JAKARTA – Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat, Sahruna, memberikan penjelasan terkait temuan fasilitas penyimpanan obat dan vaksin yang dinilai tidak layak di Grogol Petamburan. Penjelasan ini merespons laporan dari Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, yang menyebutkan bahwa tempat penyimpanan obat HIV dan vaksin di Jakarta Barat berbau apek dan tidak memenuhi standar.
Sahruna menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan pada November 2025. “Berita itu terkait temuan lama pada kunjungan 4 November 2025 lalu,” ujar Sahruna saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).
Sebelumnya, Sudinkes Jakarta Barat memiliki fasilitas penyimpanan yang sangat memadai. Namun, fasilitas tersebut dialihkan ke lokasi alternatif setelah gudang obat Sudinkes mengalami kebakaran pada 2025. “Awalnya Sudinkes memiliki gudang penyimpanan yang layak dan memenuhi standar yang terletak di Cengkareng, tetapi pada Mei 2024 mengalami insiden kebakaran yang disebabkan korsleting listrik,” kata Sahruna.
Setelah kejadian kebakaran, pihaknya bergerak cepat untuk menyelamatkan stok obat yang tersisa dan mencari tempat penampungan sementara. “Setelah kejadian kebakaran, karena Sudinkes tidak memiliki tempat untuk penyimpanan obat yang masih selamat dan diamankan dari kebakaran dan sebagai buffer obat, akhirnya kami meminjam ruangan di Puskesmas,” imbuh dia.
Dari berbagai opsi tempat penyimpanan alternatif, hanya Puskesmas Grogol Petamburan yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara. Sahruna tidak menyangkal bahwa kondisi ruangan di Puskesmas Grogol Petamburan memang kurang baik karena retak dan bocor. Namun, ia menyebut prosedur penyimpanan tetap berjalan sesuai standar yang ditentukan. “Dengan ruangan yang seadanya di Puskesmas Gropet, penyimpanan tetap dilaksanakan sesuai SOP yang berlaku, meski bangunan memang kurang memenuhi,” ucap Sahruna.
Mengenai kerusakan bangunan, ia telah berkoordinasi dengan unit terkait untuk melakukan perbaikan. “Penyimpanan vaksin yang tidak layak, terkait gedungnya yang terdapat retak di tembok, bocor di pipa hidrant dan atap sudah lapor ke pihak yang terkait pemeliharaan gedung,” jelas dia.
Selain itu, Sahruna mengakui bahwa area penyimpanan vaksin (coldchain) memang sempit, sehingga penataannya harus disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia. “Tempat penyimpanan vaksin terlalu kecil dan sempit sehingga penyimpanan coldchain disesuaikan mengikuti luas ruangan yang ada,” sambung dia.
Bantah obat HIV rusak
Meski begitu, terkait narasi obat HIV yang dikeluhkan berbau, Sahruna menegaskan bahwa aroma tersebut bukan indikasi kerusakan, melainkan karakteristik asli dari obat tersebut. Ia memastikan keamanan obat tersebut telah divalidasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. “Untuk obat yang dikeluhkan bau, sebenarnya memang dasar obatnya baunya seperti itu. Sudah dilakukan pemeriksaan oleh BPOM RI dengan nomor batch yang berbeda tetapi baunya sama,” ujarnya.
Ia pun menjamin obat-obatan tersebut aman dikonsumsi oleh pasien. “Sudah dilakukan uji sampling oleh BPOM RI dan dinyatakan obat tersebut layak konsumsi dengan hasil pemeriksaan terlampir,” kata dia.
Pembangunan gudang baru
Sebagai solusi jangka panjang, Sahruna memastikan bahwa obat-obat dan vaksin tersebut akan segera dipindahkan kembali ke gudang baru. Pembangunan gudang penyimpanan tersebut pun ditargetkan untuk terlaksana pada tahun ini. “Sudah direncanakan pembangunan Gudang Sudinkes Jakarta Barat. Pembangunan tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2026,” tutur Sahruna.
Sebelumnya, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, menyinggung temuan lokasi penyimpanan obat yang diduga tidak sesuai standar dalam rapat kerja bersama Dinas Kesehatan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (20/1/2026). Dalam rapat tersebut, Yudha menyampaikan temuan sidak ke fasilitas penyimpanan obat dan vaksin di Kantor Wali Kota Jakarta Barat dan Puskesmas Grogol Petamburan. Fasilitas penyimpanan tersebut pun diklaim sangat sempit dan tidak layak, hingga menimbulkan bau apek, sehingga diduga tidak memenuhi standar penyimpanan.












