Penemuan Bagian Tubuh Korban dan Puing Pesawat di Lereng Gunung Bulusaraung
Pada pukul 13.43 Wita, Tim Puncak melaporkan penemuan sejumlah bagian tubuh korban yang sedang dievakuasi dari bawah tebing di sekitar lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500. Titik koordinat penemuan berada di 04°55’44’’ Lintang Selatan dan 119°44’48’’ Bujur Timur.
Pada pukul 13.56 Wita, sebanyak tujuh orang personel tim aju mulai melakukan evakuasi korban dengan menyusuri jalur pendakian yang terjal.
Selanjutnya, pukul 13.57 Wita, SRU 3 melaporkan penemuan kepingan pesawat, tangga, dan kursi penumpang di sekitar lokasi pencarian. Kemudian, pada pukul 14.23 Wita, SRU 3 kembali menemukan bagian mesin pesawat di area jatuhnya ATR 42-500.
Pesawat milik Indonesia Air Transport sebelumnya hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Adisoetjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (17/1/2026) pagi. Data dari situs monitoring penerbangan Flightradar24.com menunjukkan bahwa pesawat ini terbang dari Jogja pada pukul 08.08 WIB. Data dari situs Flightaware.com menyebutkan bahwa pesawat terakhir terlihat pada pukul 12.22 Wita. Basarnas berdasarkan data dari AirNav menyatakan bahwa pesawat hilang kontak pada pukul 13.17 Wita.
Sebelumnya, pesawat ini terbang dari Bandung, Jawa Barat melalui Bandara Internasional Husein Sastranegara ke Semarang, Jawa Tengah melalui Bandara Internasional Ahmad Yani. Selanjutnya, pesawat ini menuju Jogja. Pesawat ini disewa oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam pesawat ini terdapat 10 orang yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.
Tabrak Tebing
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa pesawat ATR 42-500 bernomor registrasi PK-THT kemungkinan menabrak tebing atau lereng di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel. “Kemungkinan tabrak tebing atau lereng, tapi pesawat masih dalam kontrol pilot,” kata Soerjanto dalam konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulsel, Ahad atau Minggu (18/1/2026).
KNKT adalah lembaga independen di Indonesia yang bertugas menyelidiki penyebab kecelakaan transportasi secara objektif untuk memberikan rekomendasi perbaikan demi mencegah terulangnya kecelakaan serupa, bukan untuk mencari siapa yang bersalah.
Dalam konferensi pers tersebut, selain dari KNKT, hadir pula Direktur Operasi Indonesia Air Transport Capt Edwin, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Makassar M Arif, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Minggus ET Ganduguai, Dankodaeral VI, Danlanud Hasanuddin, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Ini merupakan konferensi pers pertama yang dihadiri pemimpin stakeholders terkait. Namun, dalam konferensi pers itu, belum ada kabar penemuan korban.
Pendaki Menyaksikan Kejadian
Sabtu siang kemarin, dua pendaki bernama Reski (20) dan Muslimin (18) berada di puncak Bulusaraung. Tanpa peringatan, sebuah pesawat melintas rendah di hadapan mereka. “Sekitar jam 1 siang (13.00 WITA),” tutur Reski singkat saat ditemui di rumahnya di Labbakkang, Pangkep, Ahad pagi.
Dalam hitungan detik, pesawat itu menghantam lereng gunung. Ledakan disertai api membuat Reski dan Muslimin terpaku ketakutan. Jarak mereka dengan lokasi ledakan disebut Reski hanya sekitar 100 meter. “Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan,” ujar Reski, alumnus Pondok Pesantren DDI Tobarakka, Siwa, Kabupaten Wajo.
Reski mengaku tidak sempat merekam kejadian secara utuh karena semuanya berlangsung sangat cepat. “Cepat sekali (kejadiannya),” tuturnya. Meski demikian, usai ledakan, keduanya menemukan sejumlah serpihan badan pesawat yang memuat logo Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta beberapa dokumen yang ikut terhambur. Penemuan itu sempat direkam Reski menggunakan ponselnya sebagai bukti awal.
