Dua Anggota Diperiksa Propam Usai Ayah Tiri Alvaro Meninggal di Polres Jaksel

Penemuan Jenazah Alvaro dan Keterlibatan Ayah Tirinya

Pada Minggu (23/11/2025), seorang tersangka kasus penculikan dan pembunuhan, Alex Iskandar, ditemukan tewas akibat bunuh diri di ruangan konseling Polres Metro Jakarta Selatan. Kejadian ini memicu pemeriksaan terhadap dua petugas piket yang saat itu bertugas.

Kompol Bayu Agung Ariyanto, Kasi Propam Polres Jakarta Selatan, mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa dua personel yang sedang bertugas pada saat kejadian. “Terkait bunuh diri ini, kami sudah memeriksa dua personel yang saat itu piket,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa Polres Metro Jaksel akan melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai kematian tersangka tersebut. “Pastinya akan didalami oleh Propam. Mari kita beri ruang untuk mendalami hal tersebut,” kata Budi.

Kronologi Pembunuhan Alvaro

Alvaro Kiano Nugroho (6) dibunuh oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (46), karena dendam terhadap sang ibu yang diduga selingkuh. Awalnya, Alvaro diculik saat berada di sebuah masjid di kawasan Pesanggrahan pada 6 Maret 2025. Saat dibawa oleh Alex, Alvaro menangis hingga akhirnya tersangka membekapnya hingga meninggal dunia.

Menurut hasil pemeriksaan, jenazah Alvaro ditemukan pada tanggal 6 Maret 2025 di rumah di daerah Tangerang. Setelah tewas, jasad Alvaro disimpan di garasi rumah selama tiga hari dengan ditutupi mobil. Mobil warna silver tersebut ditempatkan di belakang garasi selama tiga hari.

Pada 9 Maret 2025, jenazah Alvaro dibuang menggunakan mobil ke daerah Tenjo. Lokasi pembuangan dipilih karena dekat dengan rumah kerabat, sehingga dapat memastikan area tersebut sepi.

Alex ditemani oleh kerabatnya yang juga saksi kunci dalam kasus ini saat membuang plastik yang di dalamnya terdapat jenazah Alvaro. Ia mengelabui kerabatnya dengan menyebut isi plastik tersebut sebagai bangkai anjing. Kerabat tersebut tidak mengecek isi plastik tersebut lebih lanjut.

Penemuan Jenazah dan Reaksi Keluarga

Delapan bulan setelah kejadian, jasad Alvaro ditemukan di bantaran Kali Cilalay, Tenjo, Bogor, pada November 2025. Penemuan ini dilakukan berkat bantuan unit K-9 dari Mabes Polri dan Polda. “Berkat bantuan dan doa semua, dan dibantu oleh dengan unit K-9 dari Mabes Polri dan juga dari Polda, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN,” ujar AKBP Ardian Satrio Utomo.

Keluarga sempat mencurigai kejanggalan dalam kasus ini. Nenek Alvaro, Sayem, mengaku bahwa Alex berusaha menutupi keterlibatannya dengan membuat alibi dan ikut melakukan pencarian seolah tak tahu apa-apa. “Selama ini Alex terlihat baik, termasuk kepada cucu saya. Tapi setelah Alvaro hilang, dia tetap hadir dan membantu, sehingga sempat menciptakan alibi,” ujar Sayem.

Alvaro diketahui hilang sejak 6 Maret 2025 dengan modus dijanjikan akan dibelikan mainan. Selama proses pencarian, Alex ikut mengantar keluarga ke berbagai lokasi, termasuk Karawang dan Bogor, untuk seolah memberikan upaya terbaik menemukan Alvaro.

Namun, keterangan saksi dan rekaman suara di masjid justru menuntun polisi kepada peran Alex sebagai pelaku. Jenazah disimpan dalam plastik, diikat ke pohon, dan baru ditemukan karena bau menyengat. Lokasi ditemukan korban yang berada di Kali Cilalay, Tenjo, Bogor, dekat dengan rumah saudara pelaku.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *