Berita Arema FC Terkini: Penyebab Kematian Kuncoro, Arkhan Kehilangan Idola

Duka Mendalam atas Kematian Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro

Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka setelah kepergian asisten pelatih Arema FC, Kuncoro. Sosok yang dikenal sebagai legenda dan “penyelamat” tim di masa sulit ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi manajemen, pemain, serta para suporter Singo Edan. Kepergian Kuncoro terjadi secara mendadak, mengubah suasana penuh kegembiraan menjadi duka.

Gelandang muda Arkhan Fikri merasa sangat terpukul dengan kepergian almarhum. Bagi Arkhan, Kuncoro adalah sosok yang membawa kehangatan dan membuatnya merasa nyaman bermain di Malang. Ia menyebut Kuncoro sebagai “pencair suasana” yang memberikan alasan utama baginya untuk betah di sana.

Berikut adalah beberapa informasi penting mengenai kepergian Kuncoro:

Penyebab Kuncoro Wafat

Kuncoro merupakan asisten pelatih yang telah lama mengabdi untuk Arema FC. Pada Minggu (18/1/2026) sore, ia tiba-tiba meninggal dunia di usia 52 tahun. Kuncoro meninggalkan istri dan dua anak. Sebagai mantan pemain sepak bola, ia pernah membela beberapa tim elite seperti Arema, Mitra Surabaya, Persija Jakarta, hingga PSM Makassar. Ia juga pernah bermain untuk Timnas Indonesia pada periode 90-an.

Kuncoro wafat setelah mengalami serangan jantung di Stadion Gajayana, Kota Malang, saat sedang berlangsung perayaan 100 tahun stadion tersebut. Saat itu, Kuncoro turut ambil bagian dalam Laga Charity 100 Tahun Stadion Gajayana. Ia bermain pada babak pertama bersama para legenda sepak bola Malang.

Usai menyelesaikan babak pertama, Kuncoro memilih beristirahat di bangku cadangan. Namun, suasana berubah drastis ketika ia tiba-tiba kolaps dan tidak sadarkan diri di bench pemain. Perangkat pertandingan langsung menghentikan laga. Tim medis segera memberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP) di tepi lapangan. Kuncoro dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Sayangnya, nyawa sang legenda tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Kuncoro Berpulang dalam Keadaan Bahagia

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengaku sangat terpukul atas kepergian Kuncoro. Menurutnya, Kuncoro berpulang dalam keadaan bahagia, dikelilingi sahabat-sahabat seperjuangannya di atas lapangan hijau. “Beliau pulang saat sedang bahagia berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dedikasinya untuk Arema tidak akan pernah tergantikan. “Beliau pergi di ‘rumahnya’ sendiri. Selamat jalan, Legenda. Loyalitasmu abadi,” kata Yusrinal.

Kepergian Kuncoro menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi Arema FC, tetapi juga sepak bola Indonesia. Sosoknya dikenal tegas, humoris, rendah hati, dan setia kawan, baik di dalam maupun luar lapangan. Doa mengalir dari berbagai pihak agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

Arkhan Fikri Kehilangan Sosok yang Buat Betah

Ucapan doa pun mengalir deras dari mantan pelatih kepala, pendukung setia, termasuk para pemain Arema FC yang sehari-hari bersama dengan Kuncoro. Salah satu pemain yang tampak kehilangan sosok Kuncoro adalah gelandang muda, Arkhan Fikri.

Bagi Arkhan, Kuncoro bukan sekadar pelatih, melainkan sosok kunci yang membuatnya merasa nyaman merumput di Malang. Melalui ungkapan yang sangat emosional, Arkhan memberikan kesaksian tentang kebaikan hati sang asisten pelatih. “Husnul Khotimah bah, orang baik, pencair suasana, dan satu alasan saya betah di sini,” tulis Arkhan Fikri di Instagram story-nya.

Sementara itu, kiper Arema FC Lucas Frigeri mengucapkan duka melalui Instagram Story-nya dengan memasang foto Kuncoro. Lucas Frigeri mengucapkan selamat tinggal untuk sang asisten pelatih sambil mengucapkan terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan selama ia berseragam Arema FC. “RIP Coach, Thank You For Everything,” tulis Lucas Frigeri singkat namun penuh makna.

Kuncoro Menuju Peristirahatan Terakhir di Gondanglegi

Selama proses pemakaman, tangis dan doa mengiringi kepergian Kuncoro pada Minggu malam sekitar pukul 21.45 WIB. Jenazah almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sasono Praloyo, yang tidak jauh dari rumahnya di Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Tangis haru mewarnai keberangkatan Kuncoro menuju musala terdekat, sebelum dimakamkan. Beberapa kerabat almarhum, tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian Kuncoro yang tiba-tiba. Malam itu, pemain dan mantan pemain, manajemen, official tim Arema FC, Aremania, sahabat dekat Kuncoro, hingga para tetangga melayat ke kediamannya.

Menurut keterangan tetangganya, Kuncoro merupakan pribadi yang humoris dan ringan tangan. Sebelum berpamitan kepada keluarganya untuk bermain sepak bola di Stadion Gajayana Malang, kondisinya masih sangat sehat. “Tadi waktu berangkat itu seperti sehat-sehat saja tidak ada apa-apa, tau-taunya waktu sore tadi katanya sudah meninggal dunia di Malang,” ujar Sulihan, tetangga Kuncoro kepada.

Kuncoro dikenal kerap membantu ketika ada kegiatan. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang taat beribadah di musala yang tak jauh dari rumahnya. “Terakhir kali saya sempat ngobrol dengan almarhum saat ada tahlilan di daerah sini,” kata Sulihan. “Ya seperti biasa, kami mengobrol, karena Abah Kun ini orangnya mudah bergaul,” imbuhnya.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *