Kecelakaan kembali terjadi di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, pada hari Selasa (11/11/2025) pagi. Kejadian ini menambah daftar insiden serupa yang pernah terjadi di lokasi yang sama, setelah kecelakaan pada 7 Mei 2025 yang mengakibatkan kematian 10 guru.
Truk bermuatan solar diduga mengalami rem blong saat melaju di jalan menurun dan langsung menghantam deretan warung di area Pasar Kalijambe yang berada di tepi jalan raya utama. Dari pantauan di lokasi, truk tampak terguling di badan jalan, sementara sejumlah warung hancur berantakan akibat kerasnya benturan.
Berikut beberapa fakta penting terkait kecelakaan truk solar di Kalijambe:
1. Kecelakaan terjadi setelah Subuh
Menurut Melinda, salah satu warga setempat yang tinggal tak jauh dari lokasi kecelakaan, kejadian tersebut terjadi usai salat subuh. “Peristiwanya terjadi sekitar pukul 05.10 WIB, tak lama setelah shalat Subuh,” ujar Melinda.
Truk tersebut melaju dari arah Magelang menuju Purworejo. Menurut informasi yang diperoleh, truk dari arah Magelang itu menabrak mobil Carry yang sedang menurunkan bawang merah di pasar. Dua orang berhasil dievakuasi dalam kondisi lemas.
Situasi di lokasi masih dipantau oleh petugas gabungan, sementara arus lalu lintas di jalur utama Purworejo–Magelang sempat mengalami kemacetan karena proses evakuasi.
2. Warga berebut BBM tumpah
Insiden kecelakaan truk tangki bermuatan solar membuat warga berebut mengambil jenis bahan bakar minyak (BBM). Dari pantauan di lokasi, beberapa warga membawa botol air mineral hingga jeriken kecil untuk mengumpulkan bahan bakar yang mengalir ke tepi jalan.
Solar tersebut diduga berasal dari tangki truk yang terbalik dan menimpa mobil Suzuki Carry serta beberapa warung di pinggir jalan. Meski polisi dan petugas pemadam kebakaran tengah fokus mengevakuasi kendaraan dan mengamankan area, sejumlah warga tetap terlihat jongkok di pinggir jalan, menyendok cairan berwarna kekuningan dari genangan air bercampur tanah.
“Iya, Mas, ambil solar,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi.
3. Jalan raya sempat lumpuh total
Imbas kecelakaan itu, jalur utama di Jalan Raya Kalijambe sempat lumpuh total selama beberapa jam. Truk tangki berwarna biru itu terguling dan melintang di tengah jalan, sehingga membuat arus kendaraan dari arah Purworejo maupun Magelang tidak bisa lewat.
Banyak pengendara memilih putar balik, sementara polisi melakukan pengalihan arus ke jalur alternatif untuk mengurai kemacetan. “Saya sudah hampir satu jam berhenti, enggak bisa maju. Banyak kendaraan besar juga berhenti, jadi macet total,” kata Lia (29), pengendara dari arah Purworejo.
Situasi semakin padat karena warga sekitar berdatangan untuk menyaksikan proses evakuasi, membuat petugas harus bekerja ekstra mengatur kerumunan agar jalan segera dapat dibuka kembali.
4. Proses evakuasi terkendala
Petugas gabungan dari Polres Purworejo, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan PMI dikerahkan sejak pagi untuk mengevakuasi kendaraan dan mengamankan lokasi kejadian. Upaya tersebut tak berjalan mulus karena posisi truk tangki yang terguling menimpa mobil Suzuki Carry.
Sementara, sebagian solar masih terus menetes ke jalan dan mengalir ke selokan, sehingga area harus disterilkan terlebih dahulu. Hingga sekitar pukul 08.12 WIB, kepadatan lalu lintas masih terlihat meskipun salah satu jalur sudah mulai dibuka secara bergantian untuk mengurai antrean kendaraan.
Polisi mengimbau pengendara menghindari kawasan Kalijambe dan memilih rute alternatif hingga evakuasi selesai sepenuhnya.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












