Berita  

“Ini Dia Cara Membedakan Nyeri Dada Akibat GERD dan Serangan Jantung, Ketahui Tandanya!”

“Membedakan Nyeri Dada Akibat GERD dan Serangan Jantung, Simak Caranya!”

Selain rasa terbakar atau tekanan di dada, serangan jantung juga dapat menyebabkan nyeri menjalar ke lengan kiri, punggung, leher, rahang, atau perut bagian atas. Nyeri ini juga dapat disertai dengan sesak napas, pusing, mual, dan keringat dingin.

Jika seseorang mengalami nyeri dada yang berlangsung lebih dari lima menit dan tidak hilang dengan istirahat, kemungkinan besar itu adalah serangan jantung. Hal ini juga berlaku jika nyeri dada terjadi bersamaan dengan gejala serangan jantung lainnya seperti sesak napas dan mual.

Apabila mengalami gejala serangan jantung, segera hubungi layanan darurat medis atau pergi ke unit gawat darurat terdekat untuk mendapatkan penanganan segera. Jangan menunda atau mengabaikan gejala tersebut karena serangan jantung dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

dailybandung.com – Jakarta, dailybandung.com – Cara membedakan nyeri dada karena gastroesophageal reflux disease (GERD) dan serangan jantung dapat dikenal dengan memperhatikan gejala-gejala yang muncul. Pasalnya, kedua kondisi ini menyebabkan gejala yang serupa.

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. Vito Anggarino Damay, Sp.JP., M.Kes., FIHA., FICA, FAsCC, nyeri dada sering kali menimbulkan kekhawatiran karena dapat menjadi tanda berbagai kondisi. Oleh karena itu, memahami perbedaannya sangat penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

“Dokter Vito mengatakan bahwa banyak orang yang gelisah karena mereka menganggap nyeri dada hanya disebabkan oleh masalah lambung atau maag. Padahal, itu bisa jadi merupakan tanda serangan jantung,” ungkapnya di akun Instagram pribadinya, @doktervito, Jumat (20/12/2024).

GERD adalah kondisi yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan iritasi. Nyeri dada yang disebabkan oleh GERD sering kali menyerupai sensasi terbakar di dada (heartburn) dan dapat disertai gejala seperti nyeri biasanya muncul setelah makan, terutama makanan berlemak, pedas, atau asam.

Pasien GERD juga sering mengeluhkan sensasi terbakar yang cenderung memburuk saat berbaring atau membungkuk, disertai dengan regurgitasi atau cairan asam dan makanan yang naik kembali ke mulut. Namun, gejala ini dapat membaik setelah minum obat antasida. Gejala lainnya meliputi sensasi pahit atau asam di mulut, kesulitan menelan, dan batuk kronis atau suara serak akibat iritasi asam lambung. Nyeri dada yang disebabkan oleh GERD juga dapat berlangsung lebih lama dibandingkan serangan jantung, bahkan bisa berlangsung sepanjang hari.

Sementara itu, serangan jantung terjadi akibat aliran darah yang terhambat ke otot jantung, biasanya karena penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Nyeri dada yang terkait dengan serangan jantung memiliki karakteristik yang berbeda dan sering kali memerlukan perhatian medis segera.

Selain sensasi terbakar atau tekanan di dada, serangan jantung juga dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke lengan kiri, punggung, leher, rahang, atau perut bagian atas. Gejala ini juga dapat disertai dengan sesak napas, pusing, mual, dan keringat dingin.

Jika seseorang mengalami nyeri dada yang berlangsung lebih dari lima menit dan tidak hilang dengan istirahat, kemungkinan besar itu adalah serangan jantung. Hal ini juga berlaku jika nyeri dada terjadi bersamaan dengan gejala serangan jantung lainnya seperti sesak napas dan mual.

Apabila mengalami gejala serangan jantung, segera hubungi layanan darurat medis atau pergi ke unit gawat darurat terdekat untuk mendapatkan penanganan segera. Jangan menunda atau mengabaikan gejala tersebut karena serangan jantung dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *