Tragedi Hanyut Bocah 8 Tahun di Rejang Lebong
Di tengah kesedihan yang mendalam, sebuah keluarga di kawasan BTN Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, Rejang Lebong, Bengkulu, mengalami duka yang sangat dalam. Seorang bocah perempuan berusia 8 tahun bernama Isnati Husnaini dilaporkan hanyut terbawa arus saluran air saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (9/1/2026) siang.
Korban, yang merupakan seorang pelajar SD, adalah putri dari pasangan Muhammad Iksan dan Nurmufidah. Sejak kabar tragis itu datang, rumah keluarga Isnati seakan diselimuti suasana yang menyakitkan. Di tengah kesedihan yang mendalam, Nurmufidah hanya bisa memeluk secarik kertas lusuh yang menjadi kenangan terakhir dari putri tercintanya.
Dengan suara bergetar dan mata sembab, Nurmufidah menceritakan bahwa sebelum pergi, sang anak sempat meninggalkan surat kecil berisi izin kepada dirinya. Surat tersebut berisi pesan bahwa Nini ingin pergi kerja kelompok ke rumah temannya. Ia memberikan izin, tanpa menyangka bahwa itu akan menjadi pesan terakhir dari putrinya.
Menurut Nurmufidah, Nini pergi bersama saudara kembarnya, Nana, untuk mengerjakan tugas sekolah. Namun, di tengah perjalanan pulang, hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Arus air di saluran siring yang berada tak jauh dari rumah mereka mendadak meluap. Diduga, Nini terpeleset dan terseret arus air yang deras hingga akhirnya menghilang.
“Sebagai ibu, rasanya sakit sekali. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan perasaan saya. Saya hanya berharap anak saya segera ditemukan,” ucapnya sambil menunduk, suaranya nyaris tak terdengar.
Kesedihan keluarga semakin terasa ketika Nana, saudara kembar korban, terus menangis dan memanggil-manggil nama Nini. Bocah itu terlihat terpukul, tak menyangka kebersamaan mereka hari itu berakhir dengan tragedi.
Di mata keluarga dan tetangga, Nini dikenal sebagai anak yang ceria, ramah, dan mudah bergaul. Senyumnya kerap menghiasi lingkungan tempat tinggalnya, kini hanya tinggal kenangan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Rejang Lebong, TNI-Polri, Basarnas, relawan, serta warga setempat masih terus melakukan pencarian di sejumlah titik, meski cuaca belum sepenuhnya bersahabat.
Kronologi Korban Hanyut
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, korban bersama saudari kembarnya, Nana (8), berjalan kaki pulang dari rumah temannya menuju rumah. Dalam perjalanan, keduanya melintas di sekitar siring atau saluran air yang berada di lingkungan perumahan warga.

Kondisi siring saat itu dialiri air dengan arus yang sangat deras akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Rejang Lebong sejak beberapa hari terakhir. Ketika melintas di dekat siring, korban diduga terpeleset dan terjatuh ke dalam saluran air irigasi milik warga. Korban yang terjatuh tidak sempat menyelamatkan diri. Derasnya aliran air langsung menyeret tubuh korban menjauh dari lokasi awal kejadian.
Sementara itu, saudari kembar korban tidak dapat memberikan pertolongan karena kondisi arus yang berbahaya. Melihat kejadian tersebut, saksi di sekitar lokasi langsung berteriak meminta pertolongan warga. Salah satu saksi segera memberitahukan kejadian itu kepada orang tua korban.
Warga bersama keluarga korban sempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi kejadian dengan menyusuri aliran irigasi. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil, sehingga kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya.
Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk proses pencarian. Hingga saat ini, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan menyusuri aliran air dan sungai yang terhubung dari lokasi awal korban hanyut. Pencarian terus diperluas dengan harapan korban bisa segera ditemukan.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












