Kapolsek Cileungsi Gagalkan Aborsi Pasangan di Puncak Bogor dengan Nyamar Jadi Pasien

Aksi Penyamaran Kapolsek Cileungsi Gagalkan Rencana Aborsi

Kasus aborsi yang dilakukan oleh sejoli di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat berhasil digagalkan berkat aksi penyamaran (undercover) yang dilakukan oleh Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison. Aksi ini tidak hanya berhasil menyelamatkan janin yang berusia tiga bulan, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kepolisian dapat bekerja secara humanis dalam menangani masalah yang kompleks.

Pengungkapan Kasus

Peristiwa pengungkapan kasus aborsi ini terjadi setelah Kapolsek Cileungsi menerima laporan dari Kapolsek Ciputat tentang adanya rencana aborsi oleh pasangan kekasih. Karena situasi mendesak, Kompol Edison langsung turun tangan dengan memutuskan untuk melakukan penyamaran.

Sebelumnya, ia sempat menugaskan anggota polisi wanita (polwan) untuk menyamar sebagai dokter kandungan dan menghubungi salah satu pelaku. Namun, karena curiga, penyamaran tersebut tidak berhasil dilanjutkan.

Akhirnya, Kompol Edison memutuskan untuk menyamar sendiri sebagai pasien di rumah praktik dokter kandungan di kawasan Puncak, Bogor, pada Selasa (6/1/2026). Di lokasi tersebut, ia bertemu dengan kedua terduga pelaku yang sedang mencari layanan pengguguran kandungan.

Penyelamatan Janin 3 Bulan

Sebelum tertangkap basah, pasangan tersebut sempat kesulitan menemukan dokter yang bersedia melakukan aborsi. Mereka bahkan mencari ke beberapa wilayah seperti Cipayung dan Cianjur, tetapi mengalami kendala biaya. Bahkan, mereka sempat membeli dan mengonsumsi obat Misoprostol, tetapi tidak menimbulkan efek apa pun.

Janin yang dikandung oleh terduga pelaku baru berusia tiga bulan. Berkat aksi penyamaran Kompol Edison, janin tersebut akhirnya terselamatkan. Ia kemudian melakukan pencegahan dan pengamanan terhadap pasangan tersebut.

Setelah itu, Kompol Edison dan timnya membawa sejoli tersebut ke Mapolsek Cileungsi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Motif dan Mediasi Humanis

Dalam pemeriksaan, kepolisian melakukan mediasi bersama keluarga kedua terduga pelaku. Dari hasil mediasi tersebut, seluruh pihak sepakat untuk mempertahankan kehamilan. Pihak laki-laki menyatakan siap bertanggung jawab atas anak yang akan lahir.

Kompol Edison menjelaskan bahwa motif aborsi adalah tekanan dari orang tua perempuan berinisial W. Melalui pendekatan humanis, ia memberikan pemahaman kepada semua pihak agar kehamilan tetap dipertahankan.

Kesepakatan tersebut juga tertuang dalam surat perjanjian yang disaksikan oleh keluarga dan kepolisian sebagai komitmen bersama demi keselamatan dan masa depan anak yang dikandung.

Sosok Kompol Edison

Aksi penyamaran yang dilakukan Kompol Edison bukanlah kali pertama. Sebelumnya, ia juga berhasil menangkap komplotan pencuri dan mengungkap peredaran narkoba di wilayah hukumnya di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kompol Edison dikenal sebagai perwira menengah Polri yang ahli dalam bidang penyamaran. Ia sering menggunakan strategi undercover untuk menangani berbagai kasus yang kompleks.

Pada April 2025 lalu, ia viral setelah menyamar sebagai kurir paket selama empat hari berturut-turut untuk membongkar praktik pengoplosan LPG ilegal. Ia melakukan pengintaian di kawasan Kirab Garuda hingga berhasil mencegat mobil pikap bermuatan gas oplosan di flyover Cileungsi.

Selain ketegasannya dalam penegakan hukum melalui metode yang kreatif, lulusan sarjana hukum ini juga dikenal memiliki sisi humanis. Ia aktif memimpin kegiatan keagamaan seperti Majelis Tahajud Subuh dan Zikir (MTSZ) bersama warga setempat, yang semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat di wilayah hukumnya.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *