dailybandung.com – CEO Meta Mark Zuckerberg kembali menjadi sorotan publik setelah beberapa pernyataan kontroversial yang ia sampaikan dalam sebuah podcast yang dipandu oleh Joe Rogan. Dalam podcast tersebut, Zuckerberg mengkritisi saingan besarnya, Apple, dengan mengatakan bahwa perusahaan tersebut belum menciptakan inovasi yang hebat dalam beberapa waktu terakhir.
Bukan hanya itu, Zuckerberg juga menyebut bahwa saat ini sudah saatnya lebih banyak perusahaan yang mengadopsi budaya “energi maskulin”. Ia bahkan menuduh bahwa Apple hanya diam saja dalam kesuksesan iPhone yang telah 20 tahun berlalu sejak penciptaannya oleh Steve Jobs.
Tidak hanya itu, Zuckerberg juga mengkritik biaya App Store Apple yang dinilainya sebagai bentuk pemerasan dan memberatkan para pengembang. Hal ini membuatnya memutuskan untuk mengganti fitur pemeriksa fakta dengan “catatan komunitas” ala X, yang bertujuan untuk meningkatkan kebebasan berbicara.
Namun, kebijakan baru Zuckerberg ini justru menuai kritik dari warganet, termasuk CEO Epic Games, Tim Sweeney. Ia menilai bahwa para pemimpin teknologi besar seperti Zuckerberg dan CEO Apple, Tim Cook, kini berpura-pura menjadi Republik setelah bertahun-tahun berpura-pura menjadi Demokrat.
Sementara itu, Meta juga baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru yang lebih macho dalam memimpin perusahaan, seperti menghapus tampon di toilet pria dan bergabung dengan barisan perusahaan yang menarik kembali kebijakan DEI progresif. Namun, hal ini justru membuatnya semakin diserang oleh warganet.