Proses Pencarian dan Evakuasi
Pada Ahad pagi, pukul 08.22 Wita, tim pencarian dari Kopasgat berjumlah 6 orang berhasil menemukan serpihan berupa jendela, badan, dan ekor pesawat. Mereka melakukan air landed di puncak Gunung Bulusaraung.
Pada pukul 10.23 Wita, tim melaporkan menemukan sejumlah pakaian dan serpihan. Pesawat milik Indonesia Air Transport sebelumnya hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Adisoetjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (17/1/2026) pagi.
Data dari situs monitoring penerbangan Flightradar24.com menunjukkan bahwa pesawat ini terbang dari Jogja pada pukul 08.08 WIB. Data dari situs Flightaware.com menyebutkan bahwa pesawat terakhir terlihat pada pukul 12.22 Wita. Basarnas berdasarkan data dari AirNav menyatakan bahwa pesawat hilang kontak pada pukul 13.17 Wita.
Jatuh di Lereng Curam
Jejak pergerakan pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, mulai terpetakan. Berdasarkan data posko pencarian, temuan puing pesawat tersebar di sejumlah titik lereng gunung, menjadi acuan utama tim SAR gabungan dalam mempersempit area pencarian.
Operasi pencarian dan evakuasi berlangsung intensif dengan menyisir medan pegunungan yang dikenal ekstrem. Lereng curam, vegetasi lebat, serta kabut tebal menjadi tantangan utama bagi personel di lapangan. Meskipun demikian, tim SAR gabungan tetap bergerak dengan mengutamakan keselamatan dan ketelitian dalam setiap tahapan operasi.
Laporan Posko Pencarian pada Minggu (18/1/2026) mencatat, pada pukul 07.46 WITA tim menemukan serpihan awal berupa bagian jendela pesawat di koordinat 04°55’48” Lintang Selatan dan 119°44’52” Bujur Timur. Selang beberapa menit kemudian, bagian badan pesawat berukuran besar ditemukan dalam kondisi terbuka. Kemudian disusul temuan bagian ekor pesawat di sisi selatan lereng bawah Gunung Bulusaraung Pangkep.
Pemetaan temuan tersebut mengindikasikan puing pesawat menyebar mengikuti kontur lereng gunung. Berdasarkan analisis awal, tim SAR kemudian mengerahkan sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area di sisi utara dan selatan titik utama. Termasuk melalui pemantauan udara menggunakan helikopter dan drone.
Proses pencarian dan evakuasi berlangsung di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Kabut tebal dan hujan membatasi jarak pandang hingga 5–10 meter. Sementara medan curam memaksa tim menggunakan peralatan mountaineering dan vertical rescue.
BPBD Kota Makassar turut terlibat aktif dalam operasi SAR nasional ini. Mulai dari pendirian dan pengelolaan Posko Pencarian, pemetaan lokasi temuan, hingga koordinasi lintas instansi. Hingga siang hari, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Sejumlah serpihan tambahan, potongan badan pesawat, serta barang-barang milik penumpang turut ditemukan di area sekitar.
Operasi pencarian dan evakuasi dipastikan akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan. Kepala BPBD Kota Makassar, Muh Fadli, menyatakan pihaknya akan menambah personel khusus vertical rescue. Hal tersebut dilakukan guna memperkuat operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung.
“Kita akan tambah tim dari BPBD untuk vertical rescue karena pencarian terus berlangsung dan membutuhkan peralatan serta personel vertikal yang lebih banyak,” ujar Muh Fadli sesaat puing-puing pesawat ditemukan.
Penambahan tim tersebut dilakukan menyusul kondisi medan yang sangat terjal dan berkabut. Sehingga proses pencarian di lereng curam memerlukan keahlian serta perlengkapan khusus. Ia memastikan seluruh personel yang diterjunkan telah dilengkapi peralatan keselamatan dan berkoordinasi dengan tim SAR gabungan di Posko Pencarian.
Hingga saat ini, operasi SAR nasional di Gunung Bulusaraung masih terus berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan. Kemudian unsur kehutanan, guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












