dailybandung.com – Seorang politisi Amerika, Kash Patel, telah menjadi sorotan publik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut namanya sebagai calon Direktur FBI. Siapakah sebenarnya Kash Patel?
Presiden Trump memuji Patel sebagai pengacara dan penyelidik yang sangat berdedikasi. Selama karirnya sebagai pengacara loyalis Trump, Patel selalu menempatkan kepentingan Amerika di atas segalanya, fokus pada pemberantasan korupsi, dan mempertahankan keadilan.
Kash Patel, yang lahir dengan nama lengkap Kashyap Pramod Patel pada tanggal 25 Februari 1980 di Garden City, New York, USA, merupakan keturunan India-Amerika karena kedua orang tuanya berasal dari India.
Patel menempuh pendidikan di University of Richmond, meraih sertifikat hukum internasional di University College London, dan mendapatkan gelar Juris Doctor di Pace University School of Law.
Awal karirnya, Patel bekerja sebagai pembela umum yang menangani berbagai kasus hukum di pengadilan federal.
Selama pemerintahan Presiden Trump, Patel menjabat sebagai Kepala Staf Penjabat Menteri Pertahanan Christopher Miller pada tahun 2020. Di posisi ini, ia mengawasi tugas para menteri dan memberikan saran serta nasihat tentang fungsi departemen tersebut.
Posisi strategis ini diberikan kepada Patel setelah Trump memecat Menteri Pertahanan Mark Esper.
Patel juga pernah menjadi Asisten Deputi Presiden dan Direktur Senior bagian Kontraterorisme (CT) di Dewan Keamanan Nasional (NSC). Dia sering mendampingi Presiden Trump dalam beberapa prioritas utama, seperti penangkapan kepala ISIS, Al-Qaeda, dan pembebasan sandera Amerika.
Tidak hanya itu, Patel juga pernah menjadi pengawas untuk 17 badan komunitas intelijen dan memberikan pengarahan harian kepada Presiden saat menjabat sebagai Wakil Kepala Pelaksana Direktur Intelijen Nasional.
Pada masa pemerintahan sebelumnya, Patel juga dipercaya oleh Presiden Trump untuk menjadi saksi dalam penyelesaian masalah dokumen rahasia di Mar-a-Lago yang melibatkan Arsip Nasional.
Selain itu, Patel juga pernah menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional dan Penasihat Senior untuk Komite tetap DPR bidang Intelijen (HPSCI). Dalam posisi strategis ini, Patel bertugas menyelidiki berbagai kampanye tindakan Rusia yang diduga mempengaruhi Pemilu Presiden 2016.
Patel juga bertanggung jawab atas program Komunitas Intelijen dan Pasukan Operasi Khusus AS. Dia juga bertugas mengawasi pengelolaan dana miliaran dolar untuk operasi intelijen dan kontraterorisme di seluruh dunia.
Demikianlah profil dari Kash Patel, yang dianggap oleh Presiden Trump sebagai sosok yang cocok untuk mengisi jabatan Direktur FBI Amerika Serikat. Namun, keputusan tersebut masih harus mendapatkan persetujuan dari Senat Demokrat dan memerlukan pengunduran diri atau pemecatan dari jabatan Direktur saat ini, Christopher Wray, yang masa jabatannya baru akan berakhir pada tahun 2027.
dailybandung.com – Seorang politisi Amerika, Kash Patel, telah menjadi sorotan publik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut namanya sebagai calon Direktur FBI. Siapakah sebenarnya Kash Patel?
Presiden Trump memuji Patel sebagai pengacara dan penyelidik yang sangat berdedikasi. Selama karirnya sebagai pengacara loyalis Trump, Patel selalu menempatkan kepentingan Amerika di atas segalanya, fokus pada pemberantasan korupsi, dan mempertahankan keadilan.
Kash Patel, yang lahir dengan nama lengkap Kashyap Pramod Patel pada tanggal 25 Februari 1980 di Garden City, New York, USA, merupakan keturunan India-Amerika karena kedua orang tuanya berasal dari India.
Patel menempuh pendidikan di University of Richmond, meraih sertifikat hukum internasional di University College London, dan mendapatkan gelar Juris Doctor di Pace University School of Law.
Awal karirnya, Patel bekerja sebagai pembela umum yang menangani berbagai kasus hukum di pengadilan federal.
Selama pemerintahan Presiden Trump, Patel menjabat sebagai Kepala Staf Penjabat Menteri Pertahanan Christopher Miller pada tahun 2020. Di posisi ini, ia mengawasi tugas para menteri dan memberikan saran serta nasihat tentang fungsi departemen tersebut.
Posisi strategis ini diberikan kepada Patel setelah Trump memecat Menteri Pertahanan Mark Esper.
Patel juga pernah menjadi Asisten Deputi Presiden dan Direktur Senior bagian Kontraterorisme (CT) di Dewan Keamanan Nasional (NSC). Dia sering mendampingi Presiden Trump dalam beberapa prioritas utama, seperti penangkapan kepala ISIS, Al-Qaeda, dan pembebasan sandera Amerika.
Tidak hanya itu, Patel juga pernah menjadi pengawas untuk 17 badan komunitas intelijen dan memberikan pengarahan harian kepada Presiden saat menjabat sebagai Wakil K







