia tertolong oleh Slavko yang bermain bagus, awal musim ini juga tertolong Risto yg bermain bagus, ketika dia tidak dicover bek asing lain, kelihatan kualitas dia spt apa. Medioker,” tulis seorang Bonek yang merasa kecewa.

Kritik lain muncul terkait fisik dan pergerakannya di lapangan yang dianggap kurang layak untuk kompetisi selevel Super League. “Speed juga payah, lihat cara berjalan juga sudah aneh, tidak seperti pemain bola, layak ganti di putaran 2,” tulis Bonek lainnya.

Ada pula yang menyoroti kekalahannya dari Dendy sebagai bukti lemahnya kemampuan dasar bertahan. “Bek asing dengan postur badan lebih unggul dari Dendy tapi bisa kalah duel, itu bukti kalo penempatan posisi Dimov jelek,” tulis salah satu komentar yang menyindir tajam.

Di tengah gelombang kritik ini, Persebaya Surabaya tetap membawa pulang satu poin dan kini menempati peringkat delapan dengan 17 poin. Namun, performa inkonsisten lini belakang membuat suporter menilai perubahan besar harus dilakukan jika Green Force ingin bersaing lebih tinggi di putaran kedua.

Tekanan terhadap Dimov pun semakin kuat karena kesalahannya berdampak langsung pada hilangnya poin penting. Jika performanya tidak segera membaik, harapan Bonek agar manajemen melepas sang bek di akhir musim tampaknya akan menjadi kenyataan.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *