Berita Terkini Sulawesi Utara: Dari Tim Khusus hingga Kasus Penganiayaan
Berikut lima berita terkait Sulawesi Utara yang sedang menjadi perhatian masyarakat pada hari ini, Minggu 25 Januari 2025. Mulai dari pembentukan tim khusus oleh Gubernur Sulawesi Utara hingga kasus penganiayaan yang melibatkan anggota TNI AL.
Pembentukan Tim Khusus oleh Gubernur Sulut
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) resmi membentuk Tim Khusus (Timsus) Gubernur untuk Percepatan Akses Program Strategis. Ini dilakukan sebagai langkah terukur dalam menjawab tantangan pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran.
Pembentukan tim tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) sekaligus rapat perdana Timsus yang digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Sabtu (24/1/2026). Gubernur YSK menegaskan bahwa keberadaan Timsus menjadi instrumen penting Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mengamankan program-program strategis nasional yang sebagian besar anggarannya berada di kementerian dan lembaga pusat.
“Tim khusus ini harus aktif mengejar dan mengamankan program strategis di pusat untuk Sulawesi Utara,” tegas Gubernur.
Susunan personalia Timsus diisi oleh figur-figur yang dinilai memiliki pengalaman, jejaring, dan kapasitas strategis lintas sektor. Salah satu koordinatornya adalah Susi Sigar.
Kronologi Kecelakaan Maut Motor vs Mobil Tronton
Kecelakaan maut terjadi di jalan ruas Wolter Monginsidi Kecamatan Girian Kota Bitung. Almarhum Jon Matoneng (47), warga Kelurahan Nusu, Kecamatan Lembeh Utara, meninggal dunia setelah sepeda motornya digilas mobil truk tronton warna orange.
Kecelakaan itu terjadi di simpang empat atau perampatan jalan Pusung Kelurahan Girian Atas dan jalan ke Pasar Girian. Jumat (23/1/2026) malam sekitar pukul 19.00 Wita, korban bersama motornya membonceng seorang penumpang perempuan bernama Widiawati.
Identitas Lima Oknum Anggota TNI AL yang Diduga Lakukan Penganiayaan
Identitas lima oknum anggota TNI AL yang terlibat kasus dugaan penganiayaan terhadap Berkam Sawiduling, seorang guru SMK di Melonguane, Kabupaten Talaud, akhirnya terungkap. Mereka yakni Trisma, Niko T, Idil, Mario, dan satu lagi inisial M.
Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Ops memastikan kelima pelaku akan diproses hukum. “Atas nama pemimpin TNI AL, kami tidak mentolerir segala bentuk tindakan tidak terpuji dan melanggar hukum yang dilakukan oleh anggota TNI AL,” tegas dia.
Saat ini, oknum-oknum TNI AL yang terlibat langsung dengan kejadian ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer TNI Angkatan Laut dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kapal Patroli TNI AL KM Karakelang Kandas
Kapal Patroli TNI AL KM Karakelang dilaporkan kandas setelah diterpa ombak. Kapal tersebut kandas setelah menabrak karang di wilayah perairan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kapal ini sebelumnya dilepas paksa oleh masyarakat Melonguane dari pelabuhan pasca kasus penganiayaan yang dilakukan oleh lima anggota TNI AL terhadap enam warga setempat. Menurut penilaian masyarakat, keberadaan kapal tersebut menjadi pemicu munculnya ketegangan yang berujung pada dugaan penganiayaan.
Residivis Curanmor Ditangkap dan Ditembak
Irwan Djoyohikrat (38) warga desa Ibolian, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara dilumpuhkan Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Kotamobagu. Kedua kakinya mendapat timah panas lantaran mencoba mengelabui petugas saat hendak ditangkap.
Residivis kasus curanmor ini diketahui terakhir kali melaksanakan aksinya di Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong. Desa Mopait berjarak sekitar 66 kilometer dari Lolak, Ibu Kota Kabupaten Bolmong. Dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit.












