Berita  

Mengenal Likuifaksi, Mengantisipasi Bahayanya

Mengupas Likuifaksi, Menghindari Ancamannya

dailybandung.com – Jakarta – Likuifaksi, fenomena alam yang sering terjadi akibat gempa bumi, kembali menjadi perbincangan setelah terjadi gempa di Sulawesi Tengah. Namun, apa sebenarnya yang menyebabkan likuifaksi terjadi?

Kondisi likuifaksi terjadi karena perubahan tekanan air dalam pori-pori tanah saat terjadi guncangan yang kuat. Tanah yang awalnya keras berubah menjadi lembek dan tidak stabil, sehingga mirip dengan cairan.

Umumnya, likuifaksi terjadi pada tanah yang jenuh air karena pori-pori tanah mudah terisi dengan air. Saat terjadi gempa, tekanan air di dalam pori-pori tanah meningkat dan membuat tanah kehilangan kekuatannya.

Proses ini sering terjadi pada tanah non kohesif seperti pasir dan kerikil. Fenomena ini membuat tanah tampak seperti mengalir, dan tidak dapat menahan beban berat yang berada di atasnya.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan likuifaksi adalah kadar air yang tinggi, jenis tanah yang berbutir kasar, dan guncangan gempa yang terlalu kuat.

Walaupun sudah pernah terjadi di beberapa wilayah Indonesia, bencana likuifaksi ini mulai dikenal saat terjadi di Sulawesi Tengah setelah gempa dengan kekuatan M 7,4. Fenomena ini mengakibatkan kerusakan yang parah dan menelan banyak korban jiwa.

Tanda-tanda bahaya likuifaksi

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa, mengenali tanda-tanda likuifaksi dapat meminimalisir risiko bencana ini.

Jika terpantau ketinggian air tanah di sekitar lokasi mencurigakan seperti naik dan turun secara tiba-tiba, hal ini dapat menjadi tanda terjadinya pencairan tanah.

Saat gempa bumi terjadi, likuifaksi dapat ditunjukkan dengan adanya air dan lumpur yang muncul dari permukaan tanah. Kondisi tanah yang retak dan berantakan juga dapat menjadi tanda yang perlu diwaspadai.

Tanda-tanda tersebut dapat dikenali dengan melakukan analisis geologi area, memantau getaran tanah, dan mengambil sampel tanah untuk dianalisis.

Itulah pengertian dari likuifaksi dan tanda-tanda bahaya yang perlu diketahui untuk meminimalisir risiko bahaya atau kerugian yang akan terjadi. Dengan pemahaman yang baik tentang likuifaksi, masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi ancaman yang muncul terutama di wilayah rawan gempa.

Faridah Hasna

Reporter berita yang mengulas peristiwa cepat dan trending topic. Ia gemar memantau media sosial, mencoba aplikasi baru, dan membuat konten singkat. Waktu senggangnya dihabiskan dengan mendengarkan podcast opini. Motto: “Kecepatan harus sejalan dengan ketepatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *