Ketiga, Kwiatkowski menilai bahwa insiden ini akan menjadi bahan propaganda yang sempurna bagi Iran untuk menunjukkan ketidakmampuan AS dalam menghadapi kelompok Houthi yang didukung oleh Iran.
dailybandung.com – Kelompok milisi Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab atas penembakan jet tempur F/A-18 Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di atas Laut Merah pada hari Minggu lalu. Namun, Komando Pusat (CENTCOM) AS menyatakan bahwa pesawat tempur tersebut jatuh akibat insiden “friendly-fire” dari kapal perang USS Gettysburg.
Insiden ini terjadi saat pesawat tempur dan kapal perang tersebut sedang bergabung dalam serangan Kelompok Serang Kapal Induk USS Harry S Truman yang ditujukan kepada kelompok Houthi. Namun, pensiunan Letnan Kolonel Angkatan Udara AS, Karen Kwiatkowski, mendukung klaim Houthi dan meragukan pernyataan CENTCOM.
Menurut Kwiatkowski, Houthi merupakan kelompok milisi yang tangguh, cerdas, dan termotivasi dalam berperang. Mereka juga memiliki berbagai macam pesawat nirawak dan rudal hipersonik. Selain itu, Kwiatkowski juga menyebut bahwa Houthi berperang untuk membebaskan dunia Arab dari dominasi Israel, NATO, dan AS.
Dengan alasan tersebut, Kwiatkowski meragukan pernyataan CENTCOM atas jatuhnya jet tempur tersebut. Pertama, Pentagon biasanya menghindari mengakui insiden “friendly-fire” karena rasa malu. Kedua, insiden ini tidak dilaporkan oleh media domestik Amerika, kecuali perihal keselamatan kedua pilot. Ketiga, Kwiatkowski juga memprediksi bahwa insiden ini akan menjadi bahan propaganda bagi Iran untuk menunjukkan ketidakmampuan AS dalam menghadapi kelompok Houthi yang didukung oleh mereka.







