Kisah Cinta yang Berlangsung Selama 50 Tahun
Kisah cinta antara Jenderal TNI (Purn) Wiranto dan Rugaiya Usman menjadi salah satu kisah yang penuh makna. Perjalanan mereka berawal dari masa muda, ketika keduanya masih duduk di bangku SMA. Pada saat itu, Rugaiya, yang akrab dipanggil Uga, masih berusia 15 tahun dan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti baca puisi hingga pemilihan ratu SMA.
Pertemuan antara Wiranto dan Rugaiya terjadi ketika ia ditunjuk sebagai juri pengganti dalam ajang pemilihan ratu yang diikuti oleh Uga. Dari situlah awal perkenalan mereka, yang kemudian berkembang menjadi hubungan yang semakin intens. Saat itu, Wiranto menjadi sosok yang mendukung penuh Uga dalam melanjutkan pendidikan kuliah, bahkan membiayainya. Bantuan finansial ini menciptakan rasa utang budi yang besar di hati Uga.
Akhirnya, Rugaiya menerima tawaran untuk menikah dengan Wiranto. Ia mengatakan bahwa ada yang ingin membiayai tapi takut jadi utang budi. “Akhirnya, saya setuju menikah dengan Bapak, tapi dengan satu janji,” ucap Rugaiya. Meski tidak pernah diucapkan secara langsung, Wiranto menyampaikan bahwa cinta adalah manifestasi dari sikap penuh perhatian, kasih sayang, rasa memiliki, dan mau berkorban untuk orang yang kita sayangi.
Setelah menikah, Rugaiya sepenuhnya mendampingi suaminya yang saat itu menjadi anggota TNI. Ia menjalani studi di Fakultas Hukum di Jember sementara suaminya tugas di Jawa. Bagi Wiranto, Uga adalah bagian tak terpisahkan dari dirinya. “Mas Wiranto selalu bilang bahwa saya adalah pakaiannya,” kata Rugaiya. Ungkapan tersebut melambangkan betapa erat kehadiran Uga dalam hidupnya.
Perjalanan cinta mereka telah berjalan selama 50 tahun, hingga akhirnya keduanya dipisahkan oleh maut setelah Rugaiya meninggal pada Minggu (16/11/2025). Di detik-detik terakhirnya, Wiranto setia mendampingi istri tercinta selama menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepergian yang Menimbulkan Duka Mendalam
Kepergian ibu Uga, sapaan akrabnya, menjadi duka mendalam bagi Wiranto. Sosok Rugaiya Usman bukan hanya pendamping hidup, tetapi juga sandaran yang setia di tengah dinamika karier politik dan militer Wiranto. Ia meninggal dunia di Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (16/11/2025).
Di depan para pelayat, Wiranto menyampaikan bahwa istrinya sudah lama menderita sakit. Beberapa waktu lalu, wanita yang akrab disapa ibu Uga itu dirawat di RSPAD dan sempat dinyatakan membaik. Namun, kondisinya kembali memburuk dan akhirnya harus dirawat di Bandung.
“Beberapa waktu yang lalu Ibu Uga Wiranto memang telah menderita sakit dan kemudian dirawat di RSPAD beberapa waktu, dan dinyatakan membaik kami bawa ke rumah,” kata Wiranto. Ia berharap kondisi istrinya segera membaik dan bisa kembali sehat walafiat.
Sebagai seorang suami, Wiranto mengaku menaruh harapan besar untuk hidup lebih lama bersama wanita yang ia cintai. Namun, takdir berkata lain, dan ia berusaha mengikhlaskan kepergian sang istri. “Kita harapkan memang bisa bersama-sama keluarga, bisa mengasuh anak cucu sampai usia yang sangat lanjut, harapan keluarga seperti itu, memang kehendak Illahi tidak bisa kita menolak.”
Rayakan 50 Tahun Pernikahan
Wiranto mengenang kembali momen terakhirnya bersama almarhum sang istri sebelum meninggal dunia. Sebelum tutup usia, mereka masih sempat merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke-50. “Memang keluarga mengharapkan Ibu Uga Wiranto bisa sehat kembali. Ia bersama saya 50 tahun. Baru kemarin kita merayakan ulang tahun perkawinan emas,” ujar Wiranto.
Rugaiya dikenal sebagai sosok yang setia mendampingi suaminya sejak awal perjalanan karir militernya. Jenazah almarhumah istri Wiranto tiba di rumah duka sekitar pukul 21.48 WIB, setelah sebelumnya diberangkatkan dari Bandung, Jawa Barat.
Salat jenazah diikuti sejumlah tokoh, antara lain mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono, mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi, serta Penasihat Khusus Presiden bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian, Ahmad Dhofiri. Mantan ABRI itu meminta agar memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan istrinya semasa masih hidup.
Usai disemayamkan semalam di Bambu Apus, jenazah Rugaiya rencananya diterbangkan menuju Solo melalui Bandara Halim Perdanakusuma pada Senin (17/11/2025) pukul 07.00 WIB. Jenazah istri Wiranto itu akan dimakamkan di makam keluarga di Astana Wukir Sirna Raga, Kelurahan Delingan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Senin (17/11/2025) pagi.
Sejumlah karangan bunga pun telah berdatangan di area pemakaman, termasuk dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dan putra bungsunya sekaligus Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.












