Pelaku Pencurian Anting Siswi SDN 3 Jaten Masih Diburu, Diduga Lakukan Aksi di Sekolah Solo

Perampasan Anting yang Menimpa Siswa SDN 3 Jaten, Karanganyar

Peristiwa perampasan anting yang menimpa seorang siswi SDN 3 Jaten, Desa/Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, pada Jumat (9/1/2026) siang, kini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan orang tua siswa terkait keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah.

Identifikasi Pelaku Melalui CCTV

Dari hasil penelusuran pihak sekolah, wajah pelaku telah teridentifikasi melalui rekaman CCTV. Kepala SDN 03 Jaten, Chatarina Retmawati, mengatakan bahwa identitas visual pelaku perampasan anting milik Cantika Cahya, putri pasangan Danang Nur Cahyo dan Nia Gustianingrum, sudah diketahui dan telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Kami sudah mengetahui wajah pelaku dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” kata Chatarina, Minggu (11/1/2026).

Ia menjelaskan, dari hasil pencocokan rekaman CCTV, pelaku diduga bukan kali pertama melakukan aksinya. Pelaku diketahui pernah melakukan perampasan serupa di Kota Solo, tepatnya di salah satu sekolah dasar swasta.

Chatarina mengungkapkan, informasi tersebut bermula dari orang tua korban yang memiliki kenalan dengan orang tua siswa di Solo. Saat melihat rekaman kejadian, muncul kecurigaan adanya kesamaan pelaku.

“Orang tuanya korban ternyata punya teman yang anaknya sekolah di Solo, kemudian teman dari orang tu korban itu bilang, ‘Kok kayak ojo-ojo?’ atau pelakunya sama seperti yang peristiwa yang di kota Solo, kemudian setelah saya cek di CCTV itu, ternyata pelakunya sama,” pungkas dia.

Kronologi Peristiwa

Suasana siang di lingkungan SDN 3 Jaten, Karanganyar, Jumat (9/1/2026), seharusnya menjadi waktu pulang yang menyenangkan bagi para siswa. Namun, bagi Alsava Cantika Cahya, siswi kelas 1 sekolah tersebut, siang itu berubah menjadi pengalaman menakutkan yang akan lama ia ingat.

Di usianya yang masih sangat belia, Alsava harus berhadapan dengan ancaman orang asing tepat setelah jam pelajaran usai. Anting kecil yang melekat di telinganya menjadi sasaran, dirampas dengan cara yang membuatnya ketakutan.

Kepala SDN 3 Jaten, Chatarina Retmawati, membenarkan peristiwa tersebut. Kejadian terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, saat suasana sekolah mulai lengang karena siswa bersiap pulang.

“Benar, ada siswi kami dirampas antingnya, dan sekolah serta orangtua korban sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian,” kata Catarina, Minggu (11/1/2026).

Menurut Catarina, korban merupakan siswi kelas 1 bernama Alsava Cantika Cahya, putri dari pasangan Danang Nur Cahyo dan Nia Gustianingrum, warga Desa Jati, Kecamatan Jaten.

Peristiwa itu terjadi tepat setelah Alsava keluar dari lingkungan sekolah. “Kejadian saat itu ketika pulang sekolah, korban dihampiri pelaku dan diminta melepas antingnya oleh seorang wanita yang mengaku akan menculiknya jika tidak dilepas, dan ditaruh di tasnya,” kata dia.

Ancaman itu membuat Alsava tak berdaya. Pelaku kemudian membawa korban ke kamar mandi sekolah, tempat anting tersebut dilepas langsung dari telinga bocah itu.

“Pelaku membawa korban ke kamar mandi untuk melepaskan anting itu dari telinga korban, setelah itu, pelaku meninggalkan korban,” ujar dia.

Orang Tua Korban Curiga

Tak lama berselang, orangtua Alsava datang menjemput. Mereka langsung curiga saat melihat telinga anaknya sudah tanpa anting. Ketika ditanya, Alsava menjawab bahwa anting tersebut disimpan di dalam tas.

Namun, firasat buruk orangtua korban terbukti. Setelah tas diperiksa, anting itu tidak ditemukan. “Orangtuanya korban memiliki firasat jika anaknya jadi korban perampasan, ia mengecek tas korban dan tidak ditemukan anting itu. Sehingga kejadian itu dilaporkan ke kami dan bersama orangtua korban, kami melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” kata Catarina.

Kini, kasus tersebut tengah ditangani kepolisian. Pihak sekolah berharap peristiwa ini menjadi perhatian bersama agar lingkungan sekolah kembali menjadi tempat yang aman bagi anak-anak.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *