Peran Makanan dalam Menjaga Kesehatan Otak
Seiring bertambahnya usia, kemampuan otak untuk fokus, mengingat, dan mempertahankan fungsi kognitif mulai mengalami penurunan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko demensia, yaitu penyakit yang sangat mengganggu aktivitas harian dan kualitas hidup lansia. Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa jenis makanan tertentu bisa membantu menjaga otak tetap “awet muda”.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan otak. Diet Mediterania yang kaya akan biji-bijian, ikan, sayur, buah, dan minyak sehat telah lama diketahui dapat mengurangi peradangan dan menjaga fungsi otak. Namun, studi terbaru mencoba menjawab pertanyaan yang lebih spesifik: makanan apa yang paling efektif mencegah penurunan kognitif pada lansia?
Studi Skala Besar dari Tiongkok
Studi ini menggunakan data dari China Longitudinal Health Longevity Survey (CLHLS), sebuah penelitian jangka panjang berskala besar yang dilakukan sejak 1998 hingga 2018. Survei tersebut melibatkan ribuan lansia berusia 65 tahun ke atas dan mencakup informasi lengkap tentang pola makan, gaya hidup, hingga kondisi kesehatan.
Untuk analisis terbaru, para peneliti memfokuskan pada 3.443 lansia dengan beragam kondisi kronis. Mereka menilai keterkaitan antara fungsi kognitif, tingkat konsumsi makanan tertentu, serta efek multimorbiditas (dua atau lebih penyakit kronis seperti diabetes, artritis, atau penyakit jantung). Asupan makanan dievaluasi berdasarkan seberapa sering partisipan mengonsumsi 13 jenis makanan, dengan kategori: “hampir setiap hari”, “jarang”, atau “tidak pernah”.
Hasil Studi: Makanan Ini Paling Pengaruh ke Fungsi Otak
Temuan penelitian menunjukkan hubungan yang kuat antara jenis makanan tertentu dan kemampuan kognitif para lansia:
-
Jamur dan Alga – Paling Berpengaruh
Jamur dan alga, termasuk rumput laut, menempati posisi teratas dalam mendukung fungsi kognitif. Kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif pada jamur disebut berpotensi melawan peradangan dan stres oksidatif yang menjadi pemicu utama penurunan kognitif. -
Produk Susu
Produk susu seperti yogurt dan susu rendah lemak juga menunjukkan efek positif terhadap kesehatan otak. Kandungan kalsium, protein, dan vitamin D membantu menjaga fungsi saraf dan kesehatan sistem saraf pusat. -
Kacang-Kacangan
Almond, kenari, dan jenis kacang lainnya memiliki kaitan signifikan dengan fungsi kognitif. Kacang kaya akan asam lemak sehat serta vitamin E yang dikenal dapat melindungi sel otak dari kerusakan. -
Buah Segar
Buah segar memiliki hubungan paling erat dengan kemampuan orientasi, termasuk kemampuan mengenali waktu, situasi, dan tempat. Kandungan vitamin, mineral, serta serat alami berperan besar dalam meningkatkan kesehatan otak. -
Sayuran Segar
Sayuran segar menempati posisi berikutnya dalam memperkuat kemampuan orientasi dan daya ingat.
Hubungan Antarmoda Kognitif
Studi ini juga menemukan bahwa kemampuan berhitung dan perhatian sangat berkaitan dengan keterampilan bahasa, sementara memori berhubungan erat dengan kemampuan mengingat. Ini menunjukkan bahwa fungsi kognitif saling memengaruhi, dan makanan tertentu dapat memperkuat beberapa kemampuan sekaligus.
Ada Catatan Penting…
Meski temuan ini menarik, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional. Artinya, belum dapat dipastikan apakah konsumsi makanan tertentu langsung meningkatkan fungsi kognitif. Banyak faktor lain seperti gaya hidup, aktivitas fisik, kualitas tidur, hingga genetik bisa turut berperan. Namun studi ini tetap memberikan insight penting tentang bagaimana pola makan berpotensi menjadi “pertahanan pertama” dalam menjaga otak tetap sehat sepanjang usia.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."












