Puluhan Calhaj Kalsel Gagal Berangkat, Kasus Pikun Mendominasi

Kondisi Calon Jemaah Haji di Kalimantan Selatan

Sebanyak 34 calhaj reguler asal Kalimantan Selatan (Kalsel) gagal berangkat tahun ini karena tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalsel, Eddy Khairani, yang menjelaskan bahwa faktor utama penyebab kegagalan tersebut adalah demensia atau pikun.

Demensia merupakan gangguan fungsi otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, berbicara, hingga aktivitas sehari-hari. Kondisi ini bersifat progresif dan berisiko tinggi mengganggu keselamatan jemaah dalam pelaksanaan ibadah haji. Meskipun begitu, Eddy menegaskan bahwa hak jemaah tetap terlindungi dan akan diprioritaskan pada musim haji berikutnya sesuai ketentuan.

Proses Pelunasan Bipih Tahap II

Hingga hari ketiga perpanjangan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap II pada Kamis (22/1), tercatat 5.222 calhaj Kalsel telah melakukan pelunasan. Angka ini melebihi kuota haji 2026 yang berjumlah 5.187 orang. Perpanjangan pelunasan haji reguler tahap II berlangsung pada 20–23 Januari 2026, dengan kriteria jemaah reguler yang sebelumnya mengalami kegagalan pelunasan, termasuk jemaah cadangan, dengan tetap mensyaratkan istithaah kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan calhaj 2026 semakin diperketat pemerintah, termasuk di Kabupaten Kotabaru. Terlebih pada musim sebelumnya ada dua haji asal Bumi Saijaan yang meninggal dunia di Tanah Suci. Kepala Kemenhaj Kotabaru, Herman Prasetio, menyebutkan bahwa 301 calhaj memenuhi syarat kesehatan dan akan berangkat tahun ini. Selain itu, ada 11 orang yang disiapkan sebagai cadangan.

Penyakit yang Dominan pada Calon Jemaah Haji

Selain demensia, penyakit lain yang sering muncul dalam pemeriksaan kesehatan calhaj adalah kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan diabetes. Di Banjarmasin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, M Ramadhan, menyatakan bahwa ada 712 calhaj yang telah dilayani di Puskesmas. Dari jumlah tersebut, empat calhaj terindikasi tidak istithaah. Tiga di antaranya menderita demensia berat, sedangkan satu orang lainnya memiliki nilai Activity Daily Living (ADL) rendah akibat post stroke.

Di Tapin, Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Noor Ifansyah, menyatakan bahwa penyakit yang dominan adalah hipertensi, kemudian diabetes mellitus, dan hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi. Setelah melakukan pemeriksaan kesehatan, Dinkes Tapin bakal menyelenggarakan vaksinasi, khususnya meningitis. Pelaksanaannya masih menunggu jadwal resmi.

Data Terbaru dari Kemenhaj

Menhaj, Mochammad Irfan Yusuf, melaporkan data terakhir hasil pemeriksaan kesehatan calhaj 2026 kepada Komisi VIII DPR RI. Menurutnya, ada 1.135 calhaj reguler yang terpaksa gagal berangkat haji karena hasil pemeriksaan kesehatannya tidak istithaah. Sementara untuk haji khusus, ada 34 orang. Total yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan adalah 220.283 calhaj reguler dan 14.644 calhaj khusus.

Selain itu, Kemenhaj mencatat ada 704 calhaj reguler yang masih perlu dievaluasi kembali kondisi kesehatannya. Sementara untuk calhaj khusus 134 orang. Kemenhaj juga menyampaikan ada 2.207 calhaj reguler yang masih dalam proses pemeriksaan kesehatan, sementara untuk calhaj khusus 991 orang.

Persiapan dan Kesiapan Jemaah Haji

Saat dikonfirmasi, Kepala Kemenhaj Banjarmasin, H Ahmad Sya’rani, belum bisa menyebutkan jumlah pasti calhaj yang berangkat tahun ini. “Belum fix, ada yang mutasi dan lain-lain. Jadi kami belum bisa kasih data jumlah calon haji,” ujarnya.

Dengan persiapan yang matang dan pemeriksaan kesehatan yang semakin ketat, pemerintah terus berupaya memastikan keselamatan dan kelancaran pelaksanaan ibadah haji bagi seluruh calon jemaah.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *