Pengalaman Buruk Anggi Saat Mencari Penginapan di Kota Batu
Anggi, seorang wisatawan asal Madiun, mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan saat mencari penginapan di Kota Batu. Ia mengaku tertipu setelah memesan villa melalui media sosial. Kejadian ini terjadi menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2024.
Awalnya, Anggi melihat promosi villa murah di platform perjalanan. Ia membandingkan dengan penawaran di media sosial dan menemukan bahwa harga yang ditawarkan lebih rendah. Dengan rasa percaya tinggi, ia langsung menghubungi nomor kontak yang tersedia di media sosial tersebut.
Setelah melakukan transfer sebesar Rp 1,5 juta untuk semalam, Anggi tidak lagi bisa menghubungi pihak yang menawarkan villa tersebut. Nomornya diblokir, dan tidak ada kabar dari pihak tersebut. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga baginya.
Modus Penipuan yang Marak di Media Sosial
Kasus penipuan sewa vila dan penginapan di media sosial marak terjadi menjelang libur Natal dan Tahun Baru di Kota Batu. Korbannya umumnya wisatawan asal luar kota yang ingin menghabiskan waktu liburan mereka di sana.
Banyak wisatawan luar Kota Batu memilih melakukan reservasi penginapan secara online. Mereka memilih waktu jauh-jauh hari untuk mengantisipasi kehabisan tempat penginapan. Hal ini dilakukan karena harga yang lebih miring dibanding ketika memesan jelang liburan.
Sayangnya, momen ini dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk mendulang uang melalui cara ilegal. Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, pelaku penipuan menggunakan beberapa modus.
Di antaranya adalah membajak akun Google Business hotel atau vila untuk menipu calon tamu. Setelah berhasil membajak akun, pelaku mengganti nomor kontak resmi dengan nomor mereka sendiri. Begitu calon tamu menghubungi, nomor yang terhubung langsung masuk ke pelaku dan dari situ terjadi transaksi.
Setelah calon tamu mentransfer uang DP maupun pelunasan, para pelaku langsung memblokir nomor calon tamu dan hilang tanpa kabar. Atau jika tidak begitu, baru terdeteksi setelah pihak hotel menerima keluhan dari calon tamu yang datang.
Imbauan dari Polisi dan PHRI
Sujud Hariadi mengimbau wisatawan agar lebih berhati-hati dalam memilih penginapan dan baiknya memesan lewat situs resmi atau online travel agent terpercaya. Ia menekankan pentingnya memastikan semua informasi sebelum melakukan transaksi.
Ia juga mengingatkan untuk tidak percaya promosi mencurigakan yang menawarkan harga murah hingga tak masuk akal. Selain itu, hindari transaksi pribadi lewat pesan singkat, karena penipu biasanya langsung memblokir nomor setelah ada transaksi.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batu Iptu Joko Suprianto mengatakan, sampai saat ini dari laporan yang masuk rata-rata korban tergiur harga penginapan murah di media sosial. Pelaku biasanya menawarkan vila dengan harga di bawah pasaran, lengkap dengan foto dan testimoni palsu supaya calon korban berminat dan akhirnya percaya.
Setelah ada transaksi, kontak langsung diblokir. Kebanyakan targetnya dari luar kota yang hendak menginap di Kota Batu.
Tips Menghindari Penipuan Saat Mencari Penginapan
Untuk menghindari penipuan saat memesan hotel, terutama di kota wisata yang ramai pengunjung, penting untuk selalu berhati-hati dan melakukan verifikasi setiap langkah pemesanan.
Langkah pertama adalah memastikan Anda memesan kamar melalui situs resmi hotel atau platform perjalanan terpercaya seperti Traveloka, Tiket.com, Agoda, atau Booking.com. Situs-situs tersebut umumnya memiliki sistem keamanan dan kebijakan perlindungan konsumen yang jelas.
Hindari tergiur dengan penawaran harga yang terlalu murah di luar logika, apalagi jika disebarkan lewat media sosial, grup pesan, atau tautan tidak resmi. Banyak kasus penipuan terjadi karena pelaku membuat situs palsu yang tampak serupa dengan situs asli hotel.
Sebelum melakukan pembayaran, pastikan Anda memeriksa kembali keaslian hotel dengan membaca ulasan di Google, melihat rating, serta memeriksa foto-foto asli pengunjung. Cek juga alamat dan nomor telepon hotel di peta digital, lalu hubungi langsung pihak hotel untuk memastikan bahwa pemesanan Anda benar-benar tercatat.
Jangan pernah memberikan informasi sensitif seperti nomor kartu ATM, PIN, kode OTP, atau data login M-Banking kepada siapa pun, terutama melalui pesan singkat, email, atau telepon. Pihak hotel yang resmi tidak akan meminta data semacam itu.
Selain itu, berhati-hatilah terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan staf hotel atau agen perjalanan. Beberapa penipu berpura-pura menawarkan upgrade kamar, diskon, atau layanan tambahan dengan imbalan pembayaran langsung melalui rekening pribadi. Jika Anda menerima tawaran seperti itu, konfirmasikan kembali ke pihak hotel melalui kontak resmi.
Saat tiba di lokasi, pastikan nama hotel dan resepsionis sesuai dengan yang tertera di aplikasi atau bukti pemesanan. Dengan menjaga kewaspadaan, selalu memverifikasi informasi, serta menggunakan saluran pemesanan yang resmi, Anda dapat terhindar dari berbagai bentuk penipuan yang sering menyasar wisatawan.












