Mengatasi FOMO untuk Menjaga Kesehatan Finansial
FOMO, atau rasa takut ketinggalan, sering kali memengaruhi keputusan finansial seseorang. Misalnya, seseorang mungkin merasa perlu membeli barang terbaru karena takut ketinggalan tren atau mengikuti gaya hidup orang lain. Namun, hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan keuangan jika tidak dikelola dengan baik.
Bank Jago menyarankan beberapa cara untuk mengatasi FOMO dan menjaga kesehatan finansial. Berikut adalah empat langkah penting yang dapat diikuti:
1. Tetapkan Tujuan Finansial
Menetapkan tujuan finansial sangat penting dalam mengelola keuangan secara efektif. Tanpa tujuan yang jelas, seseorang mudah tergoda untuk menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting, seperti produk yang sedang tren atau diskon yang menarik.
Tujuan finansial harus realistis dan sesuai dengan kondisi keuangan saat ini. Salah satu tujuan utama yang disarankan adalah memiliki dana darurat. Dana darurat dapat memberikan ketenangan saat menghadapi situasi tak terduga yang membutuhkan pengeluaran besar, serta membantu menghindari utang.
2. Disiplin dalam Menyusun Anggaran
Setelah menetapkan tujuan finansial, langkah selanjutnya adalah disiplin dalam menyusun anggaran. Anggaran membantu mengendalikan pengeluaran agar tidak melebihi kemampuan finansial.
Misalnya, jika kamu telah menentukan anggaran Rp1 juta untuk hiburan sebulan, maka kamu harus mematuhi batas tersebut. Jangan sampai pengeluaran untuk hiburan melebihi anggaran yang sudah ditetapkan.
Untuk memudahkan pengelolaan anggaran, kamu bisa menggunakan fitur Kantong Jago di aplikasi Jago. Untuk tabungan jangka panjang seperti dana darurat, kebutuhan hari tua, atau pembelian rumah, kamu bisa menyimpannya di Kantong Nabung. Sementara itu, kebutuhan pokok rutin seperti tagihan bulanan dan belanja kebutuhan rumah tangga bisa disimpan di Kantong Bayar.

3. Menjaga Uang di Tempat yang Aman
Terkadang, meskipun sudah memiliki tujuan dan anggaran, seseorang tetap sulit menghindari godaan untuk menghabiskan uang. Untuk mengatasi ini, Bank Jago menyarankan menjaga uang di tempat yang aman, seperti Kantong Terkunci di aplikasi Jago.
Kantong Terkunci memungkinkan kamu mengunci dana untuk periode tertentu, mulai dari 14 hari hingga lebih lama. Jika kamu membutuhkan uang, kamu tetap bisa menggunakannya, tetapi pastikan tidak digunakan untuk keperluan yang tidak mendesak.

4. Menabung Secara Otomatis
Cara terakhir untuk mengatasi FOMO adalah dengan menabung secara otomatis. Dengan menabung secara otomatis, uang akan langsung dialokasikan ke tabungan dan tidak terganggu oleh godaan belanja impulsif.
Kamu bisa mengatur penarikan uang otomatis ke tabungan saat menerima upah atau gaji di awal bulan. Misalnya, melalui fitur Autosave di Kantong Nabung di aplikasi Jago, kamu bisa menentukan waktu dan jumlah uang yang ingin dipindahkan ke tabungan.

Pertanyaan Umum tentang Mengatasi FOMO
Apa itu FOMO dalam keuangan?
FOMO adalah rasa takut ketinggalan tren yang membuat seseorang ikut membeli atau mengikuti sesuatu tanpa pertimbangan kebutuhan.
Kenapa FOMO bisa bikin boros?
Karena keputusan belanja dilakukan secara impulsif. Pengeluaran jadi tidak terencana dan sering tidak sesuai kemampuan finansial.
Bagaimana cara mengatasi FOMO agar tidak boros?
Tetapkan tujuan keuangan, buat anggaran, dan utamakan kebutuhan. Ini membantu menahan diri dari belanja yang tidak penting.
Apa langkah paling cepat untuk menahan FOMO saat ingin membeli sesuatu?
Gunakan metode tunda, misalnya menunggu 24 jam hingga 7 hari sebelum memutuskan membeli. Biasanya keinginan impulsif akan hilang.
Apakah membatasi penggunaan media sosial bisa membantu mengurangi FOMO?
Ya. Paparan konten pamer, tren, atau review produk di media sosial sering memicu FOMO. Menguranginya bisa menurunkan godaan belanja.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.












